Transmigrasi Mendadak Jadi Istri

Transmigrasi Mendadak Jadi Istri
Seperti saputangan


__ADS_3

Annasya selalu menuruti alur cerita, dia senantiasa nurut bahkan di caci di khianati Elmanno pun dia terima. Tapi giliran diluar alur cerita Annasya akan berubah menjadi diri Saraninyang sesungguhnya dan berharap hal iti bisa membuat Elmmanno mengingatnya kembali.


Seperti sekarang kebetulan ini masih di luar alur cerita dimana semua penghuni novel itu bebas bergerak dan berbicara sesuai hatinya. Annasya menyeret Elmanno ke sebuah danau yanh luas tenang dan sejuk walau awalnya Elmanno tidak mau tapi dengan paksaan Annasya akhirnya dia pun nurut pada Annasya.


Terpaan angin sepoy, dan sejuknya aroma danau menciptakaan ketenangan bagi penghuninya Annasya menatap Elmanno dalam.


"Hai El, loe pasti kesal sama gue! Tapi gue ada pembicaraan dengan loe dan cukup penting juga bagi diri dan hati gue! " ucap Annasya sedangakn Elmanno hanya terdiam menatap jauhnya ujung danau itu.


"Loe itu ibarat sapu tangan dalam hidup gue! " Annasya memalingkan pandangannya menatao danau itu, dan membuat Elmanno yang melirik Annasya.


"Apa maksud loe! " Ucap jutek Elmanno.


"Sapu tangan senantiasa akan mengahapus air mata kesedihan, keringat karena lelah, bahkan bercak kotor yang menempel pada tubuh. Gue dulu polos tidak tau apa pun tentang bagaimana mencintai dan di cintai, saat diri loe berubah dan memutuskan untuk cinta sama gue awalnya gue menolak tapi perlahan loe mampu menghapus rasa takut dicintai dan membuktikan kalau loe sungguh-sungguh sama gue! Saat gue tersiksa karena keluarga loe, loe menolong gue dengan mengubah alur hanya untuk menyelamatkan gue dan hal itu membuat air mata gue berhenti menetes." terang Annasya menatap Elmanno yang kini juga menatapnya.


"Bahkan di saat gue lelah dan ingin putus asa karena tidak sanggup berada di dunia novel ini, loe malah mengorbankan diri agar gue tidak celaka dan tidak membuat lelah untuk mengubah tokoh alur ini! Tapi gue sadar kalau sapu tangan jika dicuci bakalan bersih dan semua yang telah dia usap akan sirna, seperti loe hilang semua kenangan kita saat susah dan sedih kita! Mungkin juga loe males dengerin ocehan gue sekarang! " Sambung Annasya lalu tersenyum mengejek.


"Tapi satu hal yang belum gue bilang sama loe, ini merupakan pengakuan hati gue! Tapi gue beneran cinta dan sayang sama loe El! Gue tau kita tidak akan pernah bersama tapi perasaan ini begitu menekan untuk selalu menginginkan loe! " Annasya tertunduk pilu di iringi dengan air mata yang menetes dan membasahi tanah di bawahnya.


"Gue tau loe cinta sama gue, bahkan loe juga sering nyodorin tubuh loe sama gue dengan suka rela. Kalau ingin pengaakuan-"


"Itu hanya cerita mungkin susah untuk di jelaskan karena loe masih belum sadar kalau kita di dunia novel, tapi percayalah untuk sodor menyodor tubuh itu bukan khendak gue jadi janagn sebut hal itu. Dan lagi gue gak mau oengakuan dari loe, sudah tau persisi apa jawabannya emang di dalam akur cerita loe memang kejam sa gue jadi mana mungkin loe nerima gue sekarang. Ya udah kita pulang rasanya plong hati setelah berkata demikian walau nantinya loe bakalan lula lagi" Annasya hendak berdiri namun tangannya di tahan oleh Elmanno.


"Terserah! " Elmanno melepaskan tangannya, lalu berjalan mendahukui Annasya.

__ADS_1


"Sakit loh, sesak ini dada! " Annasya memukul mukul dadanya yang ditemani air mata yang terus membasahi pipinya.


"Tapi gue gak akan menyerah, gue akan membuat loe ingat lagi!" Lirih Annasya, sedangkan Elmanno tetap berjalan menghampiri mobilnya.


"Bahkan gue mrrasakan di tinggal suami saat lagi berantem!" Annasya berjalan pergi dari danau itu, dia tidak berniat untuk mengikuti Elmanno karena mana mungkin dia berbarengan kembali dengan kesunyian itu.


Saat Annasya hendak menelepon Alenza untuk minta jemput tiba-tiba saja mobil Elmanno berhenti di hadapnnya.


"Masuk! " titah Elmanno membuka setengah kaca mobil itu.


"Biar gue sama temen saja? " tolak Annasya, hatinya masih belum damai pada ucapan tadi Elmanno.


"Kata gue naik ya naik apa loe tuli? " Elmanno dan membuat Annasya geram tapi dia berusaha untuk tegar dan bersikap biasa-biasa saja di hadapan Elmanno.


"Kata gue naik ya naik!" Elmanno dengan nada kerasnya tapi tidak di gubria sama sekali oleh Annasya.


Elmanno sudah sangat kesal dengan prilaku Annasya, dengan terpaksa Elamnno menggendongnya tidak peduli berontakan Annasya.


"Eh, lepas gak! Gue masih punya kaki untuk jalan! " teriak Annasya..


"Iya punya kaki juga punya bibir untuk menolak! " sentak Elmanno.


"Hah, oke deh gue terima gendongan loe lagian buat gue yang minta itu loe yang paksa! Berobtak juga gak ada gunanya! " Annasya malah memejamkan matanya dan bersandar di dada bidang milik Elmanno, tidak peduli dengan egonya.

__ADS_1


Elmanno yang melihat Annasya pasrah pun tersirat semburat senyum dari bibir tebalnya itu, dan tentu saja Annasya tidak bisa melihatnya.


Entah sebenarnya apa rencana dan kenapa Elmanno bisa hilang ingatan tapi bisa tersenyum saat Annasya mengungkapkan perasaan kepadanya, mungkinkan Elmanno ada rencana lain atau sebenarnya dia emang tidak hilang ingatan. Tapi bagaimana dia bisa menghindari cahaya bahaya dari Alenza Granita?


STTTTAKKKKK (Masuk alur cerita)


Annasya tiba-tiba saja berada dipinggir jalan, disana juga ada Stepanie.


"Loe membuat rencana gue jadi nyonya besar dan di segani keluarga Elmanno telah kacau. Loe bumerang bagi kehidupan gue! Bagaimana kalau gue memusnahkan hama dalam hidup gue? " Stepanie menatap Annasya yang kini berdiri disampingnya.


"Maafkan aku tapi itu bukan salah ku, itu hanya sikaf mamah Sarah aja yang kecewa sama kamu. Aku di sini tidak di libatkan!" sahut Annasya.


"Tentu saja itu melibatkan diri loe. kalau dari awal saja loe gak ada dalam kehidupan kami semua gak akan menjadi seperti ini! " sentak Stepanie.


Dijalanan itu tidak ada satu pun kendaraan yang lewat sangat sepi, malahana jalaanan itu seperti bukan jalan besar perkotaan melainkan jalan yang hanya do lewatiti sesekali kendaraan.


"Apakah jika dengan kamu membunuh mu maka semuanya akan berjalan sesuai rencana? Bukankah Mas Elmanno selalu mencintai dan senantiasa selalu melundungi mu kenapa masih kurang?" Annasya menatap Stepanie getir.


"Hah serakah memang! " sahut hati Annasya.


"Gue tau kalau Elmanno mulai tidak cinta sama gue!" Ucapan Stepanie membuat Annasya melongo dan terkejut, hal ini tidak tertulis dalam novel.


"Dari sorot matanya dia mulai berpaling dari gue dan tentu saja itu semua gara-gara loe! Makanya gue layak membunuh loe, ini adalah ancaman untuk loe, kalau dalam seminggu loe gak tinggalin Elmanno gue gak akan segan untuk melenyapkan loe!" Mata Stepanie melotot pada Annasya.

__ADS_1


__ADS_2