Transmigrasi Mendadak Jadi Istri

Transmigrasi Mendadak Jadi Istri
Kesepakan El dan Rio


__ADS_3

STTTTAKKKKKKK ( Masuk Alur Cerita)


Rio kini berada dimini market dengan gitar kecil di tangannya, dia terlihat tidak bersemangat mengingat sesuatu yang bikin dia semangat hidup telah melupakannya.


"Ngapain loe disini? " Alenza menabrak Rio dengan troli belanjaan, membuat Rio terkejut dan sekerika hatinya bahagia melihay wajah Alenza.


"Beli sneck, loe kesini emang mau ngapain buntutin gue ya? " Goda Rio.


"Awas gue mau beli snack itu jangan halangi jalan gue! " Alenza menabrak-nabrakan troli itu membuat kaki Rio sedikit sakit.


"Galak amat sih loe, bentar napa kan semua butuh proses gue mau melangkah juga perlu waktu kali beb! " sahut Rio dan Alenza hanya menghela nafasnya.


Setelah Rio menyingkir dari tempat itu tapi tatapannya masih memperhatikan Alenza yang kini terlihat kesusahan mengambil snack rasa pedas yang berada di rak paling atas.


"Mau gue bantu beb? " tanya Rio, tapi di hiraukannya oleh Alenza dia terus saja merogoh snack yang berada di atas itu.

__ADS_1


Rio berjinjit dan langsung mengambilkan snack itu untuk Alenza, "Ini udah gue taro ke troli loe! "


"Khm," Alenza hanya berdehem lalu begitu saja pergi meninggalakn Rio.


Sebenarnya ingin Rio mengejar Alenza taoi ini berada di dalam alur cerita dia tidak bisa berbuat dan bergerak sesukannya, dia mencoba menggerakan kakinya dan sama sekali tidak bisa di gerakan walau pun itu kakinya taoi dia merasa kalau kaki itu bukan miliknya hanya numpang nempel saja.


"Sial! " grutu Rio dalam hati.


"Gue bisa bantu loe! " tiba-tiba saja seseorang mengagetkan Rio, kedatangan dia pun membuat semua aktifitas bahkan jam dinding yang berada di mini market itu berhenti bergerak.


"Gue bisa membantu loe asal loe mau bantu gue! " Ucap Elmanno dengan suara tegasnya.


"Apa maksudnya? " Rio malah belum paham dengam apa yang di ucaokan dan maksud Elmanno itu.


"Loe sebagai perlambat alur maka buatlah gue sama Annasya mempunyai waktu yang banyak untuk bersama, dan imbalannya gue bisa mengubah alur buat loe agar bisa banyak kesempayan untuk memulihkan ingatan Alenza walau didalam alur cerita. " Elmanno menatap tajam pada Rio sedangkan Rio hanya menghembuskan nafasnya.

__ADS_1


"Itu memang yang aku inginkan tuan, tapi bagaimana dengan Alenza Granita dia bahkan tau aoa rencana kita sekarang! Bagaimana kalau hal ini bisa membahayakan Annasya? " Rio memperingati.


"Hidup kita di cerita ini akan segera berakhir gue tau itu, sebelum cerita ini tamat gue ingin melihat Annasya bahagia jika bersama gue setidaknya gue merasa senang telah memiliki Annasya yang gue sangat sayangi walau kenyataan kita tidak akan pernah bersama karena kita berbeda! " terang Elmanno dan perkataan itu membuat Rio terkejut.


"Tuan apa yang anda bicarakan itu sungguh-sungguh? " tanya Rio meyakinkan.


"Hem, akhirnya loe juga bakalan pisah kan sama Alenza! " ucapan yang di lontarkan Elmanni membuat Rio menunduk untuk mencerna tiap kata di otaknya.


"Anda memang benar tuan! Baiklah kalau begitu aku setuju! " Elmanno menyodorkan tangannya dan di sambut dengan tangan Rio, mereka menyepakati rencana yang akan mereka laksanakan.


"Ngomong-ngomong tuan ini masih di dalam alur cerita dan kenapa anda memegang barang itu? Bukankah itu alat tes kehamilan?" tanya Rio sedikit ragu.


"Gue harap Annasya hamil anak gue! " Elmanno tersenyum lalu menjentikan jarinya dan begitu saja pergi.


trriingggggg

__ADS_1


Kini semua kembali, jam berdenting dan aktifitas di mini market itu kembali riuh.


__ADS_2