
Satu bulan berlalu kini Sarani dan Ruslan akan menggelar pernikahan mereka, Sarani meminta usul untuk memajukan tanggal pernikhan di mana hati pernikahan itu bertelatan dengan ulang tahun Ruslan. Dia ingin selalu mengingat tanggal pernikahan itu sekalian mengingat hari ulang tahun Ruslan.
"Kita akan menggunakan konsep apa?" tanya Ruslan pada Sarani yang kini di sampingnya.
"Bagaimana kalau kita menggunakan tema warna putih!" sahut Sarani.
"Kenapa?" tanya Ruslan.
"Aku ingin menggunakan konsep luar angkasa, dimana semua tamu menggunakan baju warna putih serta pernikahan di adakan malam hari!" Sarani berbinar.
"Kamu ini ada- ada saja, mana ada yang nikahan malam hari kecuali pernikahan tante tante!" Ruslan terkekeh.
"Kamu ini! Kita cari suasana baru dong! Biar pelaminan kita di hiasi dengan mode angkasa, seakan kita menikah di bulan dan disaksikan bintang-bintang yang gemerlap. Dan waktu yang pas adalah malam hari!" Sarani menatap harap pada Rislan agar permintaanya di setujui.
"Kamu ini ya! Apa tidak terlalu kekanakan?" Ruslan bicara dengan pelan dan hati-hati agar Sarani tidam marah.
"Kata siapa kakanakan! Lihatlah contoh konsep yang ada di buku ini ada yang doraemon, hello kitty juga ada apa itu bukan di sebut kekanakan! Sentak Sarani dan membuat Ruslan mengerjapkan matanya.
"Iya deh terserah kamu!" Ruslan memalingkan wajahnya.
"Kok kaya yang gak setuju gitu sih!" Sarani cemberut dan membuat Ruslan bingung dengan tingkah Sarani.
"Aku terserah kamu yang penting kamu seneng kan!" Ruslan kembali menoleh pada Sarani.
"Tapi dari nada ucapan dan raut wajahmu kamu terlihat tidak setuju dengan usulanku itu!" Sarani menjauhi Ruslan, sedangkan Ruslan haya menghembuskan nafas panjanganya.
"Iya deh aku gak setuju karena di adainnya malam hari, itu saja!" Sahut Ruslan.
Sarani menunduk bagaimana pun dia tidak boleh egois dia harus memikirkan bagaimana agar keinginan dan keinginan Ruslan juga terpenuhi.
"Terus kamu maunya konsep seperti apa?" Tanya Sarani dan mendengar hal itu kini giliran Ruslan yang berbinar.
"Konsep terserah kamu tapi aku ingin pernikhan kita di siang hari bukan di malam hari!" Ruslan menatap Sarani.
Kini keduanya memikirkan sesuatu tentang bagaiamna konsep yang cocok higga Ruslan menjentikan jarinya dia telah menemukan solusinya.
"Kita adain saja pernikahan di gedung, tapi konsepnya di bikin malam hari dan berlatar belakang luar angkasa seperti yang kamu mau bagaiamana!" Ruslan mengajukan usulan.
"Berarti yang di tatap bukan bintang asli dan bulan asli dong!" Sarani cemberut.
"Ya kita resepsinya malam hari, dandi pantai bagaimana?" Ruslan tersenyum
"Setuju!" Sarani tersenyum lalu akan memeluk Ruslan, tapi tidak jadi.
"Kenapa?" tanya Ruslan.
__ADS_1
"Nanti dua minggu lagi!" sahut Sarani.
"Hem...!" Ruslan mengerucutkan bibirnya.
"Kalian ada di sini?" tanya Adam yang kini baru datang dan duduk disamping Ruslan di ikuti Amelia yang duduk disamping Sarani.
"Bukan ini bayanagn kami!" jawab ketus Ruslan.
"Ah kamu suka gitu si bro!" Adam meneluk bahu Ruslan.
"Kalian akan memilih konsep pernikahan seperti apa?" Amelia berbinar melihat beberapa contoh konsep pernikahan dimeja lestoran itu.
"Nanti aku kita bicarakan sama kamu!" ucap Sarani.
"Apa konsepnya di luar buku contoh yang telah aku berikan ini!" Amelia menunjuk buku itu.
"Iya, kami mempunyai konsep lain kamu harus bisa membuat kami kagum nanti dengan permintaan kami yang lebih keren!" sahut Ruslan.
"Kalian gak mikir untuk membuatku sulit hem?" Tanya Amelia, Ya Wo yang bertugas mengatur persiapan pernikahan Ruslan dan Sarani itu dari Amelia.
"Tidak kok!" Sarani tersenyum.
"Awas kalian jika membuat istriku kesulitan dan membuatnya harus bekerja lembur!" Amcam adam.
"Itu sudah tugasnya kali dan terima saja resikonya!" sahut Ruslan.
"Kata siapa kekurangan suntikan, suntikan ada di lemari ku banyak kamu mau berapa kali aku suntik eum, bokongmu aku suntik mau!" Ruslan pun kembali membalas tatapan Adam.
"Yak, hentikan!" Ucap Sarani.
ooekkkk
Terlihat Amelia seperti akan muntah spontan Sarani memijat tengkuk Amelia, Adam tentu sangat oanik dia segera berjongkok di samping Amelia.
"Kamu kenapa?" tanya Adam.
Amelia tidak menjawab dia malah berlari mencari toilet, karena dirinya merasa mual, dan di susul Adam.
"Amelia kenapa?" Tanya Sarani.
"Munkin dia masuk angin tau bisa jadi dia tengah mengandung!" Sahut Ruslan dan meyantap makanannya yang tersaji di meja.
"Wah mudah-mudahan pilihan yang kedua benar ya!" Sarani seperti mendoakan.
"Kamu juga pengen? Nanti kalau kita udah nikah sekitar dua mingguan lagi!" ujar Ruslan dan Sarani hanya mengernyitkan dahinya bibgung, karena telah bicara keluar dari topik.
__ADS_1
"Kita lagi ngomongin Amelia bukan ngomongin kita!" sahut Sarani.
"Tapi kamu juga pengenkan hamil nanti?" Ruslan malah bertanya.
"Ya iyalah nanti kalau sudha menikah!" ucap Sarani.
"Nah kan betul!" Ruslan terkekeh karena telah berhasil mengerjai Sarani dengan ucapannya.
"Terserah kamu deh!" Sarani lalu menyedot jus di hadapannya.
"Nanti saat kita menikah, aku juga ulang tahun loh! Aku mau kado spesial dari kamu!" Ruslan menurun naikan alisnya.
"Apa? Bukankah pernikahan ini adalah kado spesial?" Ucap Sarani menatap Ruslan.
"Yak itu juga termasuk ,hanya saja aku ingin kado yang lain yang khusus kamu berikan padaku!" pinta Ruslan.
"Sudah aku siapkan tenang saja!" Sarani tersenyum.
"Apa?" Ruslan penasaran.
"Ya nanti lah pas waktunya bukan sekarang, kamu tuh ada ada saja!" Sarani menatao jus dihadapannya dan memutar sedotan itu di dalam gelas.
"Tapi beneran ada ya?" Tanya Ruslan.
"Iya, kamu ini gak percaya sama aku!" Sarani mebuka buku yang berisi konsep perikahan itu.
"Iya, iya!" Ruslan pun menopang dagunya sambil memperhatikan Sarani dihadapannya.
"Apa Rio sudah pulang sekolah?" Tanya Sarani.
"Jam segini dia pasti sudah ada di rumah!" Jawab Ruslan.
"Tapi ngomong-ngomong kenapa kamu pengen konsep luar angkasa?" Sambung Ruslan bertanya pada Sarani.
"Karena aku suka aja dan kebetulan Rio juga suka kan!" Sahut Sarani dan membuat Rio tersenyum karena bisa menerima Rio ditengah-tengah hubungan mereka.
"Makasih ya kamu telah menerima Rio," Ruslan tersenyum dan menatap Sarani.
"Kenapa harus tidak menerimanya, dia lucu dan menggemaskan pintar pula sama sepertiku!" ucap bangga Sarani.
"Ia kalian memang pintar dan cerdas hingga bisa menaklukan hatiku juga!" Ruslan mengacungkan kedua jempolnya.
Sedangkan Amelia dan Adam yang kini berada di toilet wanita. Adam terus memijit tengkuk Amelia, bahkan menghiraukan tatapan para wanita di sana.
"Kamu tunggu di luar, tidak enak ikut kemari ini di toilet wanita!" ucap Amelia denham nada lemahnya.
__ADS_1
"Tidak Mel, kamu udah mendingan kan kita langsung saja ke dokter!" Adam membopong tubuh Amelia keluar.