
Annasya berada di kamar setelah semua orang mengantar Naraya kerumah sakit tapi ada hal lain yang dirasakan tubuhnya, dia merasakan kepanasan, pendingin pun dia maximalkan dan tanpa sadar gaun yang tadi terpakai kini sudah terlepas dari tubuhnya.
"Ini kenapa? Masih panas sekali! Arrggghhhh! " Annasya sungguh sangat tidak nyaman hingga Elmanno masuk kekamar dan aneh melihat tingkah Annasya.
"Ayolah ini masih di dalam alur cerita tapi hal ini tidak ada di novel itu kenapa ini! " Annasya dalam hati sambil terus menghentakan kakinya, tentunya tidak menyadari kalau Elmanno kini berada di sampingnya.
STAKKKKK ( Berakhirnya alur dalam novel)
"Sial ini kenapa! " teriak Annasya dan Elmanno yang sedari tadi memperhatikan Annasya menjadi mengerti ada suatu obat yang bisa membuatnya seperti ini.
"Padahal ini diluar alur cerita! Kenapa masih merasakan panas begini! " pekik Annasya saking sibuknya dengan diri sendiri sampai Elmanno kini berada di sampingnya pun tidak sadar.
Elmanno mengecup leher Annasya, Annasya dibuat terkejut dan baru sadar kalau Elmanno kini berada satu ranjang bersamanya tapi kecupan itu sedikit meredakan rasa panas itu hingga Annasya tidak bisa menahan Elmanno. Elmanno yang melihat reaksi Annasya hanya tersenyum dia pun melanjutkan aksinya.
Annasya tidak ingin hal itu terjadi apa lagi ini diluar alur cerita, tapi rasa panas itu tetap dia rasakan sentuhan yang Elmanno berikan membuatnya menjadi ingin lebih dan lebih, entahlah dia juga tidak tau itu kenapa bisa terjadi. Bahkan pikiran dan kesadaran Annasya pun mulai tidak setabil.
Hingga mereka melakukan penyatuan itu beberapa kali, ya minuman yang diminum Annasya waktu diacara ulang tahun itu adalah milik Naraya yang sudah di kasih obat perangsang oleh Erik, Erik berencana ingin tidur bersama Naraya kala itu gagal karena Naraya kena racun dari minuman yang seharusnya racun itu di minum Annasya.
Tapi Annasya juga tidak tau kalau minuman Naraya ada obat perangsangnya karena di dalam novel pun memang tidak di tuliskan demikian. Mungkinkah dengan mengubah alur cerita ada hal lain yang bisa lebih memperburuk keadaan?
Hingga pagi menjelang Elmanno masih betah memeluk tubuh polos Annasya yang masih tertidur dan terlihat raut wajah lelahnya, Elmanno mengecup beberapa kali kening Annasya. Entahlah dia seakan manjadi cinta sama Annasya dan tidak mau kehilangannya.
Perlahan kelopak mata Annasya bergetar dan terbuka, sosok Elmanno yang menunjukan dada bidang dan perut kotak-kotaknya menjadi pemandangan pertama yang dia lihat pagi ini, matanya semakin melebar dan dia pun mendorong Elmanno agar menjauh tapi dia merasakan lelah hanya sekedar mendorongnya pun tidak mampu.
"Pagi sayang! " Ucap Elmanno lalu mengecup kembali kening Annasya seakan menjadi candu baginya.
"Yak lepaskan gue! " bukannua menyahuti dia malah memekik dengan suara paraunya itu.
"Enggak! " Elmanno malah mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
"Apa loe belum puas nyakiti gue, sekarang loe ini, ah! " Annasya mengerang saat tangan Elmanno mulai jail dibawahnya.
"Itu ngilu El! " suara Annasya tertahan dan malah membuat Elmanno merasa semangat kembali.
"Udah El! " kembali Annasya meracau.
"I love Sarani Nabiha! " Bisik Elmanno tepat ditelinga Annasya, tentu saja Annasya terkejut. Elmanno menyebut nama aslinya dan hal itu membuat Annasya menelan air liurnya susah.
Bersamaan ungkapan Elmanno petir dan hujan begitu saja turun, langit seakan murka Alenza yang kini berada di perpustakaan hanya menunduk dan tau apa yang terjadi.
"Cerita ini sudah berantakan, mereka sudah saling memiliki pasti akan berlanjut dengan cerita yang tidak stabil dan pengaruh lain akan terjadi! " gumam Alenza.
Tidak lama kemudian Rio menghampiri Alenza dengan kedua minumah hangat ditangannya, Alenza yang menyadari ada Rio di hadapannya berdiri hendak pergi.
"Duduklah dulu setidaknya loe bisa minum ini, dan gue bisa pergi dari sini! " ucap Rio meletakan satu gelas coklat panas di meja, Alenza menatap gelas itu lalu mengambilnya.
"Terimakasih! " Alenza buru-buru keluar dari perpustakaan meninggalkan Rio yang tengah memandangnya dan tersenyum.
"Aw! " Annasya hendak turun dari kasur dan merasakan kesakitan disekujut tubuhnya terutama dibagian inti miliknya.
Elmanno yang mendengar Annasya meringis segera menggendong Annasya menuju kamar mandi, "Mau sekalian aku mandiin! "
"Sana pergi! " teriak Annasya dan Elmanno segera keluar dari kamar mandi lalu menutup pintu dari luar, melihat Elmanno keluar Annasya pun menghela nafas lega.
Annasya mengguyur tubuhnya dengan air sower, dirinya menunduk dan tanpa sadar air mata itu pun mengalir bersamaan dengan air terjatuh.
"Ini tidak harus terjadi! Apakah ini balasan karena telah mengubah alur cerita?" tanya Annasya pada diri sendiri.
Perlahan bayangan-bayangan di kasur bersama Elmanno terngiang indah di kepala Annasya dan membuat dirinya geram hingga menggosok seluruh badannya dengan kasar.
__ADS_1
"Aku bodoh! Dan kepalang bodoh serta udah terjadi biarlah bagaimana hidupku kedepannya, gue bakalan tetap mengubah nasib si Annasya ini setidaknya jika gue harus sial sebagai Sarani didunia novel ini tapi gue bakalan bikin Annasya dalam novel ini menjadi sosok yang berani dan tidak mudah di tindas! " ucap Annasya penuh penekanan.
Dua jam lamanya Annasya masih tidak keluar dari kamar mandi membuat Elmanno khawatir, dia pun menghampiri pintu dan mulai menggedornya.
"Nasya! Kenapa lama sekali! " pekik Elmanno.
"Nasya cepat buka pintunya! " kali ini Elmanno agak keras sambil berusaha membuka pintu itu.
"Yak! Kamu jangan membuatku khawatir! " teriakan itu kembali menggema.
Dan akhirnya Annasya pun keluar juga dengan balutan handuk yang menutupi dada dan setengah pahanya serta handuk kecil yang melilit kepalanya. Elmanno yang melihat sang istri dihadapannya hanya bisa menelan air liurnya, terutama dibeberapa bagian tubuh Annasya tercipta karya hasil buatan dirinya membuat bibir itu tersenyum.
"Minggir! " ucap Annasya melangkah dan mendorong Elmanno dihadapannya.
"Di kamar mandinya lama amat! " ucap Elmanno menyingkir dari sana, Annasya tidak menjawab dia berjalan dengan agak aneh di pandang membuat Elmanno mengerutkan keningnya.
"Kenapa jalanmu aneh Nasya? " tanya Elmanno.
"Semua tubuh gue jadi sakit dan ringsek gara-gara loe! Puas loe! " Annasya sesaat menoleh pada Elmanno.
"Padahal kita melakukannya 23 kali malam dan pagi ini! " ucap Elmanno, Annasya yang hendak kembali berjalan menjadi urung dan menatap Elmanno dengan garangnya.
"Emang loe suka main bareng siapa 23 kali masih bilang padahal hah! Sama si Stepanie loe bisa lakukan 100 kali semalam! Rugi banget gue harus dapat yang bekas! " hardik Annasya.
"Aku cuma melakukannya sama kamu aja kok beneran, hanya saja aku merasa nggak cukup segitu ingin lagi gitu! " Elmanno tersenyum serta mengerling genit pada Annasya.
"Mendingan loe keluar dari kamar ini gue mau di baju! " usir Annasya.
"Nggak! "
__ADS_1
"Elmanno sialan! " teriak Annasya karena Elmanno berlari menghampirinya dan memangku dirinya menuju kasur.
JANGAN LUPA JEJAKNYA YA.....