Transmigrasi Mendadak Jadi Istri

Transmigrasi Mendadak Jadi Istri
Bab 33 Peringatan untuk Elmanno


__ADS_3

STAKKKK (masuk alur cerita novel)


"Sayang jangan pergi yah! " terdengar suara laki-laki dari balik tembok di tempat pemotretan.


Elmanno mengerjap tiba-tiba saja dirinya ada di lokasi pemotretan Stepanie padahal dia tadi tengah bersama Annasya, suara tadi pun mengagetkan Elmanno dan dia menoleh kearah sumber suara.


"Aku harus menemui dia dulu nanti aku akan bersenang-senang bersamamu!" Sahut Stepanie pada laki-laki dihadapannya.


Elmanno yang mendengar percakapan tidak biasa dengan seorang laki-laki itu mengerutkan dahinya dan perlahan kakinya melangkah tanpa aba-aba darinya.


"Oh seperti ini kamu jika tidak bersamaku! " Elmanno berteriak hingga semua orang yang berada dilokasi itu menatapnya, tentu saja Steoanie menjadi gentar melihat kedatangan Elmanno yang tiba-tiba.


"Ini tidak seperti yang kamu bayangakan El, kami hanya menghapal naskah untuk iklan itu loh! " sahut Stepanie dengan bibir yang bergetar sambil menyenggol bahu laki-laki didekatnya.


"Iklan apa sampai ada percakapan sayang dan bersenang-senang serta menemui dia dulu!" Elmanno menatap Stepanie dengaan tatapan amarahnya lalu berbalik dna meninggalakan lokasi pemotretan itu.


"El ! El tunggu aku! " teriak Stepanie sambil berlari mengejar Elmanno yang semakin menjauh darinya.


Stepanie tidak menyerah dia mengejar terus, sampai Elmanno masuk ke mobilnya dia tetap mengejar dengan mobilnya sendiri hingga sampai disebuah apartemen milik Elmanno.


"El dengarkan aku ini salah paham! " Stepanie keluar dari mobilnya dan segera kembali mengejar Elmanno.


Tidak ada sahutan Elmanno terus saja berjalan sampai masuk apartemen miliknya lalu menutup kembalinpintunya, Stepanie yang tau kode pintu itu segera menekannyablalu pintu itu terbuka.


"El ! El dengakan aku! " Stepanie duduk di sofa samoing Elmanno dambil memeluk dada bidang Elmanno.


"Aku hanya milikmu seorang percayalah, jangan salah paham! " Steoanie mengeluarkan air matanya smabil memandang wajah Elmanno.


"Iya aku percaya! " perkataan itu begitu saja lulus dari bibirnya bahkan Elmanno sendiri dibuat terkejut.


"Makasih kamu memang paling mengerti aku!" Stepanie semakin erat memeluk Elmanno.


Perlakuan Stepanie kepada Elmanno membuat Elmanno sendiri geram dan ingin segera mengakhiri adegan dalam novel itu.


"El tetap lah percaya padaku, aku sangat cinta padamu! Aku akan menunggumu dan kamu harus cepat ceraikan anak itu El! " ucap Stepanie membuat Elmanno semakin muak dengan hal ini.

__ADS_1


"Pergi sana loe! " sentak Elmanno, akhirnya mulut yang tadinya susah untuk di gerakan tapi dengan terus mencoba akhirnya Elmanno bisa bicara demikian pada Stepanie.


"Apa! Kenapa kamu mengusirku bukannya kamu tadi udah percaya sama aku! " Stepanie beranjak dari duduknya dan mengerucutkan bibirnya.


"Gue muak liat loe! " Pekik Elmanno membuat Stepanie terkejut.


Elmanno telah mengubah alur cerita, dan tiba-tiba saja jarum jam berhenti bergerak semua pergerakan disekeliling Elmanno terhenti bahka Stepanie pun terdiam tanpa berkedip layaknya patung. Elmanno yang menyadari ada keanehan dia menelan air liurnya susah sampai seseorang berbaju serba hitam begitu saja masuk, dan membuat Elmanno spontan menoleh kepadanya.


Rio! Dia lah orang yang saat ini tengah menghampiri Elmanno dengan tatapan merahnya.


"Siapa loe! " teriak Elmanno dan Rio hanya menyunggingkan senyum jahatnya.


"Jangan mencoba untuk merusak alur cerita ini tuan! " Ucap Rio penuh penekanan.


"Apa loe makluk penjaga dunia ini? Gue gak takut walau loe sebesar dan sekekar itu masih mendingan gagahan gue! Emang apa yang akan terjadi jika gue merusak alur cerita ini? " Elmanno berbalik tersenyum jahat pada Rio.


"Sarani Nabiha, dia yang akan menjadi korbannya jika tuan terus membangkang!" Rio membuka masker dan penutup kepalanya.


"Tuan! Ada sekarang melupakan saya! Padahal dulu Anda yang selalu memperingatka saya untuk tidak merusak alur cerita bukan! " sabung Rio membuat Elmanno bingung dengan apa yang dibicarakan Rio.


"Bukan gue tapi kita! Kita berasal dari dunia yang sama dan jika tuan melanggar aturan dunia ini! " Rio menggantungakan ucapannya lalu mendekatkan telapak tangannya pada dada Elmanno.


"Aaargghhhhh apa yang loe lakukan! " pekik Elmanno tertahan sambil menahan sakit di dadanya.


"Sakit yang tuan rasakan ini akan muncul! " sambung Rio dan menarik tangannya, Elmanno pun tidak merasakan sakit didadanya lagi.


"Jangan terus mencintai Sarani! Dan saya tekankan jangan mengubah alur cerita! " Ucap Rio lalu menghilang entah kemana.


Kini semua menjadi normal lagi jam oun kembali bergerak semestinya, Stepanie pun kembali berbicara pada Elmanno. Hanya saja Elmanno kembali merasakan kekakuan itu lagi mengingat ini masih didalam alur cerita.


"El! Apa kamu begitu marah padaku! Itu memang salah paham! " Stepanie merengek sambil menggelayut manja di lengan Elmanno.


"Iya aku memaafkanmu! " Ucap Elmanno mengusap puncak kepala Stepanie. Padahal dalam hati Elmanno benar-benar muak.


"Apa mau makan? Biar aku buatkan! " Stepanie tersenyum manis menatap Elmanno.

__ADS_1


"Boleh! " Elmanno membalas senyum Stepanie.


Sedangkan Annasya terlihat terdiam disudut gudang belakang rumah, dirinya menunduk sambil memeluk lututnya tak lama kemudian ada suara dari luar Annasya berdiri dan menghampiri pintunyang terkunci itu.


"Tolong, siapa pun yang ada di luar tolong! " Teriak Annasya, seseorang itu berjalan kearah pintu lalu membukanya.


"Jangan harap kamu bisa bebas Nasya! " teriak Sahara setelah pintu itu yerbuka lebar. Annasya perlahan mundur kebelakang.


"Kenapa momih mengirungku apa salahku! " ucap Annasya sesegukan.


"Kamu! kamu yang menukar minuman itu dengan minuman Naraya kan! " Tunjuk Sarah tepat dimuka Annasya.


"Apa maksudnya?" tanya Annasya dengan wajah polosnya, padahal sebenarnya dia tau.


"Aku telah memasukan racun pada minumanmu dan kamu pasti sudah tau lalu menukarnya dengan minuman milik Naraya kan! " pekik Sahara, membuat seseorang yang sedari tadi menguping itu terkejut.


"A aapa? " Annasya terkejut.


"Seharusnya sekarang kamu yang sekarat dirumah sakit bukan anak ku! Kau benar-benar pembawa sial dikeluarga kami! " Terika Sahara sambil mendorong kuat Annasya.


"Aw! "Annasya tersungkur dilantai dengan kesakitan, dia mengusap bokongnya yang di rasa perih itu.


"Anakkmu tidak akan teracuni jika awalnya kamu tidak meracuni Annasya!" Tiba-tiba Elga muncul, ya! yang sedari tadi menguping itu adalah papih Elga.


"Papih! " lirih Sahara menutup kedua mukutnya.


"Papih tidak menyangka ternyata hati mamih sekejam itu, meracuni anak orang! Dan sekarang kamu tidak terima malah anak kamu yang teracuni, bisa di bayangkan kalau itu bakalan terjadi sama Annasya! Mamahnya pun pasti akan sepertimu tidak terima anaknya di racuni dan kamu harus tau Annasya sudah menjadi bagian dari keluarga ini jadi jika ada apa-apa menurut mamalih siapa yang di salahkan! keluarga Elmanno! Apa mamih tidak berfikir!" Teriak Elga lalu terengah.


"Pih! " pilu Sahara.


"Dan kamu Nasya! Apa kamu benar menukar minuman itu? " tanya Elga menatap Annasya.


Annasya celingukan dia mencoba menggerakan bibirnya lalu tersenyum dan berkata, " Aku tidak tau kalau minuman itu ada racunnya! "


"Arrghhhhhh! " Suara kesakitan terdengar membuat semua orang yang berada disana menghampiri suara itu.

__ADS_1


"El! " teriak Sahara dan Elga lalu segera mengangkat tubuh Elmanno yang tengah kesakitan dibagian dada itu.


__ADS_2