Transmigrasi Mendadak Jadi Istri

Transmigrasi Mendadak Jadi Istri
penghinaan


__ADS_3

Masih di dalam alur cerita, mata Annasya melongo kala di ancam oleh Stepanie.


"Iya, iya akan aku lakukan! " ucapan itu begitu saja terlontar dari mulut Annasya.


"Sial!" ucap kesal Annasya dalam hati.


"Bagus anak baik, lakukan dan awas kalau kamu bohong. Ingat ucapan ku tadi hahaha! " Stepanie begitu saja pergi dan tidak lama sebuah mobil berhenti dihadapannya meninggalkan Annasya sendiri yang entah itu di mana.


Kaki Annasya berjalan entah ke mana, dan Annasya pun mulai teringat kalau di dalam novel dia terus berjalan jauh sampai menemukan sebuah warkop.


"Gue gak bisa ngubah alur cerita, dan dirasa cerita inibsudah mau tamat saja! " gumam Annasya dalam hati.


Annasya akhirnya sampai di sebuah warkop, dengan nafas tersengal karena lelah dia pun dengan lemasnya duduk dibangku warkop yang sepi itu.


"Aduh pasti bakalan ada preman nih, suruhan si Stepanie. Kalau dalam cerita gue bakalan di bunuh di sini. Tapi alasan gue di bunuh kenapa beda dari cerita? " Dengan hati yang wawas berkabut bingung itu Annasya melirik jalanan yang sepi dan warkop yang tutup itu.


Tiba-tiba sepi dan hembusan angin menerpa kulit mulus milik Annasya, bibirnya bergetar matanyabdnegan gesit melirik sekitaran. Dalam hati dia taubbukan hanya dirinya yang berada di sana melainkan ada beberapa preman yang sedang menunggu situasinaman untuk menyerang. Sedangkan tubuhnya pun sama sekali tidak bisa dia gerakan walau hanya menggerakan telunjuknya saja tidak bisa.


Annasya dalam hayi berdoa, walau dia tau kisah Annasya dalam novel ini begitu buruk tapi dia berharal keajaiban datang kepadanya.


"Apakahngue hanya bisa diam menunggu kematian saja?" lirih hati Annasya.


"Ibu, Ayah! Sarani harap kita akan bersama kembali setelah cerita ini selesai! " ucap sendu hati Annasya.


Di dalam novel memang Annasya di ancam oleh Stepanie, tapi karena ke egoisannya dan tidak percaya akan diri Annasya yang mengatakan kalau dia akan meninggalakan Elmanno dalam sepekan. Stepanie tetap melancarkan aksinya untuk menyerang, makanya dia sebelumnya mengajak Annasya ke tempat yang sangat sepi.


Dan benar saja kali ini dua orang preman muncul daei balik warkop itu.


"Hai cantik kok sendirian aja, atau sengaja sedang menunggu kami? " tanya dalah seorang preman dengan setelan celana dan baju jeans belel dan banyak begitu tato di badannya serta pipinya.


"Jangan dekati gue! " sentak Annasya dengan bibir gemetar, dia sangat takut bukan hanya menjadi peran tapi dia pun takut akan dirinya yang akan di bunuh dnegan mengenaskan di sana.

__ADS_1


"Ini sudah tidak akan keluar dari alur cerita, karena di sini puncaknya dan sialnya gue harus nurut dna melihat bagaiman hue dibperlakukan kasar. Ibu Ayah! Sarani takut! " Jerit hati Annasya dia benar-benar ketakutan sungguh.


"Mana bisa tidak mendekati wanita cantik dan masih berdain muda ini! " kembali preman itu menggoda Annasya.


"Hey loe ingat tugas kita untuk melenyapkan dia! " kasih tau seorang temannya itu sambil menjitak kepalanya.


"Hey boss, mubajir kalau tidak di icip dulu dan langsung di binasakan ia kan cantik? " preman itu mulai menghampiri Annasya dan mencolek dagunya. Annasya buru-buru berdiri hendak lari taoi tangannya di cengkram oleh preman yang tadi menggodanya.


"Sebenarnya kenapa kalian ingin mencelakai gue? Kalian ini siapa? Dan lelaskan tangan ku! " Pekik Annasya sambil menggoyangkan tangannya berusaha untuk berontak.


"Cantik kamu berontak dan menggelinjang seperti itu menambah minaymt abang nih buat mencicipi kue apem punya nenk cantik ini hahahaha! " premna itu menarik Annasya.


"Tidak! Lepasan dasar biadab! Tolong! Tolong! " Annasya sekuat tenaga untuk berteriak sampai krongkongannya terasa sakit.


"Jangan teriak percuma, gak akan ada yang dengerin! " ucap salah seorang dari pereman yang memakai topi itu.


"Awas kalian mencoba menyentuhku! " Annasya menggit sekuatbm tenaga lengan pria gendut itu sampai lengannya berdarah.


Akhirnya Annasya bisa terlepas, saat akan berlari sialnya Annasya kembali tertangkap oleh prwman yang satunya.


"Tolong! Tolong! Tolong! " kembali Annaymsya berteriak air matabsudahbtidak bisa berhenti memebasahi kedua pipinya.


"Aku mohon tuhan jangan pernah ini terjadi padaku. ini sangat mengeerikan dan aku ketakutan kali ini! " ucap Hati Annasya.


"Dobarak pintu itu!" tidahnya pada rekannya itu.


"Bos kita anu ini dulu, mubajir loh! " Pria itu yang menginginkan tubuh Annasya berucap.


"gue mohon jangan apa-apakan tubuh ini," nada serak Annasya terlontar.


"Oke kalau begitu! " sahut sang rekan preman itu.

__ADS_1


Pintubm warkop itu berhasil di dobraknya Annasua di lempar kedalam dna kedua oreman itu bersiap untuk membuak sleting celana mereka. Annnasya yang berjiwa Sarani itu hanyabbisa teriak dalam hati dan mengucapkan doa agar keajaiban datang dari mana saja dia tidak ingin diperlakukan selerti ini, walau itu bukan tubuhnya tapi pasti dia akan merasakn sakit pahit dan derasnya siksaan yang di alami Annasya ini.


"Ayo neng cantik buka bajunya perlihatkan kedua gunung yang sental itu!" Preman itu mulai memaksa Annasua membuak baju.


"Tidak! Jangan sentuh gue! Tidak! Jangan! " Annasya memberontak semua anghota tubuhnya bergerak dan berusaha untuk terlepas dari jeratan preman yang akan menghinanya.


"Diam!" sentak preman itu yang mulai kewalahan dengan berontakan Annasya.


"Tidak! Tidak! " teriak Annasya semakin histeris kala bajunya berhasil terlepas.


plakkkk


plakkk


Preman itu menampat Annasya beberapa kali hingga akhirnya terdiam taoi masih mengoceh untuk berkata tolong, suara seakan habis air mata seakan terkuras sudah tidak ada yang keluar isak tangis yang pilu. Hati yang hancur.


"Nah nurut ya cantik! " Preman itu memaksa membuka pakaian Annasya.


"Tidak aku mohon jangan! " suara parau itubkembali tersengar.


Brraakkkk


Bruukkkkkk


Tiba-tiba saja dua orang membuka pintu warkop itu kasar dari luar dan membuat kedua preman itu seketika menghentikan aksinya pada Annasya.


"Woy siapa loe! " pekik salah seorang preman itu sambil mengambil belati disaku celanya dna mengarahkannya pada dua sosok pemuda itu.


"Gue orang yang mau nyelamatin dia! " pekik laki-laki itu yakni Elmanno dna di sampingnya Rio menemani.


"Oh dia pacar loe, tapi sayang dia udah di tangan dan kita tidak akan melepaskan dia begitu saja!" preman itu kembali memakai bajunya dan kali ini Elmanno dan Rio yang jadi sasaran.

__ADS_1


"Kalian Anak muda nantangain kami? Coba saja kalau berani?" tantang oreman itu pada Elmanno dan Rio.


"El! " Lirih Annasya dan sembuarat senyum getir terlihat di bibir Annasya, air mata akhirnyabbisa menetes kembaki rasa kega dia rasakan. Keajaiban itu ada dan ternyata keajaiban itu datang dari seseorang yang menyayanginya.


__ADS_2