Transmigrasi Mendadak Jadi Istri

Transmigrasi Mendadak Jadi Istri
Rencana jahat Sindi


__ADS_3

"Hah.. Gumam Adam sambil memasang wajah bengongnya mendengar penuturan Amelia


"Dasar.....Ah!" Amelia hendak memukul Adam tapi pergelangan kakinya yang terkilir itu membuat dirinya kesakitan dan limbung hingga kini Amelia berada di pelukan Adam.


Mereka saling menatap, hingga Amelia segera mengerjap dan melepasakan diri dari Adam.


"Hey kamu sekarang juga ikut ke gedung, bukankah hari ini acara pernikahanmu kenapa kamu malah diam di sini! Apa kamu sudah gila, mamah mu sekarang cemas bahkan semua orang yang berada di gedung itu. Jangan membuat masalah besat kasuan ibu Merry dan Pak Denis!" Ameliamencaci laki-laki yang baru dia kenal tadi malam.


"Apa urusannya denganmu! Kamu siapa dan kenapa mengurusi hidupku!" Adam malah menyentak balik Amelia.


"Ada! Aku merupakan WO diacara pernikahanmu, dan lagi ibu Merry! Dia merupakan orang terdekatku aku tidak bisa melihatnya kesusahan sekarang!" jelas Amelia, dan masih menahan sakit di kakinya.


"Hah aku gak mau nikah sekarang! Mendingan kamu kembali noh ke apartemenmu lagian gak rugi di kamu karena semua uang sudah di transferkan!" Ucao Adam dan hendak menutup pintu.


"Jangan di tutup dulu, bukan soal uang melainkan soal orang tuamu! Apa kata orang nanti jika pernikahan di batalkan dan penyebabnya pengantin pria tidak hadir, itu akan membuat orang tua mu malu. Apa lagi ibu Merry merupakan seorang prancang busana yang terkenal di negara ini, hal itu bisa mempengaruhi jika tidak ada alasan yang memadai." terang Amelia menahan pintu itu, karena kini mereka tengah saling mendorong pintu. Jika Adam berusaha untuk menutup pintu dari dalam hal nya dengan Amelia dia mencoba untuk menahan pintu itu agar tetap terbuka dari luar.


"Sebenarnya apa alasan kamu menghindari pernikahan yang sudah 99 persen ini siap! Katakan alasannya jangan menjadi pria pengecut seperti ini!" ucap Amelia dan masih mendorong pintu itu. Adam mendengar ucapan Amelia terdiam dan tidak mendorong pintu itu, Al hasil Meli menjadi limbung pintu itu terbuka lebar.


"Aw!" Ucap mereka berdua.


Adam terjatuh karena pintu itu didorong Ameli sekuat tenaga, sedangkan Amelia menjadi limbung dan ikut jatuh juga diatas tubuh Adam.


"Apa yang kamu lakukan!" Ucap Adam pada Amelai, sedangkan Meli berusaha untuk menjatuhkan dorinya kesamoing tapi di rasa susah.


"Ini, dorong kedua bahuku!" pinta Amelia dan sekerika itu pila pandangan mereka saling menatap kembali dan ini dari jarak yang sangat dekat.


Adam menelan air liurnya, paras cantik yang dimiliki Amelia membuat jantungnya berdetak tidak karuan, mata indah Amelia berhasil menghipnotis Adam akan pesonanya. Amelia yang menyadari kalau Adam hanya diam dan menatapnya saja memaksakan diri untuk menyingkirkan tubuhnya agar tidak lagi berada di atas tubuh Adam.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan!" Tiba-tiba saja suara Bu Merry menggama pendrngaran Amelia dan Adam. Mereka pun akhirnya berdiri menatap orang tua Adam.


"Bu Merry, ini tidak sesuai dengan keadaan kami hanya terjatuh karena saling mendorong pintu!" jelas Amelia segera sedangkan Adam menghembuskan nafasnya berat.


"Tapi kenapa kamu bisa tau Adam ada di apartemen?" selidik Bu Merry.


"Itu-"


"Dia memaksaku untuk ke gedung dan menikah sama Sindi!" ucap Adam memotong pembicaraan Amelia


"Memang itu yang seharusnya terjadi, kenapa kamu membuat mamah dan papah malu bahkan sekarang Sindi tengah menagis karena kamu tidak kunjung datang." jelas pak Denis.


"Wanita itu tetap datang untuk menikah denganku. Apa dia sudah siap dengan pakaian pengantinnya, tidak tau malu dia!" ucap Adam ,dan membuat semua orang uang berada di sana di buat tercengang dengan ucapan Adam.


"Apa yang kamu bilang barusan , mamah dan papah tidak pernah mengajarimu menjadi pria brengsek bahkan melukai wanita!" sentak Pak Denis.


"Mendingan kita ngobrol di dalam saja!" tiba-tiba Amelai mengingatkan, dan akhirnya mereka semua kedalam apartemn. Amelia hendak pergi karena dia buakan bagian dari keluargan itu, tapi di cegah oleh Adam. Akhirnya Amelia diam di sofa mendengar oerdebatan keluarga itu.


"Dia sedang mengandung anak dari laki-laki lain!" jawab santai Adam sambil merogoh remot tv, lalu menyalakan tvnya.


"APA! jangan ngadi-ngadi kamu! Dia itu wanita baik-baik dan setia mana bisa seperti itu!" sentak Ibu Merry.


"Tanya dia, kalau tidak percaya tes saja ke dokter kandungan!" sahut Adam.


"Bagaiman kalau dia mengandung anakmu?" tanya Intens sang papah sednagkan Meli mulainkesal dia ingin pergi dari sana tapi tidak enak juga.


"Melihat gawang pribadinya saja nggak pernah! Bagaimana bisa hamil anak aku!" Adam menatap kedua orang tuanya bergantian

__ADS_1


Mendengat hal itu Amelia memalingkan pandangannya dan menyembunyikan tawanya dengan tangan.


"Kita harus menemui Sindi!" ucap Ibu Merry.


"Kamu juga ikut Adam!" titah pak Denis.


"Okeh!" Sahut Adam


Mereka semua bersiap untuk pergi sedangakan Amelia terlihat berbelok dengan berjalan pincang dan menghampiri pintu apartemen miliknya, Adam meliah hal itu langsung berbalik menghadap Amelia.


"Hey kamu ikut!" sentak Adam, membuat kedua orang tua Adam menghentikan langkahnya dan menoleh pada Amelia yang hendak membuka pintu itu.


"Akh, sebaikanya kalian duluan saja! Nanti saya terakhir!" sahut Amelia dengan senyum yang di paksakan, lalu buru-buru masuk kedalam.


"Ck!" decak Adam setelah Amelia sudah tidak ada di depan pandangannya itu.


Beberpa menit berlalu terlihat dia ruang pennganting, Sindi tengah mengepalkan tangannya dia cemas dan takut hingga seornag laki-laki muncul di hadapannya dan membuat Sindi tersenyum.


"Iqbal! Kamu di sini!" ucap Sindi girang sambil menghampiri dan memeluk laki-laki yanh di sebut Iqbal itu.


"Hem, pernikahan ini harus di pertahankan Sin, ingat rencana kita untuk menguasai seluruh harta AQ Campany!" ucap Iqbal dan merenggangkan pelukannya.


"Tentu saja, tapi aku hamil anak mu! Giaman kalau ketauan sama Adam apalagi ini sudah melewati waktu dari acara, aku jadi takut dan khawatir!" Sindi mengerucutkan bibirnya.


"Jangan khawatir dia itu cinta mati sama kamu, ikuti alurnya jangan sampai Adam tau kalau anak yang di kandung itu adalah anak ku, nanti kalau rencana kita berhasil aku akan segera menikahimu dan kita akan hidul bahagia bersama anak kita kelak!" bujuk rayu dan rencan jahat mereka tanpa sadar bahwa ada beberpa orang yang mendengar percakapan mereka, tentu saja Adam dan kedua orang tuannya.


"Sialan!" Pak Denis hendak masuk kedalam taoi di tahan oleh Adam.

__ADS_1


"Biar aku saja!" ucap Adam.


"Mamah tidak menyangka Sindi yang selalu baik kepada kita ternyata menyimpan rencana busuk dihatinya!" sedih Ibu Merry.


__ADS_2