
"Finola dibawa sama ayah Tedy ke mana?" tanya Sari.
"Ketemu sama Papa dan tante Kara," jawab Finola.
"Papa dan tante Kara?" ulang Sari.
"Iya, kata papa, tante Kara adalah pendampingnya. Finola enggak boleh merengek buat minta ketemu."
"Terus?" tanya Sari lagi.
Finola tampak berpikir. "Enggak ada lagi."
"Papa Elno enggak kasih hadiah?"
"Kasih kalau Finola ulang tahun," jawabnya.
"Mau ngapain lagi, Sari?" tegur Tedy. "Sudah cukup kamu berbuat ulah. Kara dan Elno sudah bersama," ucap Tedy.
"Kamu pikir aku bisa kembali padanya?"
"Finola sayang, kamu main sama mama Hesti dulu, ya," kata Tedy.
__ADS_1
Finola mengangguk. "Oke, Ayah."
Sari melipat tangan di perut. Ia memang datang ke rumah Tedy dengan alasan menemui Finola. Sebenarnya jadwal giliran Sari lusa, tetapi ia tidak tahan ketika Tedy menjemput putrinya dan mengabarkan untuk membawanya keluar.
"Perempuan sepertimu menjadi simpanan juga bukan masalah, kan?"
"Sok baik," ujar Sari. "Kamu sendiri juga berbuat salah, Tedy. Lihatlah, kamu dan istrimu sudah tiga tahun menikah, tetapi tidak memiliki anak sendiri. Ini karma untukmu. Jangan sok menasihati, deh."
"Setidaknya aku telah sadar. Kamu boleh mencoba untuk menggoyahkan hubungan mereka lagi. Tapi Elno tidak akan termakan rayuanmu. Kamu sudah membuktikan itu selama lima tahun terakhir ini. Jangankan menyentuhnya, bertatapan wajah denganmu saja, Elno enggan."
Sari mengepal geram mendengar ucapan Tedy. "Aku permisi! Lusa aku akan membawa Finola pulang."
"Kenapa Tuhan tidak adil padaku? Aku juga menginginkan Elno sebagai pendamping hidup," ucapnya kesal sembari mengendarai mobil. "Aku harus mencobanya sekali lagi. Ya, harus!" tekad Sari.
...****************...
Semua karyawan serta tamu undangan bertepuk tangan atas pidato yang Elno sampaikan. Secara resmi aplikasi belanja online diluncurkan.
Platfoam yang diberi nama Belanja telah resmi diiklankan di TV dan media sosial lainnya. Para seller diajak bekerja sama dan konsumen diberi promo menarik gratis ongkos kirim untuk membeli barang yang dijual.
"Selain memudahkan belanja langsung dari mana saja, kita akan membuat program kredit belanja, simpan pinjam, tabungan, pembayaran tagihan serta berbagai investasi. Hanya dalam satu aplikasi, pelanggan bisa melakukan apa pun," ucap Elno.
__ADS_1
Semua bertepuk tangan dan berseru. Mereka optimis jika platform yang dirikan mampu bersaing dengan platform yang lain.
"Yakin, jika kita bisa menjadi nomor satu di Indonesia dan Asia," kata Elno lagi.
Kara ikut bertepuk tangan atas keberhasilan Elno. Tanpa disadari, ia menitikkan air mata. Bahagia, bangga pada sosok pria di podium sana.
Elno turun dari podium dan mendapat sambutan salam hangat dari tamu yang hadir. Kara turut memberi selamat dengan memeluknya.
"Aku tidak dapat berkata apa-apa. Aku senang melihat pencapaianmu," ucap Kara.
"Jangan menangis. Ini semua juga berkat kamu."
Kara menggeleng. "Ini hasil kerja kerasmu. Kamu membuat perubahan yang begitu besar. Kerja kerasmu kini terbayar lunas."
"Belum, Sayang. Aku belum mendapat apa yang aku inginkan."
Kara menyatukan kedua tangan Elno, lalu menepuk punggungnya. "Yakin, kamu akan mendapatkannya."
"Semoga. Hanya menunggu ucapan 'iya, aku bersedia', maka dia akan menjadi milikku. Kebahagian itu akan terasa lengkap," ucap Elno.
Bersambung
__ADS_1