Transmigrasi Mendadak Jadi Istri

Transmigrasi Mendadak Jadi Istri
Bab 22 Keanehan Elmanno


__ADS_3

Happy Reading...


Acara makan malam pun telah selesai semua yang berada di rumah itu pun bubar, ada yang nonton tv, ada yang keruang kerja dan ada yang di kamar tentu saja yang di kamar adalah Annasya. Annasya menatap ponsel disofa, sepertinya bukan ponsel milik Elmanno pikirnya hingga Elmanno pun terlihat memasuki kamar.


"Ini ponsel siapa? " tanya Annasya setelah Elmanno terlihat duduk di sampingnya.


"Stepanie! " jawab Elmanno dengan tiba-tiba mencium pipi Annasya sedangkan Annasya sendiri hanya melebarkan matanya bulat-bulat.


"Yak! " Annasya hendak memukul Elmanno tapi Elmanno berhasil menaangkap tangan kecilnya itu.


"Jadi istri jangan suka main tabok aja! Berani dan tangguh banget gue punya istri! " ucap Elmanno.


Jdeeerrrrrr


Suara petir menyeruk kencang diluar...


Jdeerrrrr


Kembali tiada henti membuat Annasya spontan memeluk Elmanno dan Elmanno pun membalas pelukan Annasya.


"Kenapa ini? tadi siang juga ada petir tapi tidak hujan atau mendung sekalipun! " gumam hati Annasya.


"Erat banget meluknya! " sindir Elmanno dan segera Annasya melepaskan dirinya tapi dihalang oleh Elmanno.


"Diam lah! " ucap Elmanno mengeratkan pekukannya.


Annasya dengan paksa mengigit kuat dada Elmanno agar terlepas, dan tentu saja itu berhasil.


"Tega kamu sama suami mu sendiri! " ucap Elmanno, sedangkan Annasya kembali melotot dengan hati berdebar. apakah ini Elmanno? Kenapaa bisa merajauk kepadanya,aneh sekali? Padahal dalam novel dia hanya bisa menyakiti Annasya tapi kenapa ini? Hingga dia teringat akan perkataan Alenza yang bisa saja Elmanno sadar kalau dirinya berada didunia novel dan bisa merasakan perbedaan antara dalam dan luar alur cerita.


"Apa Loe menyadari hal ini? " tanya Annasya menatap tajam Elmanno.


"Apa maksud mu? " Elmanno malah bertanya dengan nada lembut.


"Biasanya loe panggil gue dengan sebutan loe bukan kamu! Apa loe menyadari sesuatu!" pekik Annasya.


"Sesuatu apa! " Elmanno dengan raut muka yang di buat bingung.


"Jangan bercanda sama gue! Loe kali ini bersikap aneh sama gue! Bukannya loe jijik sama gue! Loe gak sudi nikah sama gue? tapi kenapa perlakuan loe kaya gini kegue sekarang! " teriak Annasya dia memundurkan kakinya, takut kalau hal yang Alenza sebutkan itu benar kalau Elmanno bisa sadar kalau dirinya berada di dunia novel, kalau seperti demikian maka Annasya akan susah untuk kembali kedunianya bahkan akan semakin dipercepat alurnya dan menjadi bahaya bagi dirinya.


"Bukannya seharusnya perhatian dan sayang sama istri? bahkan kamu telah melakukan kewajibamu kepada ku semalam kan dan tidak ada keterpaksaan? Bagaimana kalau kita melakukannya lagi, kita buat dedek bayi yuk! "


Plakkkk


"Nasya! " pekik Elmanno menatap Annasya, sambil memegang pipi yang di tampar Annasya itu.

__ADS_1


"loe gak nyadar kan,loe bersikap begini sama gue cuma mau PHP kan, karena loe cinta mati sama si Step itu kan? Jangan sampai loe sadar dan menghambat gue keluar dari dunia ini! " Annasya bangkit dari sofa dan merangkak di kasur lalu berbaring dengan degupan hati khawatir.


Dalam khawatir Annasya walau dia terbaring tapi matanya tidak bisa terpejam dia tengah berpikir bagaimana caranya untuk keluar dari dunia novel itu, dia menginginkan dunianya lagi. Kasur pun bergerak menandakan kalau Elmanno naik keatasnya, Annasya segera membelakangi Elmanno dan pura-pura memejam kan matanya.


"Kau suka sama Bhadra? " tanya Elmanno, tapi tidak ada sahutan dari Annasya.


"Nasya aku tau kamu belum tidur! " ucap Elmanno lembut lalu membelai kepala Annasya.


Annasya sepontan menepis tangan Elmanno dan berbalik menghadapnya, dan kini mereka saling pandang.


"El kenapa loe begini sama gue? " tanya Annasya, dia masih ingin meyakini hatinya kalau itu Elmannk bersikap seperti itu hanya candaan saja agar dia baper dan nanti dia di sakiti, karena Elmanno dalam novel juga selalu menyakiti hati Annasya.


"Kenapa? " pertanyaan ambigu menurut Annasya itu terlontar dari mulut Elmanno.


"Berhenti membuat gue merasa aneh! Sono tidur nanti loe juga lupa kejadian ini?" pekik Annasya lalu kembali membelakangin Elmanno.


"Dan iah, di novel memang loe ngelakuin itu sama gue tapi ingat gue yang sesungguhnya masih suci jadi jangan macam-macam sama gue! " sambung Annasya berbicara.


Sedangkan Elmanno hanya mengernyirkan alisnya lalu tersenyum jail dan berkata, "Kau juga menikmatinya kan dan kamu belum menjawab pertanyaanku. Kamu mencintai Bhadra? "


"Jangan panggil gue dengan sebutan kamu, biasanya loe kan. masalah cinta enggaknya gue sama Bhadra itu terserah gue gak guna juga buat loe jangan ajak bicara gue mau tidur! " pekik Annasya.


"Awas jangan sampai selingkuh nanti dosa loh! " ucap Elmanno masih setia menghadap punggung Annasya.


Annasya yang dibuat geram dia memejam matanya sejenak lalu mengapal dan menoleh pada Elmanno membuat bibir mereka bersentuhan, dan tentu saja itu membuat kaget mereka.


Annasya mengerjap dan mendapati dirinya tengah berada di sekolah tepatnya dikelas sambil memegang sapu, hingga Alenza menghampirinya.


"Yang piket datangnya pagi banget! " sindir Alenza.


"Murid teladan dong! " sahut Annasya, dan terlihat Bhadra datang dan menyimpan tasnya menatap Annsya beberapa saat lalu kembali keluar.


"Nasya loe sama Bhadra berantem? " tanya Alenza.


"Tidak, gue kemarin meneleponmu terus mau ngasih tau sesuatu sama loe! " Nasya menarik tangan Alenza lalu duduk di bangku mereka.


"Za! Bhadra tau kalau gue udah nikah!" bisik Annasya.


"WHAT! " Alenza memelotokan matanya.


"Suuttttttttt jangan keras-keras! " Anansya membungkam mulut Alenza.


"Kok bisa, bagaimana? Kapan dia mengetahuinya? " tanya Alenza penasara.


"Kemarin setelah kerja kelompok dia ngikuti gue kali ya sampai rumah, lalu dia masuk rumah dan-"

__ADS_1


"Kok bisa masuk begitu saja! " Alenza memotong pembicaraan Annasya.


"Jangan potong! " Annasya menatap tajam pada Alenza sedangkan Alenza sendiri hanya tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih itu sambil mengangguk.


"Dan ternyata Elmanno dan Bhadra itu sodaraan tau, gue juga kaget dibuatnya! Tapi biarlah dengan dia tau gue istri dari sodaranya mungkin gak akan ganggu hidup gue lagi, dan dia juga bisa cari wanita lain! " ucap Annasya.


"Hm, emang bener sih tapi apa loe jamin mulut dia gak akan bocor? " tanya Alenza.


"Entahlah, tapi gue akan bicara sama dia agar merahasiakan hal itu! " jawab Annasya.


"Gue denger! " tiba-tiba Rio dari arah belakang mereka.


"RIO! " pekik Annasya dan Alenza bersamaan menolek ke belakang.


"Loe ngapain disini! " hardik Alenza.


"Hoammm! " Rio terbangun dari bangku itu setelah membaringkan dirinya disana.


"Sekolah, napa? " Rio mengucek matanya.


"Loe denger semuanya? " tanya Annasya cemas.


"Hu um! " Rio mengguk.


"Awas loe bocor, nanti bibirmu aku gunting!" ancam Alenza.


"Kalau di guntingnya sama bibir loe ya sekarang juga gue bakalan wawar! " Canda Rio.


"Loe! Kenapa buat gue kesel aja! Makin benci gue sama loe! Ah loe tau gunting yang suka di pake sama tukang kebun nah gunting segede itu yang bakal gue pake buat motong tuh bibir kalau bocor! " Alenza menunjuk Rio.


"Tega banget loe! Awas makin benci makin cinta loh! " Rio menopang dagunya sambil menatap Alenza.


"Rio gue mohon jaga ya rahasia gue, gue nikah itu juga karena perjodohan terpaksa! Jadi jangan sampai orang lain tau ya! " ucap lembut Annasya pada Rio.


"Oke gue bakalan tutup mulut, tapi sekarang loe kasih gue diamond!" ucap Rio.


"Gue gak tau itu apa yang pasti bukan diamond beneran kan! , tapi gue akan kasih uangnya biar loe yang beli berapa? " tanya Annasya.


"Itu buat game gua, gak apa-apa lima ratus ribu aja cukup kok! " Rio menaik nurunkan alisnya.


"Gini nih loe itu pamrih, eh! Gak ada minatnya untuk cinta sama loe! " Alenza memalingkan wajahnya.


"Ck! Segala sesuatu juga harus ambil resiko kaya gue cinta sama loe udah lama tapi loenya aja pura-pura abai sama gue ya gue harus tanggung resikonya."


"Gak pura-pura kali! "

__ADS_1


"Berisik! Noh Rio ambil uangnya dan pergi dari sini, bisa-bisa gue pingsan gara-dara mendengar dan melihat kalian bertengkar mulu! " Anansya menyimpan selembaran uang itu tepat dimeja depan Rio.


LIKE NYA KOMENTARNYA FAVORITNYA DAN VOTENYA DITUNGGU.........


__ADS_2