Transmigrasi Mendadak Jadi Istri

Transmigrasi Mendadak Jadi Istri
Pengakuan Bhadra


__ADS_3

Triiinggggggggg


Suara bel sekolah berbunyi, masih di dalam alur cerita. Semua yang berada di kelas itu melangkah ke depan untuk memberikan kertas jawaban ujian mwreka pada guru.


"Nasya thank ya! " Ucap Alenza dengan cengir kudanya.


"Gara-gara loe gue juga ikutan kena semprot tadi! " sahut Annasya.


"Tenang nanti kalau ada ujian fisika sama matemayika biar gue kasih tau loe! " Alenza mencubit pinggang Anmasua agar tidak cemberut.


"Iya-iya! " Nasya tersenyum lalau merangkul bahu Alenza.


"Nasya ada hal yang gue harus omongin! " tiba-tiba Bhadra menghampiri mereka berdua.


"Silahkan gue pulang duluan ya Sya! " Alenza tersenyum sambil menurun naikan alisnya menggoda Annasya.


"Al! Nanti bareng! " ucap Annasya tapi Alenza keburu keluar membuat Annasya kesal.


"Mau di omongin di mana? " tanya Annasya menanggapi ajakan Bhadra.


"Di resto depan! " saran Bhadra.

__ADS_1


"Ayo! " Annasya menyetujui.


Tanpa mereka sadari beberapa wanita di pojokan sana tengah berbisik menatap kepergian Bhadra juga Annasya dengan kesal.


"Dia itu memang cantik, tapi gue gak rela kalau Bhadra sama dia!" seru wanuita berkuncir kuda itu.


"Kenapa loe naksir? " tanya wanita di samoingnya yang tengah mengigit permen loli.


"Nggak! Dia target gue, setidaknya sebelum sama Annasya sama gue dulu! "


"Gila loe! "


Kini Annasya juga Bhadra berada di sebuah resto yang menyajikan berbagai makanan berminyak, yang tentunya di gemari para remaja. Annasya dna Bhadra terlihat duduk berhadapan dengan suasan canggung yang menemani tentunya.


"Nasya gue tau loe milik Kak Elmanno, tapi gue gak bisa bohong dengan perasaan gue! Gue suka sama loe, loe tau gue kan semenjak kita berada di sekolah ini gue udah cinta sama loe sebelum loe jadi sama Kak El." ucap Bhadra menjeda pembicaraannya, matanya tertiju pada mata teduh milik Annasya.


"Gue ingin loe jadi milik gue Sya! Bukan milik Elmanno yang selalu ngasarin loe, gue gak terima! " Bhadra menggenggam tangan Annasya tapi Annasya menepisnya.


"Kenapa Sya? Memang gue salah gak seharusnya gue bicara begini sama loe, tapi gue merasa ada hak untuk ngungkapinnya! " Bhadra bingung dengan sikap Annasya yang terlihat diam saja.


"Sya! " panggil Bhadra pelan dan Annasya pun menoleh lalu tersenyum menatao Bhadra.

__ADS_1


"Bhad kata siapa gue gak suka sama loe, hanya saja gue bingung mana bisa menerima loe. Loe tau gue milik saudara loe kan! Kalau nanti gue ketahuan bagaimana, walau pun Mas Elmanno gak peduli sama gue tapi gue gak mau rumah tangga ini salah di gue! " Annasya tertunduk, sedangkan Bhadra dia tersenyum dalam diam ada perasaan bahagia kala Annasya berkata suka padanya.


"Tapi loe harus mikirin diri sendiri, gue aja gak terima loe selalu di siksa sama dia bahkan sama keluarganya. Loa juga gak nyaman kan! " sahut Bhadra.


"Lalu dengan gue pacaram sama loe, apa semua masalah gue bisa jamin tuntas! " Annasya menatap tajam pada Bhadra.


"Belum tentu memang, tapi jika di usahakan dan di perjuangkan gue akan keluarin loe dari penderitaan keluarga El!" Kini giliran Bhadra yang menunduk.


"Anak-anak kecil memang! " Tiba-tiba terdengar suara perempuan, membuat Annasya juga Bhadra menoleh.


"Stepanie! Mas El! " Lirih Annasya.


"Kenapa loe mencoba setia sama Mas El, percuma dia sudah milik gue hatinya juga setianya juga! Hidup menderita loe itu dibuat sendiri dasar anak bau kencur! " Stepanie tersenyum sinis.


"Bhad gue cinta sama. loe juga cinta kan sama gue. Gue terima cinta loe Bhadra! " Annasya berucap dengan tayaoan mata mengarah pada Elmanno yang tengah acuh menatap hal lain.


"Loe benar kali ini Stepanie! " Annasya berlari meninggalkan resto itu.


Elmanno mengepalkan tangan dengan sangat erat emosinya tengah dia bendung, dia tidak ingin adegan konyol itu lagi sedangkan Bhadra hanya tersenyum meremehkan pada Elmanno. Bhadra berlari menyusul Annasya.


"Mereka sangat lucu ya sayang!" Stepanie mengelus lengan Elmanno.

__ADS_1


STTTAKKKKK ( Keluar alur cerita)


Elamnno menghempaskan tangan Stepanie kasar, lalu dirinya berlari mengejar Annasya juga Bhadra dan menghiraukan Stepanie yang terus memanggil namanya. Elmanno terus saja berlari dia tidak ingin kejadian tadi benar adannya. Dia tidak mau sampai Annasya benar-benar menerima cinta Bhadra.


__ADS_2