The Wife ( Istri Yang Teraniaya )

The Wife ( Istri Yang Teraniaya )
Kembali


__ADS_3

Hampir semua mata memandang ketika seorang pria berjalan dengan gagahnya menuju pintu luar bandara. Setelan jas rapi membalut tubuh kekarnya. Sepatu pantofel yang ia pakai mengkilap. Kacamata hitam serta jam tangan menandakan pria itu punya duit banyak.


"Selamat datang, Pak. Mobil sudah siap."


"Langsung kembali ke rumah. Aku perlu istirahat," ucap Elno sembari menyerahkan koper serta tas kerjanya.


"Siap, Pak," sahut Rendi, pria kepercayaan Elno.


Selama lima tahun, dapat dihitung Elno kembali ke Jakarta. Ia kembali ketika sidang terakhir putusan cerainya, lalu menjenguk kedua orang tuanya bila sang ibu merengek memintanya pulang.


Selama berada di Kalimantan, ia menjadi seorang developer ternama. Elno membangun rumah serta ruko. Ia juga membuat gedung yang disewakan untuk berbagai kebutuhan. Setiap tahun bila ada yang menyewa, maka uang akan datang padanya. Bisnis yang begitu menguntungkan. Elno cuma diam, tetapi uang masuk ke dalam kantongnya.


Pembangunan gedung bukan hanya di Kalimantan, Elno membangun bangunan serupa di berbagai daerah. Lebih banyak ruko serta perumahan yang ia bangun, dan kembalinya Elno ke Jakarta karena ia ingin meresmikan perusahaan ritel miliknya.


Perusahaan internet yang mengajak individu mengembangkan bisnis online mereka secara mudah dan tentunya menyediakan pengalaman belanja hanya lewat ponsel. Perusahaan itu akan menjadi wadah bagi mereka yang ingin menjual barang secara online.


Sudah setahun Elno mendirikan perusahaan itu dan kini ia akan meresmikannya secara besar-besaran melalui iklan TV dan promosi di berbagai media sosial.


Mobil sampai di rumah tingkat dua. Kediaman baru Elno di daerah Kemang. Ini rumah baru yang ia bangun untuk dirinya sendiri. Tidak ada satu pun wanita yang pernah menjejakkan kaki di sana.


Elno keluar dari mobil setelah Rendi membukakan pintu untuknya. Ada satu pelayan dan penjaga di rumah itu. Mereka dengan senang menyambut kedatangan Elno.


"Apa persiapan untuk besok sudah beres?" tanya Elno dengan mendaratkan tubuhnya di sofa.

__ADS_1


"Beres, Pak. Pukul sembilan pagi kita ada acara sesama karyawan. Lalu, malam hari kita bersama para tamu undangan. Saat ini kita hanya bisa mengundang bintang yang tidak terlalu terkenal untuk iklan," kata Rendi.


"Jangan buru-buru. Kita ini masih tahap berkembang. Pakai saja mereka dan terus gencar untuk promosi," ucap Elno.


"Siap, Pak. Saya akan beri arahan kepada bawahan kita."


"Jangan bilang bawahan. Mereka adalah rekan. Tanpa mereka perusahaan tidak akan jalan."


"Iya, Pak. Saya mohon maaf."


"Kamu pergilah. Besok pagi kita bertemu," kata Elno.


Rendi mengangguk, lalu ia pergi. Elno memanggil penjaga rumah, lalu memintanya untuk mengeluarkan mobil dalam garasi dan memanaskannya. Kalau sudah sampai di Jakarta, Elno tidak akan beristirahat.


"Tidak, Bi. Aku makan di luar saja," sahut Elno yang beranjak dari sofa, lalu berjalan masuk kamar.


Sebelum membersihkan diri, Elno menghubungi seseorang lebih dulu. Wanita yang menjadi mata-matanya selama ini. Tentu saja hanya untuk menanyakan kabar sang mantan.


"Halo, Del," kata Elno ketika panggilannya sudah tersambung.


"Iya, ada apa? Aku lagi sibuk. Banyak barang yang harus dikemas. Kalau ingin bertanya tentang Kara, dia baik-baik saja," ucap Delia.


"Bukan, aku berada di Jakarta. Bisakah kita bertemu?"

__ADS_1


"Kamu ini ingin bertemu denganku atau Kara?" tanya Delia.


"Kamu bawa sekalian Kara-nya."


"Kamu datang saja ke apartemennya. Ketemu saja takut."


"Kara bilang kalau dia akan pergi jika aku menemuinya," ucap Elno.


"Enggak bakalan. Malah dia rindu padamu."


"Seriusan?"


"Iya, datang saja ke apartemennya. Biasa Kara pulang pukul tujuh malam," ucap Delia.


"Kita pura-pura ketemu saja," kata Elno.


"Kayak masih muda saja. Umurmu sudah tua begitu. Ya, sudah. Kita ketemu di mal. Aku bakal bawa Kara ke sana."


"Makasih, Del. Aku akan menunggu kalian di sana."


Elno menutup telepon kemudian meloncat ke atas tempat tidur. Dia seperti seorang remaja yang sedang jatuh cinta. Padahal hanya bertemu Kara saja.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2