The Wife ( Istri Yang Teraniaya )

The Wife ( Istri Yang Teraniaya )
Semena-mena


__ADS_3

"Tidak!" teriak Sari.


"Kamu bukan istriku lagi!" ucap Elno.


"Sabar, Nak. Tarik kata-katamu itu," kata Hesti.


"Pergi kalian!" usir Elno.


Sari bersimpuh di kaki Elno. Ini tidak seperti yang diharapkan. Ini bukan keinginan dan impiannya. Elno sudah menjadi miliknya. Tidak ada lagi nama Kara di antara mereka. Tapi kenapa? Mengapa Elno tega mengucapkan kata yang sama sekali tidak ingin Sari dengar? Ia mencintai suaminya tanpa syarat. Setia menemani Elno yang ditinggal Kara. Inikah balasan yang ia terima? Sari tidak terima ini.


"Tarik kata-katamu, Elno. Jangan ceraikan aku," isak Sari.


Sekali lagi Elno menendang Sari dan membuat wanita itu terjungkal. Hesti membantu menantu kesayangannya berdiri dengan menatap tajam putra kandungnya.


"Begini perlakuanmu terhadap istrimu sendiri, Elno?" hardik Hesti.


"Mama mau apa?" tanya Elno dalam nada tinggi. "Mengusirku? Mengganggap aku bukan anak lagi? Sekarang aku tidak peduli! Sari bukan lagi istriku! Aku menalak tiga dirinya!"

__ADS_1


Sari menggeleng tidak terima. "Jangan ucapkan kata-kata itu, Elno."


Air mata yang ia keluarkan sama sekali tidak dapat menyentuh lubuk hati terdalam Elno. Senjata yang melemahkan suaminya tidak lagi berguna, bahkan Elno meragukan itu. Apalagi yang tersisa sekarang? Mengandalkan cinta? Sari tahu cinta Elno hanya untuk Kara. Selama ini ia berlindung atas nama seorang istri dan rasa bersalah Elno. Sekarang semua kebusukkannya telah terbongkar. Ia telah diceraikan. Cinta dan harapannya hidup bahagia telah pupus.


"Tidak mau pergi juga rupanya."


"Ampuni aku, Elno," ucap Sari.


Elno tidak menanggapi permohonan istrinya. Ia meraih tangan Sari, lalu menyeretnya keluar dari rumah. Biarlah ia menjadi sangat kejam. Tidak peduli Hesti yang berteriak agar Elno melepaskan istrinya. Elno tetap menyeret Sari sampai ke pintu depan.


"Pergi kalian!" usir Elno.


"Tunggu aku di pengadilan, Sari! Apa yang aku dan Kara rasakan, maka itu yang akan kamu dapatkan!" ucap Elno, lalu masuk dengan membanting pintu.


"Elno!" teriak Sari memanggil nama suaminya. Ia mengedor pintu, tetapi itu semua sia-sia. Elno tidak akan pernah membukakan pintu untuknya.


"Sudah, Nak. Ayo, kita pergi dari sini."

__ADS_1


"Tolongin Sari, Mama. Sari enggak mau pisah dari Elno."


"Kamu tenang saja, Sayang. Elno mengucapkan talak dalam keadaan marah. Itu tidak sah," kata Hesti.


"Dia mengucapkannya dua kali. Aku bukan lagi istrinya sekarang."


Sari tidak percaya ini. Berharap ini semua adalah mimpi yang bila ia bangun, semua keadaan akan berubah seperti semula. Sayangnya ucapan yang terlontar dari bibir Elno adalah kebenaran. Talak tiga! Yang artinya tiada harapan untuk menggapai Elno kembali. Semua berakhir hanya dalam beberapa saat saja. Sia-sia sudah perjuangan Sari selama ini. Ya, siapa yang menabur, maka dia yang menuai. Sari memulainya dengan jebakan serta kebohongan, dan sekarang ia mendapatkan hasilnya.


"Kamu harus tenang, Sari. Ayo, lebih baik kita kembali ke rumah."


Hesti membawa menantunya masuk dalam mobil. Ia sendiri yang akan menjadi sopir. Sungguh tidak diperkirakan kejadian hari ini. Sikap Elno sangat keras hingga kata talak tiga keluar begitu saja.


Elno tertawa meratapi keadaannya saat ini. Menyesal pun tiada guna. Apa yang terjadi tidak bisa dikembalikan seperti semula. Kara telah pergi darinya dan tidak akan kembali. Lalu, Sari yang telah ia ceraikan baru saja. Menjalani biduk rumah tangga bersama wanita yang membohonginya sama saja hidup dalam rasa sakit.


"Selesai. Semua telah berakhir," ucap Elno.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2