
Tidak menunda waktu lagi, Elno dan Kara langsung menuju negara Italia untuk melanjutkan acara bulan madu mereka. Jauh-jauh hari segala syarat keberangkatan sudah disiapkan karena memang keduanya memutuskan untuk berkunjung ke negara menara pisa.
Tiba di roma, Kara dan Elno mengunjungi museum vatikan, piazza navona, colosseum, serta tangga spanyol. Berlanjut ke kota Florence pada dua hari berikutnya.
Kara dan Elno juga menjelajah wisata populer di sana. Selama dua malam keduanya berada di Florence kemudian menuju kota Bologna. Mengunjungi menara Bologna yang terkenal. Hanya satu malam karena Kara sudah tidak sabar menuju Venesia untuk naik gondola.
"Indah banget," kata Kara.
"Kita nyanyi, yuk," ajak Elno.
"Malu sama pendayungnya," sahut Kara.
Keduanya tengah naik gondola menikmati sungai yang tenang, bersih dan indah. Moment yang tidak boleh dilewatkan begitu saja untuk sesi foto serta kegiatan romantis.
"Ya, daripada dia yang nyanyi? Mending kita," ucap Elno.
Kara menepuk punggung tangan suaminya. "Enggak sopan namanya. Biar saja orangnya yang nyanyi. Suaranya bagus juga. Lebih romantis."
Pendayung membuka suaranya. Menyanyikan lagu khas mereka. Kara dan Elno mencoba menikmati alunan lagu itu sambil memandang satu sama lain.
"Enggak nyangka kita berada di sini," ucap Elno.
"Rasanya kayak mimpi, ya. Ingat dulu saat kita baru pertama kali nikah."
Elno tersenyum, lalu mendaratkan kecupan di kening istrinya. "Suamimu ini tidak lagi kerja bengkel atau kelab malam. Suamimu ini sudah jadi pengusaha."
__ADS_1
"Tapi malah lebih sibuk daripada sebelumnya. Kamu akan sering keluar kota."
"Aku usahakan untuk tetap berada di sisimu. Usaha di Kalimantan akan kualihkan pada orang kepercayaanku."
"Berharap begitu," sahut Kara.
Elno memeluknya. "Kita sudah punya segalanya. Rumah, mobil dan tabungan. Hanya ada satu yang belum."
Kara tersenyum. "Kita usaha sama-sama."
"Jangan berhenti sampai kita memilikinya," ucap Elno.
Kara tertawa. "Itu hobimu selain membangun rumah?"
"Hobiku mencetak anak sekarang."
Menikmati makan siang di kafe yang menyuguhkan makanan khas Italia seperti pasta dan secangkir cappucino. Tidak ketinggalan kek tiramisu serta es krim gelato yang mengunggah selera.
"Kita di sini lebih lama, ya," kata Kara.
"Mau naik gondola lagi?"
"Kita ke pulau Murano dan Burano. Sayang banget kalau tidak mengunjungi pulau kecil yang indah itu."
"Katanya mau ke rumah juliet terus belanja di Milan," ucap Elno.
__ADS_1
"Enggak mau pulang," kata Kara.
Elno tertawa. "Pulang, yuk. Aku capek. Lagian cuma lihat pantai sama air. Di Bali juga ada, Sayang. Kita langsung ke Milan saja. Nanti singgah dulu ke Verona."
"Sayang," Kara memelas.
"Ini bulan madu kita. Masa sejak datang kemari aku belum dikasih jatah. Jalan-jalan terus."
"Tiap bangun pagi kita selalu main."
"Beda, dong. Malam romantis masa enggak ada. Pokoknya beberapa hari ini kita tetap tinggal di hotel," ucap Elno.
"Iya, deh," jawab Kara.
"Janji, ya. Pas di Milan aku bakal kasih kamu belanja sepuasnya."
Mata Kara berbinar mendengarnya. "Beneran, Sayang."
"Iya, dong. Kamu boleh ambil barang satu untuk masing-masing item. Selebihnya pakai uangmu sendiri."
"Pelit," kata Kara.
"Biarin," sahut Elno.
Sudah Elno duga. Sesampainya di hotel, Kara malah tidur. Malam ini mereka lagi-lagi melewatkan moment romantis berdua. Elno mengerti istrinya lelah. Ia malah senang ketika melihat senyum bahagia Kara saat menjelajahi kota cantik Italia.
__ADS_1
"Aku janji bakal bawa kamu liburan ke negara yang lain. Doain aku supaya bisa mewujudkan itu semua," bisik Elno kemudian ikut merebahkan diri di samping Kara.
Bersambung