The Secret Of My Love

The Secret Of My Love
Perasaan yang bimbang


__ADS_3

Saat ini Hengky dan Reyna sedang duduk dibangku panjang, tepat diatas gedung perusahaan milik Reyhan, menikmati keindahan sore hari di tengah ibukota yang padat dan banyak sekali bangunan tinggi terlintas di depannya.


Langit biru dan Warna Jingga pada matahari ditengah bangunan menjulang, disertai tiupan angin yang berhembus ringan, membuat suasana sore hari jadi semakin hangat.


"Re?" panggil Hengky yang sedang menatap Reyna saat ini.


"Haaa?" dia membalas tatapan Hengky dengan intens.


"Kamu kok mau aja nemenin pak Yasya dirumah sakit tadi?" tanya Hengky yang kini menatap serius pada gadis itu.


"Loh, emang kenapa?"


"Nggak apa-apa sih, cuma tanya aja, Kamu ada hubungan apa sama dia?" Reyna mulai ingat kembali dengan kejadian tadi, saat Yasya mengecup pipi dan bibirnya.


Entah, bahkan hanya mengingat kejadian itu, rasa bahagia menjalar di seluruh tubuhnya.


"Rey... kok bengong?" tanya Hengky yang kini menyenggol lengan gadis itu.


"Kamu suka ya sama pak Yasya?" pertanyaan itu membuat Reyna terdiam seketika. Matanya membulat sempurna dengan semburat merah dipipinya.


Deg....


Pertanyaan ini membuat Reyna gugup, dia masih ragu akan perasaannya sendiri.


"Ya enggak lah, dia kan guru aku" Reyna menatap kedepan dan tersenyum nanar. Bukannya ia ingin membohongi hatinya, tapi sebenarnya ia amat menyukai gurunya itu. Tapi bagaimana jika Yasya sendiri tak menyukainya. Seseorang berciuman bukan berarti ia mencintaimu atau sebaliknya.


Sebuah senyuman yang mengartikan kegelisahan dan kepasrahan, akan ingatannya terhadap statusnya saat ini.

__ADS_1


"Yang bener?Pak Yasya itu ganteng loh, yakin nih kamu nggak bakal suka sama dia? aku denger dia banyak yang ngefans loh, ada yang ngirimin surat, sampek ngajakin jalan bareng" kata Hengky santai menatap pemandangan didepannya.


"Emang iya?" tanya Reyna dengan nada terkejut sembari menatap Hengky tidak percaya.


"Iya... kamu muridnya kok malah kudet sih" kata Hengky yang kini mulai duduk menghadap tubuh gadis itu.


"Hahaha, dasar miss zombie, semuanya dicuekin, ini namanya kezombian yang hakiki" Reyna menatap tajam Hengky yang masih terkekeh.


"Ih Hengky, ngeselin" Reyna memukul lengan Hengky pelan membuat pria itu meringis kesakitan meskipun kenyataannya tidak begitu.


"Ampun becanda kok Rey... hehe" Hengky tertawa lepas dengan tingkah Reyna, sedang Reyna masih cemberut.


"Udah lama banget ya kita nggak kayak gini?" kata Hengky yang saat ini menatap Reyna dan sesekali melihat kedepan.


"Iya, terakhir kali kita kesini kira-kira 7 bulan lalu."


"Masih ingat aja Rey, kayanya kamu nggak bisa move on deh dari aku" kata Hengky dengan percaya diri membuat bibir gadis dihadapannya mengerucut.


"Nggak sih... tapi, kita pernah suka satu sama lain kan?" kata Hengky dengan serius.


"Apa sih? PD banget sih kamu Ky, hahaha nggak lucu tau" kata Reyna mencoba untuk mengalihkan topik.


"Nggak lucu tapi ketawa."


Reyna menghentikan tawanya sesaat kala Hengky mengatakan sesuatu yang membuat dirinya terkejut.


"Aku sayang sama kamu Rey" mata Reyna membelalak tak percaya.

__ADS_1


"Awww... kok dicubit sih" teriak Hengky kala Reyna mencubit perutnya.


"Oh berarti nggak mimpi ya?" tanya gadis itu dengan polosnya membuat Hengky menatap Reyna penuh ambisi.


"Reyna, aku tuh serius, aku sayang kamu, apa kamu ngerasain apa yang aku rasa?" tanya Hengky yang kini mulai mengatakan kesungguhannya.


"A, aku, aku nggak tau ky" Reyna berdiri dan berjalan menjauh.


"Reyna, aku akan nunggu kamu Rey, sampai kamu sadar kalo kamu juga cinta sama aku!" Reyna berhenti dan membalikkan Tubuhnya, matanya mengerjap dan ia mulai menarik nafasnya dalam-dalam.


"Aku" ucap Reyna menggantung. Membuat Hengky mendekat kearah Reyna yang sedang berdiri menatapnya saat ini.


"Aku tau Rey, selama ini selalu ada jarak diantara kita, dan maaf karena aku menjauh dari kamu. Aku terpaksa supaya mereka nggak nyakitin kamu lagi Rey. Tapi sekarang, kita bisa kaya dulu lagi. Sebenarnya aku pengen nembak kamu setelah kamu keluar dari rumah sakit, tapi niat itu sengaja aku tunda. Aku juga tau kalau kamu juga merasakan hal yang sama" ujar pria itu panjang lebar membuat Reyna menghembuskan nafas panjang dan beralih menatap pemandangan didepannya.


"Aku nggak tau, kita udah sahabatan, kita baru memperbaiki ini, dan aku nggak mau menghancurkannya. Ky kamu adalah satu-satunya orang yang tau segalanya tentang aku dan semua keluarga ku" ujar Reyna sembari mengepal kuat tangannya. Bagaimana ia bisa menjelaskan pada Hengky jika saat ini dihatinya hanya ada nama satu orang.


"Aku cuma butuh kesempatan dari kamu buat meyakinkan perasaan kamu Rey, aku cinta sama kamu. Aku harap kamu bisa membalas perasaan ku" kata Hengky penuh harap serta matanya yang menunjukkan ketulusan.


"Maaf Ky... aku harus pulang dulu."


***


Ceklek....


Reyna membuka pintu kamarnya, menaruh tasnya disembarang tempat dan membanting tubuhnya sendiri di kasur empuknya.


Reyna menghembuskan nafas panjang.

__ADS_1


Matanya terpejam perlahan-lahan, dan tak butuh waktu lama dia pun larut dalam tidurnya.


~


__ADS_2