
Pengakuan yang mengejutkan bagi Kara. Ia sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi pada Elno jika mengetahui kebenarannya. Mantan suaminya sangat menyayangi Finola, bahkan karena anak itu, Elno mempertahankan Sari. Apa ini karma untuk Elno? Membayangkannya saja Kara tidak mampu.
Kara kembali ke apartemen. Lagi-lagi Ilmi berada di sana menunggunya. Kara sangat tidak ingin berbicara dengan pria yang tega menghancurkan kehidupan sahabatnya sendiri.
"Aku ingin bicara," kata Ilmi.
"Semua sudah jelas. Aku sudah tau segalanya. Finola juga bukan anak Elno. Tedy sudah memberitahuku. Tega sekali kalian. Memangnya apa kesalahan kami sampai kalian berencana memisahkan kami berdua?" cerca Kara.
"Ikut aku. Kita bicara di tempat lain. Aku janji enggak bakal sakitin kamu," kata Ilmi.
"Di sini saja," tolak Kara.
"Sekali ini saja," ucap Ilmi memohon.
Kara menatap Ilmi beberapa saat, lalu ia mengangguk. "Aku ikut denganmu."
__ADS_1
Ilmi berjalan lebih dulu dengan diikuti Kara. Keduanya keluar dari lobby menuju parkiran mobil. Ilmi mempersilakan Kara masuk lebih dulu setelah itu barulah ia menyusul dan mengendarai mobilnya.
Tidak ada yang bicara selagi Ilmi menyetir. Pria itu terlihat baru selesai pulang bekerja karena Ilmi belum mengganti kemeja yang ia kenakan. Selagi Ilmi menyetir, Kara mengirim pesan pada Delia jika ia bersama Ilmi. Tiba-tiba kekhawatiran melanda. Ia menyesal karena mengikuti keinginan Ilmi.
Mobil tiba di sebuah rumah. Ilmi turun begitu juga Kara. Ketika Ilmi mengulurkan tangan, Kara menolaknya.
"Kita bicara di kafe atau restoran saja. Aku enggak mau di sini," kata Kara.
"Ini rumahku. Lebih nyaman di sini. Jangan takut, Kara."
Kara mengulurkan tangannya mengikuti Ilmi masuk ke dalam rumah. Kediaman pribadi karena tidak ada siapa-siapa di dalamnya. Ilmi menutup pintu, lalu mempersilakan Kara duduk.
"Kamu membuatku takut."
"Waktu itu aku memaksamu. Wajar kamu takut. Tapi aku janji enggak bakal sakitin kamu." Ilmi menatap Kara lekat. "Apa cinta itu salah?"
__ADS_1
Kara balas memandangnya. "Cinta tidak ada yang salah. Hanya saja cinta itu datang pada orang yang tidak tepat."
"Benar," jawab Ilmi. "Karena itu aku sampai menjebak Elno. Aku mendukungnya untuk menikahi Sari, padahal aku tau Sari yang secara sengaja melakukan itu. Semua ini karena cinta, Kara. Karena aku menyukaimu."
Bila diingat memang Ilmi hanya bicara saja tanpa melakukan tindakan apa pun pada Elno. Malam itu ia dan Tedy memindahkan sahabatnya ke kamar kemudian kembali berpesta.
Ilmi melihat Tedy dan Sari bermesraan dan menyuruhnya untuk pindah, sedangkan dirinya sudah teler di sofa bersama Lolita. Ilmi tahu apa yang terjadi di dalam kamar ketika bangun di pagi hari.
Kesalahan Ilmi adalah membohongi Elno karena ia tahu, Sari telah tidur bersama Tedy lebih dulu dari pengakuan sahabatnya, dan hasil tes DNA itu yang sengaja dimanipulasi karena Elno telah menikahi Sari lebih dulu ketika ide tes itu tercetus dari bibir sahabatnya.
Elno mengira ia bisa menceraikan Sari jika anak yang telah lahir bukan buah hatinya. Ilmi dan Tedy juga mendengar pengakuan Elno jika selama hamil keduanya tidak bersentuhan. Kehidupan pernikahan normal baru dirasakan Sari setelah melahirkan.
Ilmi yang mencintai Kara tidak membiarkan kebenaran itu terungkap. Ia memanfaatkan kesempatan itu untuk menjadikan Kara sebagai miliknya.
"Kamu bilang itu cinta?" kata Kara. "Itu hanya obsesimu, Ilmi."
__ADS_1
"Aku sungguh mencintaimu," ungkap Ilmi jujur.
Bersambung