
para pasukan sudah tersusun dengan rapi di depan istana kekaisaran. mereka semua berpakaian lengkap dengan pedang tersarung di samping pinggang bagian kiri dan perisai di tangan kiri.
ada juga pasukan yang memakai tombak dan panahan yang berbaris dengan rapi di samping pasukan yang lainnya.
mereka semua bisa di perkirakan sekitar 5.000 pasukan perisai, 5.000 pasukan memakai tombak dan 3.000 pasukan yang memakai panah. setiap 1000 pasukan di pimpin oleh seorang komandan.
ada juga 1000 pasukan berkuda berpakaian lengkap tepat di depan semua pasukan yang lain.
mereka sudah bersiap untuk menuju pelabuhan.
perperangan ini di pimpin langsung oleh kaisar Wei dan 10 orang pendekar dengan berbagai keahlian tingkat tinggi yang kekuatan mereka setingkat pertapa.
mereka semua memakai pakaian perang terbaik mereka untuk menghancurkan sebuah desa yang terbilang cukup kecil bagi mereka. kekuatan penuh kekaisaran Wei bisa mencapai 50.000 pasukan yang di antaranya 5.000 pasukan berkuda, 7.000 pasukan pemanah, dan sisanya pasukan perisai dan tombak.
" Kaisar... semua pasukan sudah siap berangkat ke desa An Ming " seorang jenderal berlutut di hadapan kaisar Wei
kaisar hanya mengangkat tangan kanannya ke atas memberi isyarat tanda mengerti atas ucapan jenderal tersebut dan dia langsung memasang helm yang biasa di gunakan untuk berperang.
Kaisar bergegas keluar istana kekaisaran menuju para pasukan yang sudah tersusun rapi tepat di depan istana.
" kalian semua ...
dengarkan aku baik baik....
bunuh setiap orang yang kalian temui baik itu lelaki, wanita dan anak anak kecuali ada orang yang kalian sukai. boleh kalian bawa sesuka hati kalian.
APA KALIAN PAHAM " teriak Kaisar dengan suara Lantang dan keras.
HIDUP KAISAR.....
HIDUPP KAISAR.....
__ADS_1
HIDUPP KAISAR......
semua pasukan bersorak sorak dengan suara lantang dan seirama sambil mengangkat senjata mereka masing masing ke atas kepala.
sudah cukup lama mereka berada di depan istana...
semua pasukan mulai bergerak setelah kaisar memberikan tanda.
" kaisar apakah ini tidak terlalu berlebihan" tanya salah seorang pendekar tingkat pertapa yang selama ini melayani kekaisaran Wei.
" tentu tidak "
" informasi yang ku dengar kalau jenderal Guon tewas di tangan anak muda yang berada di desa itu "
" ada kemungkinan dia memiliki kekuatan yang lebih kuat daripada kita semua " ujar Kaisar dengan suara sedikit bernada marah.
" aku mengerti kaisar. semoga saja kita bisa membunuh anak muda itu untuk menuntaskan dendam jenderal Guon "
di kekaisaran Wei memiliki delapan orang jendral dan yang di bawa hanya lima orang saja, sedangkan sisanya bertugas menjaga kestabilan istana.
mereka semua merupakan orang orang kepercayaan kaisar dan selalu mentaati perintahnya.
# di pelabuhan
" apa yang telah terjadi " ucap beberapa pasukan yang sudah duluan berada di tengah lautan. mereka merasa ketakutan dengan hawa panas yang cukup menggerahkan badan mereka.
pasukan pertama yang menjauhi pelabuhan mendadak oleng dan tenggelam ditengah lautan karena hawa menekan yang terus saja kuat ketika mereka mendekati daratan desa An ming yang berjarak tidak jauh lagi.
kapal pasukan kedua dan ketiga mengalami hal yang sama. kapal mereka mengalami oleng dan tenggelam di tengah lautan..
beberapa kapal lainnya yang akan mendekati kapal ketiga, langsung putar balik ke pelabuhan kekaisaran Wei.
__ADS_1
kapal kapal itu berpacu menuju pelabuhan seperti lagi lomba. mereka tidak memikirkan apakah kapal mereka akan bertabrakan dengan kapal lain yang akan datang dari arah depan mereka.
bruuukk
Duuaarr
beberapa kapal mengalami tabrakan dan hancur lebur yang berjarak tidak jauh tempat kaisar berdiri...
dia berdiri di atas pelabuhan sambil melihat dari kejauhan dengan tatapan geram atas tindakan pasukannya yang terbilang bodoh.
beberapa kapal hangus terbakar dan apinya cukup besar serta menjalar ke kapal lain . tabrakan antar kapal terus saja terjadi tanpa bisa d hentikan. semua yang terjadi di luar kendali oleh kaisar wei. dia mulai merasa marah dan penuhi emosi yang cukup tinggi terhadap apa yang terjadi saat ini. dia tidak bisa menerima kekalahan ini sebelum peperangan di mulai. dia langsung menatap tajam ke arah salah satu jendral yang tidak jauh tempat dia berada.
" APA YANG TERJADI DI SANA "
" CEPAT KALIAN CARI TAU " bentak kaisar dengan nada marah melihat kejadian itu.
sebuah sampan kecil meluncur dengan cepat ke arah tabrakan itu. dia mencari informasi yang di butuhkan untuk di sampaikan ke kaisar.
" kau ini bodo atau apa ha " bentak salah seorang jenderal melihat bawahannya melakukan tindakan terbilang ceroboh.
" maaf jenderal.... di sana ada bahaya jenderal "
" kita tidak boleh ke sana jendral " ujar prajurit itu dengan gemetaran
" apa yang kau bilang ha "
" katakan dengan jelas "
" dasar pasukan bodo " jenderal semakin geram dengan pernyataan prajurit tersebut.
dia langsung membawa prajurit itu ke sampan yang di pakainya.
__ADS_1