Transmigrasi Mendadak Jadi Istri

Transmigrasi Mendadak Jadi Istri
Bab 42 Adanya Alenza Granita


__ADS_3

Kini Rio dan Elmanno berada di taman sekolah kebetulan hari ini adalah hari minggu dan sore hari jadi tidak ada orang di sana.


"Yang kamu lakukan? Kasih tau informasi pada Alenza dan membuat Alenza salah mengartikan semuanya itu apa maksudnya? " tanya Elmanno dan tentu saja membuat Rio mengembungkan bibirnya.


"Ternyata selain ingatan anda yang pulih kekuatan anda juga pulih ya tuan El! " Rio dengan cengir kudanya.


"Di novel pertama kamu bertemu dengan Alenza, kamu salah memberi tau pada Alenza tentang dunia ini dan sekarang Alenza menjadi lebih mengantongi informasi tidak berguna. Tapi itu semua urusan kalian. Yang terpenting adalah alur cerita novel ini! Sekarang aku telah begitu mencintai Annasya dan sekarang nyawanya akan terancam gara-gara cinta ini," Elmanno menundukan kepalanya.


"Makanya aku dulu bilang sama tuan jangan mencintai dia!" sahut Rio.


"Terlambat!" lirih Elmanno.


"Rio kamu ngapain sama Kak El disini! " suara Bhadra membuat Rio dna juga Elmanno terkejut dan segera mereka melihat ke arah Bhadra.


"Apa loe mendengar semua percakapan kami?" tanya Rio menyelidik.


"Ia semuanya bahkan gue melihay kalian di perpustakaan pun dan semuanya gue tau! " sahut Bhadra dan membuat Rio memalingkan pandangannya ke lain arah sedangkan Elmanno menatap Bhadra.


"Ada yang mau loe katakan? " tanya Elmanno pada Rio.


"Tuan! " lirih Rio menatap Elmanno.


"Tidak ada yang gue ingin tau, hanya saja keluarkan aku, Annasya dan Alenza dari dunia konyol ini! " teriak Bhadra.


"Tidak bisa sebelum cerita ini tamat!" sahut Elmanno tegas.


"Ah begitukah? Berapa lama lagi gue harus manggung?" tanya Bhadra dengan senyum mengejek.


"Tidak perlu loe mempunyai keinginan asal nurut sama alur cerita maka loe akan kembali ke dunia loe itu! " Elmanno menghampiri Bhadra.


"Gampang soal nurut sama alur cerita, hanya saja bagaimana dengan Annasya dan juga Alenza? Mereka bukankan orang yang kalian cintai? Bahkan kalian bilang dengan mencintai orang yang bukan dari dunia novel ini maka nyawa saja bisa menjadi taruhannya, lantas kenapa kalian mencintai mereka? Aku akan membuat Annasya keluar dari dunia ini!" Rio menggereyakan giginya.


"Tidak bisa Annasya miliku! Dia akan selalu bersamaku! " sentak Elmanno.


"Egois! Dia bukan takdirmu loe harus menerima kenyataan! " ucap sinis Bhadra.


"Bahkan Rio akan menjadikan Annasya umpan agar Alenza bisa selamat kan, kenapa kamu tidak membenci Rio kalau kamu mencintai Annasya?"

__ADS_1


"Semua yang di katakan Alenza itu tidak ada benarnya, di dunia ini tidak ada korban atau mengorbankan!" Rio membenarkan takut kalau Elmannoarah padanya.


"Biar gue benarkan semuanya disini! " tiba-tiba saja Alenza muncul.


"Al! " lirih Rio dan Elmanno serta Bhadra menatap ke arahnya


Tringgg


"Gue Alenza Granita!" ucap Alenza dengan wajah yang berubah.


"APA! " Pekik Elmanno dan Rio.


"Tapi Alenza gue kemana? " tanya Rio.


"Mulai detik ini tidak ada Alenza yang loe cintai itu. Loe tau ancaman dunia novel tidak akan main-main!" pekik Alenza.


Elamnno menelah silvanya dia teringat akan Annasya, dia tidak mau kehilangan wanita itu.


"ALENZA!" Teriak Rio lalu terjatuh di tanah.


"Elmanno jika Annasya tidak ingin seperti Alenza maka kamu harus mengikuti alut cerita, kuburlah dalam-dalam rasa cinta itu untuk Annasya, kamu memang tidak ditakdirkan untuk mencintai Annasya di novel ini! dan perbaiki alur yang sudah melenceng apa kamu paham!" sentak Alenza Granita lada Elmanno, sedangkan Elmanno hanya tersenyum sinis menanggapi.


"Sekarang udah beres, dan kamu Bhadra walau dirimu sudah menyadari kini berada didunia novel tetap kamu harus patuh pada alur cerita!" Mata elang Alenza Granita menatap Bhadra.


"Gara-gara Annasya novel ini menjadi cepat alurnya maka perbaiki itu tugas kamu Elmanno! " kembali Alenza Granita lalu pergi.


"Tapi bagaimana bisa Annasya mengubah alur? " tanya Bhadra dan membuat Alenza Granita berhenti berjalan lalu menatap Bhadra.


"Karena dia! Jika Annasya terus melakukan perubahan maka resikonya nyawa kamu dan Sarani! " tunjuk Alenza Granita pada Elmanno dengan nada tegas.


"Kalian semua cukup ikuti alur, mengerti!" teriak Alenza Granita.


STAKKKKKKKKK (Masuk alur cerita)


Kejadian saat Annasya di culik kembali terulang, Annasya kini berada di apartemen dengan ikatan tangannya juga bibir yang terbungkam.


"Lepaskan gue! " ucap Annasya.

__ADS_1


"Asal loe harus nurutin apa kata gue! " sahut Stepanie dengan nada juteknya.


"Gue memaksa loe untuk nemuin gue, loe tau kan apa? " sambung Stepanie menarik dagu Annasya dengan telunjuknya.


"Gue gak bisa melepaskan Elmanno! " pekik Annasya.


PLLAKKKK


Tamparan Stepanie mendarat dengan mulus di pipi putih yang kini memerah ulah Stepanie itu. Sedangkan Annasya hanya tertunduk sambil menahan sakit dipipi serta mulai mengeluarkan air matanya.


"Apa hak loe merebut Elmanno dari gue! " teriak Stepanie lalu mendorong dahi Annasya dengan telunjuknya.


"Dia suami gue! " lirih Annasya tapi masih terdengar oleh Stepanie.


"Hahahah suami? Bahkan dia tidak menganggap loe sebagai istrinya, so soan loe anak bau kencur! Elmanno sedari awal milik gue, kami saling mencintai tapi gara-gara ada loe kami harus berpisah dan sembunyi-sembunyi jika akan bertemu. Kamu itu bagaikan hama yang harus dibasmi dalam hubungan cinta gue sama Elmanno! " teriakan Stpanie menggema disetiap sudut apartemennya. Sedangakan laki-laki itu hanya tersenyum kecut, sambil memperhatikan dua wanita yang sedang bertengkar dihadapannya.


"Coba kamu rasakan bagaimana berada di posisi gue! Perbuatan gue ke loe ini gak ada apa-apanya!" Strepanie mencengkram keras rahang Annasya, sedangkan Annasya hanya diam saja padahal hatinya ingin sekali membalas perlakuan kasar Stepanie.


Annasya beberapa kali mencoba untuk menggerakan tangannya kembali tapi nihil tidak bisa.


"Bukankah ini kejadian tadi di apartemen Stepanie, tapi kenapa bisa terulang kembali? Apakah Elmanno akan datang kemari? Kalau ia maka Elmanno akan kesakitan lagi?" Ucap Annnasya dalam hati bingung dan tanpa sadar telah mengkhawatirkan Elmanno.


"Kenapa loe, tadi berani sekali ngelawan ucapan gue kenapa sekarang diam aja ayo lawan! Lembek!" bisik Stepanie tepat di depan telinga Annasya dengan penuh penekanan.


"Kenapa loe sangat kejam padaku! Ini semua bukan salah gue! Gue di jodohkan sama nyokap dan bokap kami! " ucap Annasya.


"Setidaknya loe menolak! Atau loe memang terpesona sama Elmanno dan tidak mau menolak perjodohan konyol kalian! " pekik Stepanie dengan tangan yang mencengkram bahu Annasya.


"Sakit! " pekik Annasya.


"Kenapa? Rasa sakit yang loe rasakan tidak ada bandingannya dengan rasa sakit hati yang gue rasakan!"


Plakkkk


Kembali Stepanie menampar pipi Annasya.


"Tangan gue dari dulu gatal sekali ingin nampar muka loe, sekarang akhirnya bisa terwujud juga! Ha ha ha! " Stepanie tertawa.

__ADS_1


BRAAKKKKKKKK


__ADS_2