
semua pasukan dan tetua mencoba melihat dari kejauhan apa yang telah terjadi. saat ini langit sangat lah cerah menyinari semua yang ada di daerah ini.
semua orang bisa melihat dengan jelas sosok pemuda yang lagi berdiri di hadapan ketua manusia srigala. pemuda itu dengan santai berhadapan dengan ketua manusia srigala.
" tetua, siapa pemuda itu" ujar salah seorang pasukan pada tetua mereka.
" aku pun tidak tau, baru kali ini aku melihat pemuda itu " ujar tetua Tao
" Ling, kau kenal pemuda itu " ujar pimpinan tetua
" aku sepertinya pernah lihat dia, tapi dimana ya! " jawab ling dengan ke kebingungan.
tetua Puok mengucek ngucek bola matanya karena tak percaya melihat pemuda yang di sembuh kan itu terlihat sudah ada di depan sana.
" tidak mungkin "
" apa aku salah lihat ya" ujar tetua Puok
" apa kau mengenalnya " tanya pimpinan tetua dan Tao beriringan
"aku tidak terlalu kenal dengannya , pemuda itu, baru pertama kali aku melihatnya di daerah ini. dia di temukan terluka parah setelah menghadapi ratusan siluman monyet oleh seorang penduduk di sekte ku " ujar tetua Puok dengan serius.
" Tidak mungkin dia sekuat itu" ujar Ling setelah mendengar cerita tetua Puok. dia mulai menebak pemuda itu lah yang telah dia temui dalam Goa.
" kau kenal dia Ling " tanya tetua Puok, Tao dan pimpinan tetua dengan penuh keheranan.
" sekarang aku ingat pemuda itu, dia berasal dari dunia lain yang bernama kekaisaran Saga " ujar Ling dengan serius
" kekaisaran Saga " ujar tetua serentak
__ADS_1
" bukankah kerajaan itu telah hancur puluhan tahun yang lalu akibat serangan dari berbagai kekaisaran termasuk kaisar pengendali sihir yang hebat di zamannya dan tidak ada satupun putra mahkota atau putri yang selamat dari serangan itu. serangan mereka benar benar mengerikan padahal hanya masalah pernikahan putri kekaisaran saga , mereka tidak segan menghancurkan kekaisaran itu rata dengan tanah" ujar Pimpinan tetua
" hal itu lah yang membuatku ragu padanya, tapi dia selalu mengatakan kalau dia itu berasal dari keluarga Long " ujar Ling dengan wajah sangat serius
" aku sempat merendahkannya tapi..." Ling menghentikan perkataannya karena malu melanjutkannya
" Tapi kenapa " ujar tetua yang antusias mendengar cerita Ling
" dia adalah sosok Zainan yang telah lama hilang dan juga telah lama kita nanti dari generasi ke generasi " ujar Ling lirih
" tidak mungkin "
" mustahil "
" bukankah itu hanya cerita dongeng belaka yang di nyanyikan waktu anak anak mau tidur " ujar pimpinan tetua
" aku sudah pastikan sendiri pimpinan tetua, kalau dia benar benar Sang Zainan itu, aku sendiri sudah merasakan kuatnya tenaga yang dia keluarkan tiap pukulan maupun tendangan " ujar Ling lirih dan lesu karena merasa malu dengan dirinya sendiri
" Api biru " semua tetua terkejut bukan kepalang.
" kau yang benarlah cerita " bentak tetua Tao
" aku serius, apa untungnya aku berbohong pada kalian, lagian hal ini lah yang membuatku semakin takjub dengan pemuda itu sebelumnya dia pernah di temukan tetua He di pinggiran Hutan , pasti kalian masih ingat kan waktu aku menuduh tetua He menyembunyikan seorang pemuda yang tampan di rumahnya " tanya tetua Puok dengan antusias
" iya aku masih ingat kejadian itu waktu kita mengadakan diskusi di balai desa " ujar tetua Tao dan pimpinan tetua
"pemuda yang sama yang telah di sembuhkan oleh tabib yang aku panggil, kami semua terkejut dengan kondisinya saat ini, mungkin kalian berfikir kenapa aku sering terlambat dalam pertemuan, karena pemuda itu lah yang membuatku takjub dan lupa akan janji yang telah aku buat"
" kau serius lah Tetua Puok" tanya tetua Tao
__ADS_1
"emangnya aku daritadi bercanda ha" bentak tetua Puok
" baik, kau ceritkan lagi tentang pemuda ini" perintah pimpinan tetua
"pertama dia bisa menyembuhkan diri, api biru yang telah membakar tubuhnya mulai hilang begitu serta kulit yang terbakar mulai kembali bersih tanpa jejak dan yang kedua setelah mengkonsumsi bunga matahari yang di bawakan pendudukku, dia mengeluarkan aura yang sangat aneh, hal ini pertama kali bagi kami melihatnya yaitu aura biru kehitaman seperti dalam legenda Sang Terakhir" ujar tetua Puok dengan wajah yang sangat serius dalam menjelaskan.
semua orang hanya menghela napas yang dalam dalam setelah mendengar cerita tetua Puok yang dibilang tidak masuk akal.
" mari kita berharap padanya, semoga dia bisa menang menghadapi lawan manusia srigala itu " ujar pimpinan tetua
" tapi siapa namanya " ujar tetua Tao dengan nada bingung
" kalian berdua pasti sudah tau kan namanya " tanya tetua Tao
" aku belum sempat menanyakan hal itu padanya " jawab tetua Puok
" bagaimana dengan kau Ling"
" aku benar benar lupa dengan namanya, maafkan aku,"
"yang ku ingat hanya marganya saja yaitu Long " ujar Ling lirih
"tidak penting siapa namanya, kita sekarang bisa berdoa supaya dia memenangkan pertarungan ini" ujar pimpinan tetua
disisi lain,
"kenapa kau terkejut ha!" bentak pemuda itu
" aku tidak nyangka kau memiliki nyawa lebih "
__ADS_1
" mungkin ini akhir dari hidupmu" teriak ketua manusia srigala sambil mengeluarkan cakarnya.