The Prince Saga

The Prince Saga
chapter 98. pengumpulan pasukan III


__ADS_3

Ling masih menatap orang orang di sekitarnya dan di dapati dua pimpinan pasukan tetua Tao sudah menjadi mayat.


" heiii...kalian semua, urus lah jenazah ini dan kubur mereka semua dengan layak " teriak tetua Puok dari arah belakang Ling.


" baik tetua... " jawab mereka serempak.


" Tetua... apa yang telah terjadi ?" tanya Ling dengan wajah bingung.


" nanti ku ceritakan pada mu, Ling " ucap tetua Puok


" baik tetua "


mayat mayat sudah mulai di angkut oleh beberapa pasukan dengan tangan kosong.


tetua puok hanya memantau pekerjaan mereka yang berjalan dengan baik.


" setelah ini selesai, kalian... berkumpul lah kesini kembali dan tidak ada yang boleh pulang ke rumah masing masing " tetua puok menegaskan tiap kata yang di ucapkan.


" baik tetua " jawab beberapa pasukan yang ada di dalam ruangan itu.

__ADS_1


setelah sekian lama mereka membereskan semua mayat yang ada dalam ruangan itu dan juga menguburkannya dengan layak, mereka mulai berkumpul dengan rapi di depan tetua Puok dan Ling yang berdiri tepat di sampingnya.


" baik... apakah di antara kalian ada yang menolak membantu kami mempertahankan desa ini? tanya tetua puok dengan menatap wajah mereka dan ada juga yang menundukan wajah mereka dari tatapan itu.


" kenapa kalian semua diam..."


" apakah kalian bersikeras untuk menolak membantu kami ? "


" tidak seperti itu tetua... " salah satu dari pasukan itu mulai bersuara dengan lantang yang berdiri tepat di tengah tengah pasukan.


" maksud mu ? " tetua puok menaikan sebelah alisnya.


" tapi... " orang itu mulai ketakutan dan ragu ragu.


" kau jangan lah takut pada kami berdua. maju lah ke sini " ujar Ling dengan tegas dan orang itu melangkah kan kakinya agar lebih dekat dengan tetua puok.


" baik... coba jelaskan maksud mu itu "


orang itu masih ragu untuk menjelaskan maksud dan tujuannya, takut dia salah bicara akan membuat nyawanya melayang seperti yang lain.

__ADS_1


" kau jangan lah ragu . bicara lah " ucap Ling dengan nada tegas.


" maaf tetua... kami semua takut, kalau nyawa kami semua akan melayang seperti yang lain, seandainya kami membuat syarat untuk membantu tetua berdua. apalagi tetua tao sudah lama tewas akibat murid tetua Ling. kami masih merasa ragu dan juga bimbang saat ini. kami tidak tau sebab kenapa tetua tao harus di bunuh, padahal selama ini beliau lah yang telah menaungi kami namun walaupun begitu tetua Tao tetap menidas kami.. kami takut hal itu akan terjadi kembali"


" baik... aku mengerti dan memahami rasa keraguan kalian saat ini. apalagi sekarang kalian tidak memiliki tetua lagi setelah tetua Tao tewas " tetua puok mulai menarik napas dalam dalam memberikan alasan yang tepat kenapa Tao harus di bunuh.


" tetua kalian... TAO. telah membuat kesalahan yang cukup merugikan desa ini. mungkin di antara kalian ada yang tau kenapa salah satu jenderal Wei mendatangi desa kita beberapa saat ini " tetua puok memberikan pertanyaan terhadap mereka.


" satu lagi... Tao telah mencoreng nama baik tetua di desa ini "


" maksud tetua " tanya salah satu pasukan.


" dia telah menculik putri pimpin Kang, anak ku sendiri dan beberapa wanita lain yang ada di desa ini. apakah kalian tidak tau berita itu "


" dia hampir saja memperkosa anak ku... namun di saat itu untung ada long li yang menyelamatkan putri ku "


" kalian bisa tidak percaya.... tapi lihat lah kenyataannya dan tanya lah beberapa penduduk yang melihat kejadian itu "


" sekarang keputusan ada di tangan kalian semua. kalau kalian ikut membantu kami, kemungkinan desa ini bisa bertahan beberapa tahun lagi " semua pasukan hanya diam membisu setelah mendengar ucapan dari tetua puok.

__ADS_1


__ADS_2