Transmigrasi Mendadak Jadi Istri

Transmigrasi Mendadak Jadi Istri
Bab 25 Sadarnya Elmanno


__ADS_3

Annasya sampai kamar dia segera mengganti pakaiannya lalu kedapur karena merasa sedikit lapar setelah pulang sekolah, hingga di jalan menuju dapur terlihat dari pintu utama Elmanno pulang sambil digandeng oleh Stepanie, hal itu juga disaksikan oleh semua orang yang berada di sana termasuk Bhadra sampai Stepanie pun melepaskan tangannya dari tangan Elmanno.


"Hai Kak! " sapa Bhadra


"Hm, kamu kemari lagi? " ucap Elmanno.


"Tentu saja ada hal penting yang harus aku omongin sama bibi! Dan siapa wanita cantik ini rasanya aku pernah melihatnya di mana gituh! "ucap Bhadra.


"Dia Stepanie seorang model terkenal ya pasti lah kamu pernah melihat dia dimajalah atau di tv sekalipun!" ucap bangga Sahara pada Bhadra.


"Oh gitu yah, dan ah kalian terlihat bergandengan tadi apa aku salah lihat! Kak udah punya istri loh jangan selingkuh!" ucap Bhadra.


"Diam bocah! " pekik Elmanno.


"Hahaha bercanda! Mana mungkin Kakak El begitu kan! " Bhadra tersenyum garing, sedangkan Annasya masih disana memperhatikan pembicaraan mereka.


"Step sebaiknya kamu samperin Naraya di kamarnya! " ucap Sahara.


"Iya tante! " sahut Stepanie dan beranjak menjauh dari sana.


STAKKKK (Berakhirnya alur dalam novel)


Bukh


Bukh


Terlihat Bhadra memukul Elmanno membuat semua perhatian tertuju pada mereka.


"Eh kalian kenapa? Hentikan Bhadra! " Pekik Sahara.


"Laki-laki kurang ajar! " ucap Bhadra dan terus memukul Bhadra.


Bukh


Kali ini Elmanno yang memukul rahang Bhadra hingga tersungkur di lantai, sedangkan Annasya hanya menutup mulutnya tidak percaya melihat Bhadra yang seperti itu.


"Apa dia menyadari sesuatu? " tanya Annasya pada dirinya sendiri.


"Kenapa? Apa urusannya dengan loe gue gak bisa menghindar dari wanita model itu! Mungkin loe sadar kan sekarang! " ucap Elmanno dan membuat Bhadra serta Annasya terkejut.


"Oh memang dalam cerita loe hanya mencintai dia dan akan selalu menyiksa Annasya! Tetaplah seperti itu, Asal loe tau gue suka sama dia dan akan selalu melindungi dia dari kebusukan loe! " Bhadra menyenggol bahu Elmanno seraya keluar dari rumah itu.

__ADS_1


"Ya ampun mereka berdua menyadarinya. Apakah gue akan menetap di dunia ini? " Annasya segera kedapur bukan untuk mengganjal perut tapi mencari sesuatu.


"Pisau, pisau, pisau mana! Gue harus bunuh diri di dunia ini biar gue kembali kedunia gue sendiri!" pekik Annasya dan disana bibi Sum yang melihat tingkah Annasya segera menghampirinya.


"Non ada yang dicari? " tanya Bi Sum.


"Pisau, mana pisau! " ucap Annasya seperti kesetanan dia cemas karena Elmanno dan Bhadra mengetahui kalau mereka berada di dunia novel dan akan menghambat dirinya untuk pulang kedunianya.


"Ini! " Bibi Sum menyodorkan pisau dia tidak menyadari rasa panik yang Annasya rasakan.


Annasya dengan cepat mengambil pisau itu dan seketika mendekatkannya pada lengan, membuat bibi Sum berteriak dan Elmanno yang mendengar teriakan itu segera menghampiri dapur.


"Non jangan non, istigfar! " ucap bibi Sum.


"Gue harus berani, gue gak mau lama-lama di dunia ini! " ucap Annasya dan hendak menghoreskan luka dilengannya.


"Apa loe gila! " Elmanno menarik tangan Annasya yang bergetar memegang pisau itu.


"Lepaskan gue, gue harus mati didunia ini agar gue kembali ke dunia gue sendiri! " Annasya menarik tangannya dari genggaman Elmanno tapi tidak bisa karena Elmanno memegangnya dengan kuat.


"Yak lepas! " Annasya sekuat tenaga supaya bisa melepaskan tangannya, tapi Elmanno malah membuat pisau itu jatuh dengan menarik paksa pisau itu sambil mencengkaram kuat tangan Annasya.


"Nasya! " Elmanno segera memeluk Annasya menenggelamkan kepala Annasya ke dada bidangnya.


"Non! " bi Sum menitihkan air matanya, sambil menyodorkan segelas air putih pada Annasya. Elmanno pun mengambilnya, lalu memberikannya pada Annasya.


Elmnno menuntun Annasya menuju kamar setelah Annasya meneguk air itu lalu mendudukannya disofa. Elmanno tidak menjauh dari Annsya dia terus berada di sampingnya hingga terdengar hembuasan nafas panjang Annasya.


"Kenapa loe mencegah gue, padahal gue cuma ingin kembali kedunia gue saja! " ucap Annasya menoleh pada Elmanno.


"Gak boleh! " ucap Elamnno.


"Apa loe kata! Gue harus kembali!" pekik Annasya.


"Nggak! " Elmanno segera memeluk erat Annasya.


"Loe suka ma gue?" tanya Annasya dengan percaya dirinya, mendengar Annasya bertanya Elmanno malah membungkam bibir Annasya dengan bibir miliknya. Tentu saja membuat Anansya melotot dan menepuk pundak Elmanno.


"Jangan pergi! " ucap manja Elmanno melepaskan tautan mereka tapi tidak melepaskan pelukannya.


"Ogah gue disini, harus menderita dan melihat loe bermesraan dengan wanita model itu ck! Lepas loe sudah mengambil semua aset gue!" Annasya mendorong paksa dada Elmanno kuat tapi tetap dia tidak melepaskannya.

__ADS_1


"Itu terpaksa harus bermesraan dengannya, kamu cemburu! Dan lagi aku belum merasakan aset yang paling indah dari tubuhmu sayang! " Elmanno menyatukan keningnya dengan kening Annasya ,sambil bergidik bahu Annasya mendengar ucapan Elmanno


"Eh! Awas loe! " Annasya segera menutup bagian bawahnya dengan kedua tangan, sedangkan Elmanno hanya cekikikan dan kembali meraup paksa bibir Annasya.


Tuingggg


Annasya mendorong kening Elmanno dengan telapak tangannya, bibir Elmanno pun terlepas dari bibirnya menyisakan Elmanno yang masih memonyongkan bibirnya.


"Nasya! " pekik Elmanno.


"Loe main nyosor saja! Sikap loe aneh semenjak hari kemarin gue jadi ngeri sama loe! " ucap Annasya menjauhkan diri.


"Entah lah rasa bibirmu itu manis dan bikin ketagihan tau, aku suka! Lagian nggak apa-apa kan halal ini!" Ucap Elmanno tersenyum pada Anansya.


"Sarani Nabiha!" panggil Elmanno, membuat Annasya terkejut dan segera menoleh pada Elmanno.


"Loe emang sudah sadar bener ya! Loe gak lupa saat di luar alur cerita? Ampun ini akan semakin sulit! "grutu Annasya.


"Berkat kamu yang selalu mengaku kalau itu namamu! Aku jadi sedikit mengetahui perbedaan, kadang kamu galak kadang suka nyosor sendiri menyerahkan badanmu itu dengan suka rela! " Elmanno mengerlingkan matanya genit.


"Ih, itu bukan gue! " Annasya bersiri dan melihat ada bercak darah di sudut bibirnya.


"Darah itu nanti juga bakalan hilang! " gumam Annasya tapi masih terdengar oleh Elmanno.


"Seperti luka lampu kaca itu kan! " sahut Elmanno dan lagi Annasya dibuat terkejut.


"Loe semenjak itu udah sadar juga? " tanya Annasya.


"Aku juga merasa kalau pernah terluka oleh mu tapi pagi harinya hilang begitu saja! Dari sana aku mengetahui sesuatu sampai berhari-hari aku mengerti terkadang badan dan mulut kaku tidak bisa bicara dan bergerak sendiri, tapi saat aku paksakan bicara saat ada Bhadra aku bisa bicara juga! Sebenarnya ini dunia ala sih? " jelas Elmanno.


"Oh! Dunia novel" sahut Annasya singkat.


"Kamu mau kemana? " tanya Elmanno saat Annasya beranjak pergi dari sofa itu.


"Mandi! " jawab Annasya tanpa menoleh pada Elmanno.


"Ikut! " Elmanno segera menghampiri Annasya.


"Ogah! " Annasya cepat berlari ke kamar mandi dan segera mengunci pintu itu dari dalam menghiraukan Elmanno yang terus menggedor pintu itu.


MOHON UNTUK TINGGALKAN JEJAK YA, KASIH LIKE, KOMEN, FAVORIT JUGA VOTENYA.

__ADS_1


__ADS_2