Transmigrasi Mendadak Jadi Istri

Transmigrasi Mendadak Jadi Istri
Bab 26 Penasaran Bhadra


__ADS_3

HAPPY READING....


Malam hari Bhadra sengaja kesekolah tepatnya ke perpustakann untuk membaca novel itu karena penasaran akan cerita selanjutnya yang dia belum baca, suasana sekolah menyeruak sepi di iringi hembusan angin yang seakan menembus pada tulang. Bhadra mengeratkan jaketnya di sana ada dua orang penjaga.


"Kamu mau ngapain kesekolah malam-malam? " tanya petugas itu.


"Gue baru tau kalau sekolahan ini setiap malam ada yang jagaian! " ucap hati Bhadra.


"Itu ada hal yang tertinggal dan harus segera dibawa sekarang juga! " dalih Bhadra.


"Baiklah jangan lama-lama! " ucap salah satu dari petugas itu.


Bhadra pun segera masuk ke sekolah tiap kelas dan halaman kelas terdapat lampu sehingga tidak terlalu gelap disekolah itu ketika malam hari. Bhadra telah sampai di perpustakaan dan terkejut memnapati ada seseorang diperpustakann itu.


"Alenza! " pekik Bhadra, Alenza merasa ada yang memanghil dirinya oun segera menoleh pada Bhadra.


"Ngapain loe kesini? " tanya Alenza.


"Ada buku yang harus gue baca! " ucap Bhadra menghampiri Alenza.


"Buku ini! " Alenza mengangakat buku novel yang terlihat mengeluarkan cahaya itu.


"Kau! " Bhadra terkejut.


"Loe penasaran dengan apa yang selanjutnya akan terjadi? Gak bisa! Loe cukup ikuti alur cerita jangan sampai menyimpang! " dengan celag Alenza menyembunyikan buku itu di tasnya lalu menatap Bhadra tajam.

__ADS_1


"Kenapa loe bisa tau gue sadar akan berada di dunia novel ini?" tanya Bhadra.


"Gue tau karena loe menguping pembicaraan gue sama Nasya selama di perpus ini, dan gara-gara Nasya loe jadi bisa merasakan perbedaan antara luar dan dalam alur cerita! Semejak kejadian di tebing itu loe bukan hanya jatuh cinta sama Annasya tapi sama Sarani Nabiha juga, hal itu yang membuat loe cepat sadar!" jelas Alenza.


"Jika loe gegabah didunia novel ini itu akan berbahaya bagi Annasya, karena loe sebenarnya bukan asli dari dunia novel ini! Ragamu masih di duniamu sendiri. Beda dengan seseorang yang merupakan penghuni resmi dunia novel ini! " sambung Alenza.


"Apa! Jadi kalau bukan dari dunia ini gue berada di belahan dunia mana dong! "terkejut Bhadra.


"Kamu berada berasal dari dunia sama seperri dunia Annasya dan gue! Lambat laun loe juga bakalan ingat semua hal kejadian sebelum loe bisa masuk ke dunia novel ini! " sahut Alenza.


"Ini demi dirinya dan demi dunia novel juga, sekarang loe pergi dari sini, jangan katakan apa pun sama Annasya, tentang Sarani Nabiha loe juga nanti akan tahu," usir Alenza pada Bhadra.


"Baiklah, tapi bisakah gue baca sedikit karena gue masih gak menyangka bisa masuk ke dunia Novel!" pinta Bhadra.


"Sono pergi! " pekik Alenza.


Bhadra telah sampai dirumah, dia kini berada di kamarnya seketika bayangan-bayangan aneh menyeruak dipikirannya. Bayangan dirinya ketika akan menolong teman saat berada dileb. Bhadra melotot dia merupakan salah satu teman Annasya didunianya atau Sarani Nabiha. Satu fakultas dan dia ingat kalau Sarani Nabiha mengalami kecelakaan di leb dan Bhadra hendak menolong tapi dirinya malah terkena batunya juga hingga tak sadarkan diri.


"Sarani! Annasya adalah Sarani! Tapi kenapa gue bisa gak ingat awalnya padahal Sarani mengetahui dan sadar akan masuk kedunia Novel ini! " gumam Bhadra.


Dia masih tidka percaya kalau dirinya bisa terdampar didunia novel juga sama seperti Sarani Nabiha.


STAKKKK (Mulai masuk cerita novel)


Tiba-tiba saja Bhadra mengerjap kini dia berada disebuah kedai coffe, bahkan dia begitu saja tengah memegang gelas kopi itu.

__ADS_1


"Ini apa lagi! " ucap Bhadra, dan terlihat Annasya menghampiri dari arah depan seketika Bhadra tersenyum.


"Nasya! " Bhadra menyodorkan kopi itu kepada Annasya yang baru saja duduk disampingnya.


"Tidak gue tidak suka kopi! " sahut Annasya sopan.


"Hm! " Bhafra segera menarik kembali tangannya dan menyesap kopi itu.


"Hari udah menjelang malam kenapa loe memanggil gue kesini, apakah ada hal penting dan apakah Kak El tidak akan memarahimu? " tanya Bhadra.


"Dia tidak akan peduli terhadap gue! " ucap Annasya seketika tersenym getir sambil air matanya terlihat mulai menggenang di pelupuk itu.


"Nasya ceritalah, apa yang telah loe alami?" cemas Bhadra.


"Bahkan kecemasan gue pada Annasya tidak seperti sandiwara, karena memang gue cinta beneran sama lo Sab! " lirih hati Bhadra.


"Besok adalah hari pesta ulang tahun Kak Naraya apa loe mau datang? " tanya Annasya.


"Tentu saja, apa lagi ada loe disana! Ha! " Bhadra tertawa garing tapi sukses membuat Annasya tersenyum.


"Hm! Gue sengaja kesini memanggil loe cuma ingin mengatakan bahwa gue ingin mengembalikan ini! " ucap Annasya menyodorkan sebuah sapu tangan berwarna hijau.


"Kenapa ada diloe? " heran Bhadra seraya mengambil sapu tangan itu.


"Ah tadi saat gue beres-beres dirumah, sapu tangan loe tergeletak begitu saja dimeja gue menemukannya saat membersihkan meja itu, gue bisa tau itu milik loe karena ada namanya! " jelas Annasya.

__ADS_1


"Makasih! " ucap Bhadra.


SEPERTI BIASA TINGGALAKN JEJAK,,,, DAN KASIH KOMENTAR DIBAWAH YA BIAR JADI SARAN BUAT AUTOR... LIKE JUGA BOLEH, VOTE BOLEH BANGET DI MASUKIN FAVORIT TERIMA KASUH BANYAK.......


__ADS_2