
HAPPY READING
.
.
Siang menjelang sore Annasya, Alenza, Bhadra dan Rio tengah mengerjakan tugas mereka, sesekali Bhadra menoleh pada Annasya sedangkan Rio diam-diam curi pandang pada Alenza. Sedangkan Annasya dan Alenza sendiri saling menatap dan sesaat mereka tertawa, mereka menyadari kalau kedua cowok di hadapan mereka tengah memperhatikannya. Bhadra yang merupakan siswa jenius bisa memimpin teman kelompoknya untuk mengerjakan tugas itu hingga senja menjelang tugas mereka sudah selesai.
Annasya hendak pulang menggunakan ojol tapi Bhadra menyuruhnya untuk pulang bersamanya, tentu saja Annasya menolak. Sedangkan Rio menatap Alenza, mereka masih dipekarangan rumah dan Rio bersiap untuk pulang.
"Za!" panggil Rio dan Alenza pun menoleh.
"Kalau mau pulang tinggal pulang!" sentak Alenza dan hendak berbalik untuk kembali kerumah tapi tangannya di tahan oleh Rio.
"Za gue tau loe gak cinta sama gue, tapi gue beneran suk-"
"Za apa teman-temanmu sudah pulang? " tanya bunda Alenza, membuat Rio menghentikan ucapannya.
"Masih ada Bun satu orang! " ucap Alenza lalu mengibaskan tangannya agar terlepas dari genggaman Rio.
"Kalau gitu ajak kembali saja kerumah," ucap bunda menghampiri Alenza dan Rio.
"Nggak usah tante maaf ngerepotin, saya pamit pulang!" Rio menyalami tangan bunda Alenza lalu bergegas pergi, sebenarnya ada hal yang ingin Rio sampaikan pada Alenza tapi tidak jadi.
Alenza menatap kepergian Rio dengan hati yang sakit, dia tidak bisa hanya mencegah Rio pergi karena masih dalam alur cerita.
"Gue bisa merasakan cinta loe sama gue semu saat ini, karena penulis yang membuatmu seperti itu? Apakah masih ada aku dihatimu Rio, apakah kamu benar-benar lupa dengan aku dimasa-masa itu! " gumam Annasya dalam hati menangis dalam diam menahan gejolak hati yang semakin seperti diiris tipis sakit.
Sedangkan Bhadra mengalah dia tidak mengantar Annasya hanya membuntuti Annasya hingga benar-benar sampai rumah dengan selamat. Sampai di rumah keluarga Elga, Bhadra merasa ada yang jangal.
__ADS_1
"Kenapa Nasya kerumah paman Elga? " tanya Bhadra pada diri sendiri, dia terus memperhatikan Annasya sampai masuk ke dalam rumah.
Bhdra pun akhirnya kerumah itu, dan mendapati seorang pembantu menyambutnya, lalu tidak lama Sahara pun keluar dan tersenyum mendapati Bhadra datang kerumahnya. Jangan di tanya bagaimana Annasya dia melotot menatap Bhadra yang kini berada satu atap dengannya.
"Bhadra tumben kemari, sini duduk bersama bibi! " ucap Sahara dan Bhadra pun menurut dengan tatapan mengarah pada Anansya yang tengah berjalan ke suatu ruangan membelakanginya.
Tidak lama kemudiam Elmanno datang, dan langsung menatap keberadaan Bhadra yang tengah memandangi Annasya yang tengah berjalan menuju kamarnya.
"Khm! Kamu Bhadra, apa kabar? " tanya Elmanno.
"Aku baik Kak, apakah Kakak sudah menikah? " tanya Bhadra begitu saja bertanya demikian pada Elmanno. Elmanno menatap Bhadra heran, lalu tidak lama Elga pun datang dan duduk begitu saja di samping Bhadra.
"Wah kedatangan tamu nih, tumben mau mampir kerumah Paman. Apa kamu baik gimana orang tuamu baik juga kabar mereka? " Elga tersenyum pada Bhadra.
"Aku baik Paman, oh ia Kak El aku bertanya kok gak di jawab apa jangan-jangan Kakak udah nikah dan tidak memberi tahunku? " tanya Bhadra dengan nada sedikit dibuat kecewa.
Elmanno menatap sang papi tapi Elga tidak menanggapinya, "Tentu saja udah dong! "
"Biasa aja kali, dia hm yang kamu tatap tadi sampai tidak berkedip! " ucap Elmanno tersenyum pada Bhadra, jangan tanyakan Bhadra dia mendadak melotot dan menatap Elmanno tidak percaya, sedangkan Sahara juga terkejut karena Elmanno mengakui Annsya sebagai istrinya dan jangan katakan bagaimana Elga, dia hanya tersenyum menanggapi.
JDERRRR
Suara petir begitu saja terdengar keras di luar membuat semua orang terkejut, begitu pula Annasya dia keluar dan mencari seseorang agar tidak sendiri dirumah. Hingga kembali pandangan Elmanno dan Bhadra menatap Annasya yang keluar kamar itu.
Sedangkan Alenza, dia juga mendengar petir itu menggema dan menggetarkan dirumahnya, "Dia pasti sudah merubah alur cerita lagi! "
"Gue harus peringatkan Elmanno! " Ucap Alenza.
Petir di senja yang masih menampakan cahaya redup sinar matahari, dan di langit pun tidak ada tanda-tanda akan turun hujan atau badai karena langit begitu cerah hingga Alenza cepat menyadari kalau itu pasti ada sesuatu tentunya tentang seseorang yang menyimpang dari alur cerita itu.
__ADS_1
STAKKK (Berakhirnya dalam alur cerita)
Annasya mengerjap dan dirinya berjalan menghampiri orang-orang di ruang tamu, "Bhadra kamu kemari, bukankah masalah kerja kelompok tadi sudah selsai! " ucap Annasya dengan senyum tulusnya, sedangkan dalam hati ada kekecewaan pada Annasya tapi melihat senyuman di bibir Anansya membuat jantung Bhadra berdebar.
"Cih, ternyata Bhadra sodara gue yang dia bilang cowok yang perhatian sama dia! " lirih Elmanno begitu saja kekamar dan hal itu diperhatikam oleh Bhadra, dan sekarang dia tau kalau Annasya memang istri sodaranya itu karena tadi mereka masuk keruang kamar yang sama.
"Eh Nasya mendingan kamu siapin makanan buat nanti malam! " suruh Sahara, sedangkan Bhadra menatap curiga pada Sahara.
"Kalian teman ya? " tanya Elga mengalihkan pembicaraan.
"Iya Paman, aku sempat kaget karena Nasya masih sekolah sudah menikah aja sama Kak El lagi! " ucap Bhadra, Annasya yang tidak tau harus bicara apa dia oun menuruti pembicaraan Sahara untuk kedapur.
"Hah, gue terpaksa karena ada Bhadra gue malu kalau terus di sana! "gumam Annasya dan melangkahkan kakinya ke dapur.
"Iya kan udah jodohnya aja kali! " Elga tersenyum sedangkan Sahara hanya diam dengan muka masam karena kali ini mereka tengah membahas Annasya.
"Oh begitu ya, Paman dan Bibi aku mau pulang aja deh takut hujan tadi terdengar ada petir juga! " Bhadra pamit.
"Lah main pulang aja, ngapain aja kemari Paman kira mau nginep! " ucap Elga.
"Aku hanya kebetulan lewat depan rumah Paman dan Bibi ya mampir aja udah lama juga tidak kemari." sahut Bhadra tersenyum.
Bhadra pun keluar dari rumah itu dengan perasaan dan hati yang sangat geram amarah, dia masih tidak percaya dengan yang dilihatnya tadi.
Anansya didapur tengah memotong daun bawang sampai mengeluarkan air mata, " Perih banget nih! " gumam Annasya.
"Gue tau dia tadi buntutin gue sampai rumah dan akan berkunjung juga, emang dalam ceritanya seperti itu tapi kenapa Elmanno malah mengakui gue istrinya sampai menyindir Bhadra yang memperhatikan gue, padahal dinovel Elmanno cuma bekata kalau dia udah nikah aja gitu karena ada papih Elga disana! " gumam Annasya dengan pikirannya dan hatinya sendiri sempat tidak memperhatikan posisi pisau yang akan memotong jarinya.
"Loe mau ngiris jari sendiri! "
__ADS_1
Tiba-tiba saja sudah ada Elmanno di sana, dan membuat Anansya terkejut dan membanting pisau itu. "Loe kaya hantu tiba-tiba ada di sini ck! "
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA........