Transmigrasi Mendadak Jadi Istri

Transmigrasi Mendadak Jadi Istri
I love u


__ADS_3

Di sebuah pertunjukan ondel-ondel Sarani dan Ruslan tersenyum melihat hal itu. Di sebuah lapangan luas dekat dengan taman kota, Sarani dan Ruslan melihat sepasang ondel ondel menari itu di dalam mobil.


"Apa kebetulan hari ini ada pertunjukan ondel-ondel?" tanya Ruslan dan terus saja melihat pertunjukan di hadapannya.


"Setiap hari minggu pertunjukan ondel-ondel ini akan di adakan di sini, kamu mana mungkin tau sibuk mulu di rumah sakit!" sindir Sarani.


"Hem,!" gumam Ruslan, menatap sang istri.


"Ran!" panggil Ruslan kemudian.


"Apa?" tanya Sarani.


"Ini buku kamu?" tanya Ruslan mengangkat sebuah buku harian milik Sarani.


"Kamu menapatkannya dari mana?" Saramu malah bertanya balik lalu mrraih buku itu, tapi Ruslan malah menjauhkan bukunya.


"Balikin!" ucap Sarani.


"Kenapa? Banyak rahasia cinta mu disini!" kini Ruslan yang balik menyindir.


"Tidak! Hanya saja aku malu jika ada yang membacanya. Tapi percuma jika kamu udah membacanya buat kamu aja deh!" Sarani menjadi tidak peduli akan buku hariannya itu.


"Alan itu siapa?" tanya Ruslan.


"Mau aku jelasin di sini?" Sarani menoleh pada Ruslan.


"Di rumah!" Ruslan segera menginhak pedal gasnya membawa mobil itu kerumah sang mertua.


Beberapa menit berlalu, kini Ruslan dan Sarani beriringan masuk ke rumah.


"Mereka pada kemana?" tanya Sarani.

__ADS_1


"Entahlah," jawab acuh Ruslan.


Ruslan duduk disofa ruang tv dan menarik Sarani untuk duduk di sampingnya


"Sini duduk, ada hal yang harus kamu jelaskan!" ucap Ruslan.


Sarani pun menurut dia duduk di samping Ruslan.


"Siapa Alan?" tanya Ruslan.


"Kamu penasaran? Hah dia itu orang yang pernah aku taksir waktu sekolah menengah pertama! Kamu pasti juga tau kalau membaca buku itu! Apa kamu cemburu?" tanya Sarani sambil menggoda suaminya itu.


"Di sini juga terdapat tanggal dan tahun, dan tertulis juga sampai kamu masuk kuliah kamu tidak bisa melupaka dia apa sekarang kamu masih selalu mengingatnya?" tanya Ruslan tegas menatap Sarani tajam di sampingnya.


"Tidak, aku hanya selalu fokus pada cita cita ku saja manamungkin ada waktu memikirkan dia! Itu sudah lama dan aku sekarang adalah istrimu aku malah mengalah pada cita cita ku dan menikah denganmu!" jelas Sarani.


"Kamu tau, disaat jiwaku pernah singgah didunia novel itu disana aku banyak pelajaran! Aku mendapatkan cinta yang tulus disana mengerti bagaimana orang yang benar-benar sayang dan rela mengorbankannya nyawanya demi diriku. Terus aku sempat berfikir kenapa repot repot memikirkan orang yang entah dimana dan mengharapkannya sedangkan orang yang mencintaiku ada di hadapan mata, lagian aku juga sangat mencintainya! Cemburumu terlalu berlebihan, itu hanya sebuah buku lama!" terang Sarani menyenderkan punggungnya ke sofa.


"Iya, iya maaf deh! Sini aku peluk!" Ruslan memeluk Sarani sayang dengan senyuman di bibirnya.


"Anak-anak bodoh, Alan itu Ruslan! Si Rani ini benar-benar pelupa!" gumam Sang nenek.


"Nenek!" panggil ibu Sarani.


"Kamu ini selalu membuatku terkejut, apa kamu ingin aku segera mati karena jantungan!" pekik sang nenek.


" Nenek ini yang aneh, kenapa selalu menguping dan mengintip Sarani juga Ruslan!" aneh Sang Ibu.


"Tidak, aku hanya ingin melihat mereka bahagia!" sahut sang Nenek.


"Nenek kalau liat anak muda selalu baper, apa nenek sudah baca novel lagi?" tanya ibu Sarani.

__ADS_1


"Diam kamu, ayo kita kedapur aku ingin membuatkan sesuatu untuk cicitku!" ucap sang Nenek.


"Cicit?" tanya Ibu.


"Iya!" jawab nenek.


"Sarani hamil?" tanya ibu kegirangan, dan hendak menghampiri Sarani serta Ruslan di ruang tv.


"Awal akhir Sarani akan hamil, ayo ke dapur!" snag nenek menarik tangan ibu.


"Nenek aneh!" sindir ibu.


Kembali kepercakapan Sarani dan Ruslan mereka masih saling memeluk, dan beljm sadar kalau di bicarakan olehn ibu dan nenek mereka!


"Ran kamu cantik!" sahut Ruslan menciumi seluruh muka Sarani.


"Aku wanita mana iya tampan kaya kamu!" Sahut Sarani.


"I Love u!" ucap Ruslan.


"I love u too!" sahut Sarani.


Lain disebuah kamar rahasia milik sang nenenk di sana banyak sekali alat dnman cahaya warna warni entah apa ,seperti sihir.


Sang nenek yang kini tersenyum mengambil pipet dan menuangkan setitik cairan pada gelas.


"Kalu cucuku masuk novel sedih dan dia bisa mengambil pelajarnan dari hak itu ,maka ini buat cicitku kelak dia akan masuk dalam novel yang akan membuatnya pintar dalam laga dan tekwondo serta dia akan di pertemukan dengan laki-laki yang gagah perkasa hahahahah!" racau sang Nenek


TERIMAKASIH SEMUA YANG SETIA MEMBACA SAMPAI EPISODE INI, SELALU SEHAT DAN DILIMPAHKAN RIZKINYA JUGA.


JANGAN LUPA BACA NOVEL BARU AUTOR YANG JUDULNYA "DINIKAHI MURIDKU"

__ADS_1


SEMOGA NOVEL BARUKU INI BISA MENGHIBUR KALIAN DAN DI JAMIN NGAAK BAKALAN KALIAN PUSING BACANYA.


MAAF BERIBU MAAF PASTI DARI AUTOR ....


__ADS_2