
"Bumerang? " lirih Alenza.
"Ya dan seseorang yang menghambat berjalannya alur cerita harus di musnahkan, apalgi kamu hanya seorang oendatang jadi tidak susah untuk mengekuarkanmu dari dunia ini! " sentak Alenza Granita.
"Menurut loe siapa yang betah di dunia yang aneh ini, bahkan gue mau keluar pun gak bisa kan! Jadi apa salah gue! " tantang Alenza.
"Baguslah kalau loe sadar diri ini bukan dunia mu, jangan pura-pura bodoh kamu! Cinta loe sama Rio dan sebaliknya menjadi penghambat loe keluar dari dunia ini jadi sekarang bersiaplah! " Alenza Granita menyeringai.
"Mau apa loe! " sentak Alenza.
"Membuat kamu tidak pernah mengingat siaoa itu Rio, hahahaha! " Alenza Granita tersenyum puas.
Alenza yang merasa dirinya kini terancam mencoba untuk berlari menghindar darinya.
"Sini kamu! " teriam Aelnza Granita dan tentu saja membaut Alenza sendiri takut.
"Kamu mau apakan gue! " Alenza terus menghindari serangan Alenza Granita.
"Bukankah kamu tidak betah di dunia ini kenapa menghindar! Munafik! " Alenza Granita mulai menyodorkan telapak tangannya pada Alenza.
__ADS_1
"Loe gak bisa membuat gue keluar dari dunia ini karena cerita novel ini masih belum tamat!" Alenza sedikit ada rasa takut tapi dia timpas hal itu.
" Tidak mengapa setidaknya kamu tidak mengingat pun itu sangat bagus dan ia kamu harus tau jika Rio terus mengharapkanmu, itu akan membuat dirinya dimusnahkan dari dunia ini karena akan berakibat patal jika penghuni asli menyukai seorang pendatang, mereka akan terus melenceng dari alur hanyabuntuk memebela orang yang mereka sayang.
"Jangan sakiti Rio! " Alenza mulai was was dan itu membuat Alenza Granita merasa puas dengan mengancam seseoranh di hadaonnya yang terlihat tubuhnya bergetar menahan takut kepadanya.
"Oke kalau gitu. aku gak akan nyakiti Rio asal kamu musnah hahahab! " Alenza Garanita mengantam Alenza dengan satu hentakan.
"Arrh sakit! " Alenza merinhis mengusap kepalanyabyang terbentur ke tembok sampai mengeluarkan darah.
"Enyahlah kamu dari sini! " teriak Alenza Granita dan
sesuatu menancab bagian dada Alenza, dan jangan di tanya rasa sakit itu sudah sangat terlewayi taoi satu hal yanh memebuat Alenza Khawatir.
"Rio! " lirih pelan Alenza sebelum dirinya tidak sadarkan diri.
FLASHBACK OFF
kembali ke jalanan raya, Alenza menggelangkan kepalanya dan mukanya terlihat pucat mengingat kejadian yang membuatnya mati mengenaskan di luar alur cerita dan sempat memebuatnya hilang ingatan tentunya dampai mambuat Rio sangat tersakiti olehnya karena harus bersikaf sesuai alur cerita saja.
__ADS_1
"Gue gak mau Rio kenapa-napa biarlah gue seperti ini saja!" Lirih Alenza.
Rio menepikan motornya didepan rumah Alenza, hujan masih mengguyur mereka dan ini masih di dalam alur cerita.
STTAKKKKKK ( Keluar alur cerita)
Alenza mengepalkan tangannya seraya berkata, " Makasih! "
"Ia ia! " sahut Rio.
"Gak turun dari motor, mau ikut kerumah gue! " sindiri Rio karena Alenza tidak kunjung turun dari motornya.
"Ah ia, gue balik! " Alenza segera turun dari motor dan belari kedalam rumah tanoa menoleh sedikit pun pada Rio.
"Maaf Rio gue harus begini sama loe, ini demi loe juga! " ucap Alenza dalam hati.
Sedangkan Rio hanya tersemyum sambil melihat kepergian Alenza yang kini menghilang di balik pintu itu, setelahnya dia batu meninggalkan halaman rumah Alenza.
"Kita tidak akan bersama. untuk menyatukan rasa, tapi aku akan berusaha untuk kita terus bersama Alenza!!" gumama Rio.
__ADS_1