Transmigrasi Mendadak Jadi Istri

Transmigrasi Mendadak Jadi Istri
Maaf


__ADS_3

STTAKKKK (keluar alur cerita)


Annasya terlihat menghembuskan nafasnya berat, perlakuan Elmanno tadi sedikit membuatnya sakit hati mungkinkah kalau Annasya mulai mencintai Elmanno?


"Hah! " Annasya berbalik berjalan menuju kamar hingga tiba-tiba seseorang memeluknya posesif dari belakang membuat jalan Annasya terhenti.


"Maafkan aku itu bukan diriku! " Elmanno sambil mencium leher bagian kiri Annasya yang membuatnya kaget sekaligus geli.


Yang terkejut bukan hanya Annasya tapi orang-krang yang berada di sana juga karwna mereka belum bubar, sedangkan Stepanie entah dimana.


Annasya tersenyum menanggapi perlakuan Elmanno, hatinya seakan kini tenang karena Elamnno kembali dalam pelukannya.


"Hem, lepas malu diliatin banyak orang! " ucap Annasya menurunkan tangan Elmanno dari tubuhnya.


"Kau memaafkan aku kan? " tanya Elmanno khawatir karena adegan novel itu yang pada dasarnya membuat Annnasya tersakiti.


"Iya, iya lagian gue gak baper kok!" bohong Annasya.


"ck! " Elmanno menggengam tangan Annasya mengabaikan tatapan dari beberapa orang disana yang memangdang mereka aneh.


"Kalian ini aneh! " Naraya melongos begitu saja sedangkan Sarah hanya mengernyitkan dahinya lalu begitu saja menuju ruang tv.


"Papa yakin kalau kamu pasti akan memilih Annasya, El keputusan mu benar adanya janagn sakiti Annasya, jaga dia! " Papa Elga menepuk bahu Elmanno lalu pergi keruang kerjanya.


"Papa bicara seperti itu hanya waktu ini saja nanti kalau sudah masuk cerita pasti marah-marah lagi sama aku, agar aku menyayangi mu padahal sebenarnya aku memang sangat sangat sangat sayang Sarani yang sekarang menjelma jadi Annasya ini. " Elmanno mengecup dahi Annasya.


"Ada hal yang aku ingin omongin sama kamu, yuk kekamar! " ajak Annasya menarik tangan Elmanno.


"Hayu! Gak ada yang di omongin juga gak apa-apa kekamar, biar langsung-"


"Hentikan pikiran krikil loe itu! aneh kesana mulu, gak cape tuh pedang minta di asah mulu? Kalau pedang beneran mungkin udah mengkilap dan tajam luar biasa! " mendengar ucapan Annasya Elmanno tersenyum geli.


"Ayo biar cepat! " Elmanno mengangkat tubuh Annasya lalu berjalan memasuki kamar dan yidka lupa untuk menguncinya.

__ADS_1


Elmanno merebahkan Annasya dikasur dengan pelan, lalu dirinya membaringkan diri di samping Annasya.


"Ayo mulai! " Elmanno menaik turunkan alisnya dengan senyumnya yang tidak pudar dari wajahnya.


"Heh, gue ada yang mau di omongin bukan main kikuk kikuk! " kesal Annasya.


"Kamu emang percaya diri amat, padahal maskud omongan ku tadi ayo mulai bicaranya gitu. Itumah kamu aja yang mau ya kan? Kamu juga ternyata mikirnya kesana mulu! " goda Elmanno.


"Berdebat dengan loe gak ambakalan ada ujungnya! " Annasya membelakangi Elmanno.


"Panggilnya Mas dong! " pinta Elmanno seraya mencolek-colek bahu Annasya.


"Geli ih! " ucap Annasya menyingkirkna tangan Elmanno.


"Jangan loe loe an lagi ya, " Elmanno membalikan tubuh Annasya agar bisa berhadapan dengan nya.


"Gak! Mulai gak nih gue mau bicara! " Annasya menatao tajan pada Elmanno.


"Oke ayo mulai tapi panggil aku Mas ya! " Elmanno mengedipkan matanya.


"Eh, emang seharusnya kamu bilang seperti itu pada suami mu ini, masa loe sih! Gak sopan dan gak ada romantisnya! " Elmanno menatik tubuh Annasya mengikis jarak diantaranya.


"Heh! Terserah aja deh!" Annasya gak ingin berdebat.


"El! " panggil Annasya, dia akan memulai pembicaraannya.


"Mas! " sentak Elmanno dan tidak merenggangkan sedikirpun pelukannya.


"Iya, iya Mas! " Annasya memutarkan bola matanya malas.


"Itu matanya! " komentar Elmanno.


"Mau ngomong aja ribet amat sih! Mas, Mas, Mas puas! " kesal Annasya.

__ADS_1


"Puas dan selamnya kamu harus panggil aku itu! " mendengar ucapan Elmannno, Annasya jadi terhenyak.


"Sebenarnya ada kejadian apa disaat gue gak ada? Kenapa Alenza bisa hilang ingatan saat berada diluar alur cerita, dan kenapa saat gue diculik kejadiannya sampai berulang? bahkan yang pertama nolonginkan kamu dan kenapa yang keduankalinya menjadi Bhadra? Lagi kenapa Em M M Mas tidak merubah alur cerita tadi padahal adegan novel saat membela Stepanie itu menjijikan! " berbagai pertanyaan dan keluhan dalam benak Annasya akhirnya bisa tertuang juga setelah perdebatan kecil itu, wwalauada kata ragu saat memanggil Elmanno dengan sebutan mas.


"Banyak banget pertanyaannya, kaya soal ujian saja! Yang mana yang harus aku jawab terlebih dahulu? " Elmanno bangun dan menuntun Annasya untuk duduk bersandar di dashbor kasur.


"Yang mana saja asal terjawab semuanya! " sahut Annasya, kini mereka duduk berdampingan, tapi sedetik berikutnya Elmanno kembali tidur dipaha Annasya. Sedangkan Annasya membiarkan apa saja posisi yang di inginkan. Elmanno dia sudah tidak sabar untuk mendengar jawaban dari pertanyaan pertanyaannya itu.


"Di saat aku menyelamatkan mu di apartemen Stepanie itu adalah kesalahan seharusnya bukan aku yang menolongmu tapi karena aku terlalu cemas sama istrikku ini, makanya aku mengubah alur dengan menyelamatkanmu! " Elmanno mengusap perut Annasya dan Annasya oun merasakan kegeliannya.


"Jangan di usap usap geli! " Annasya mencoba menyingkirkan tangan Elmanno.


"Tau tau udah ada dede bayinya kan! " Harap Elmanno.


"Ck! Emang ia sih dalam novel emang harusnya Bhadra yang nolongin aku bukan kamu m m mas! " Annasya kembali berbicara pada topik.


"Bilang mas nya jangan ragu sayang! " Elmanno terus saja mengelus perut Annasya tapi dia harus diam dan sabar karena baru satu pertanyaannya yang Elmanno jawab.


"Iya Mas bisa di terusin lagi kan pembicaraan kita? " Annasya tersenyum dipaksakan padahal dalam hati dia kesal.


"Hem, karena aku melanggar alur jadi aku kena resikonya sampai tidak sadarkan diri untung kamu menjagaku sampai bangun makasih ya sayang! " Elmanno mencium bagian bawah perut Annasya.


"MAS!" sentak Annasya dia kesal karena setiap ucapan Elmanno tidak fokus dengan pembicaraan mereka.


"Iya, iya! " Elmanno kembali mengusap perut Annasya.


"Saat aku pergi ke sekolahan untuk menemui Rio, ternyata dia bersama Alenza. Rio juga sedang sekarat rupanya waktu itu. Setelah Rio mendingan, aku mengajak dia untuk membicarakan hal penting dan ternyata si Bhadra juga ada di sana saat kami mengobrol ada nenek sihir begitu saja datang dan membuat semua kacau, dia membunuh Alenza di luar alur cerita hingga dia tidak dapat mengingat hal yang berada di luar alur cerita, Alenza akan fokus pada perannya di dunia novel ini. Sekarang Rio tengah bersedih, makanya aku tidka mengubah alur tadi aku takut kehilanganmu sayang! Aku gak mau itu terjadi pada kita, maaf ya! " Elmanno memeluk perut Annasya.


"Iya Mas! Apakah Nenek sihir itu Alenza Granita? " tanya Annasya yang membuat Elmanno terkejut.


"Pasti sudah ada seseorang yang bicara denganmu, kenapa masih bertanya padaku? Iya dia si Alenza Granita dia bagai malaikat maut di dunia novel ini! "


"Rio yang bicara denganku hanya saja aku belum puas!" sahut Annasya.

__ADS_1


"Sekarang udah puas kan, nah giliran aku puaskan! " Elmanno kini beralih mengusap bagian gundukan milik Annasya lalu meremasnya.


"El! " sentak Annasya dan Elmanno hanya terkekeh menanggapi kekesalan istrinya itu.


__ADS_2