Transmigrasi Mendadak Jadi Istri

Transmigrasi Mendadak Jadi Istri
Alenza hilang ingatan


__ADS_3

Disekolah terlihat Rio tengah duduk di bangku kelas sambil menunduk pilu dimeja, dia teringat akan perkataan Alenza Granita.


Alenza Granita merupakan seorang penghuni dunia novel dia merupakan salah satu orang yang ditakuti. Alenza yang Rio cintai meruoakan Alenza yang berasal dari dunia lain, dia sangat mencintainya hingga kini dia merasakan sedih saat mendengar kekasih hati telah pergi.


"Ngapain loe disini? " tanya seorang wanuta dan tentu saja Rio mendongkak menatap wanita itu.


"Al! Alenza! " pekik Rio lalu dengan cepat memeluk Alenza itu.


"Lepas! Ih risih tau! " sentak Alenza dan membuat Rio terdiam lalu merenggangkan pelulannya.


"Al ini di luar alur cerita kenapa kamu masih berlagak seperti di dalam alur cerita? " tatapan heran itu Rio pancarkan pada Alenza.


"Apa maksud ucapan loe! di dalam di luar alur cerita! Loe gila! Minggir sana gue mau ngambil buku, sana jauh-jauh! " Alenza mendorong tubuh Rio yang kini tengah terdiam sambil melongo mendapati sikap Alenza yang berubah saat di luar alur cerita.


"Al jangan bercanda, bukannya kita saling mencintai kenapa.loe jadi benci sama gue! " Rio menatap sendu Alenza.


"Apa! Saling mencintai? Mimpi disiang bolong! " teriak Alenza, lalu menabrak bahu Rio saat melewatinya dan begitu saja keluar dari kelas.

__ADS_1


"Kenapa? Bukannya Alenza kalau kembali kedunianya dia gak bakalan ada di sini lagi? Tapi dia masih ada tapi kenapa jadi berubah! " gumam Rio.


"Dia di bunuh oleh Alenza Granita sehingga Alenza yang loe cintai itu sebenarnya tidak kembali kedunianya dia ada tapi dia melupakan hal yang berkaitan dengan luar alur cerita!" Elmanno menyilangkan kedua tangannya di dada sambil menatap Rio yang bermika kusut itu.


"Jadi dia benaran Alenza gue? " tanya Rio.


"Ia, gue harus segera kerumah Annasya pasti sudah sampai dan di antar Bhadra, menjijikan! " Elmanno melongos begitu saja.


"Eh tunggu tuan! Tapi kenapa tuan ada di sekolahan bukannya di kantor? " tanya Rio.


"Ada hal yang harus gue rubah di sekolah ini! Loe tau apa tugas gue kan? " Elmanno menghentikan langkahnya sejenak lalu kembali lagi berjalan meningghalkan Rio.


Sedangkan Amnasya dan Bhadra telah sampai dihalanan kediaman Elmanno, Bhadra merasa enggan unyuk melepaskan Annasya hingga dia tidak kunjung membuka pintu mobilnya.


"Bhad ini susah di buka, bisa loe bukain? " tolong Annasya.


"Hem, biar gue yang buka untuk loe! " sahut Bhadra.

__ADS_1


Dengan malas Bhadra membukakan pintu itu, lalu setelah Annasya keluar Bhadta tersenyum dipaksakan.


"Sekali lagi terima kasih sudah menolong dan mengantarkan gue, " ucap Annasya.


"Loe memang keras kepala, gie bilang gak apa-apa! Baiklah gue cabut dudu! " pamit Bhadra pada Annasya.


"Ya, hati-hati! " Sahut Annasya.


Mobil bhadra telah melesat meninggalkan halaman rumah Elmanno dan tidak lama dari itu, mobil yang dikendarai oelh Elmanno berhenyi dihadapannya.


"El baru pulang! " Lirih Annasya.


Elmanno keluar dari mobil seraya tersenyum pada Annasya dan berkata, " Kenapa tidak langsung masuk cepatlah masuk ada hal yang ingin aku sampaikan kepadamu! "


"Baiklah! "


"Kamu duluan, aku masukin mobil ke garasi sebentar! " Elmanno kembali kedalam mobilnya.

__ADS_1


Annasya membuka pintu rumah yang besar itu dna mendapati Naraya yang sedang duduk di sofa itu, yang kini menatapnya.


"Kak syukur kalau sudah pulang! " Ucap Annasya seraya tersenyum pada kakak iparnya itu. Taoi ykdak ada sahutan dari Naraya dia hanya fokus dengan ponsel juga cemilan di sana.


__ADS_2