Transmigrasi Mendadak Jadi Istri

Transmigrasi Mendadak Jadi Istri
Bab 28 Penukaran minuman


__ADS_3

Rumah keluarga Algi dan Sahara dihiasai dengan pernak pernik indah serta kue ulang tahun yang menjulang tinggi menjadi pusat perhatian di sana. Naraya terlihat senang melihat semua teman dan tamu undangan pada hadir di acaranya termasuk sang pujaam hati yang senantiasa selalu berada di sampingnya.


"Happy brithday honey! " Bisik laki-laki jangkung tegap itu yang merupakan kekasih Naraya seraya menyodorkan sebuah kotak kecil kepadanya.


"Terima kasih sayang! " sahut Naraya seraya mengambil kotak itu.


"Jangan dulu dibuka simpan saja dulu ya! " kembali sang kekasih berbisik sebut saja namanya Erik.


"Aku penasaran! Tapi baiklah biar nanti saja dibukanya! " Naraya menggengam kotak itu.


Dari kejauhan terlihat Annasya dengan pakaian gaun sederhana berwarna unggu muda, terlihat cantik dan disampingnya terdapat Bhadra yang memakai jas hitam rapi. Jangan tanyakan Elmanno dia tentu saja berada disana bersama Stepanie mereka tengah menikmati jamuan yang dihidangkan.


"Nasya apa loe gak sakit di gituin sama suami sendiri, kalau gue jadi loe! Gue udah tinggalin aja dia! " geram Bhadra menatap Annasya.


Mereka kini berada di dalam alur cerita, jadi Annasya tidak bisa bicara hanya bisa tersenyum saja sambil menunduk dan menitikan air matanya.


"Hm! " Bhadra yang melihat hal itu seketika hatinya sakit,


"Ikut gue! " Bhadra menarik tangan Annasya dan berjalan menghampiri Elmanno serta Stepanie yang tengah asik mengobrol. Elmanno yang melihat Annasya serta Bhadra yang menghampiri mereka pun hanya tersenyum mengejek padahal hati kecilnya sangat marah melihat kebersamaan Annasya dan Bhadra.


"Kak sama Kak Step disini rupanya, ah apa kalian ada hubungan di balik pernikahan itu! " ucap Bhadra membuat Annasya dan beberapa orang yang berada di sekitarnya terkejut menanggapi ucapan Bhadra barusan.


"Jaga mulutmu! " pekik Elmanno tertahan dengan rahang yang mengeras.


"Ups kalau gitu Nasya mari kita makan bersama di sana, dan sekalian mau ngasih kado buat Kak Naraya! " Bhadra tersenyum sinis pada Elmanno lalu merangkul pinggang Annasya.


"Sial! " pekik hati Elmanno dia tidak taham kalau harus melihat Annasya di pegang oleh Bhadra.


"Jangan sentuh dia! " Elmanno begitu saja menepis tangan Bhadra dari pinggang Annasya.


"Kejadian ini tidak ada dalam novel, sudah ku duga kalau El bisa merubah alur cerita yang sudah di tetapkan penulis! " ucap hati Annasya.


"Kenapa?" tanya sinis Bhadra.


"Tidak enak dilihat! " jawab Elmanno dan memalingkan pandangannya.

__ADS_1


"Nasya kamu dicariin disini rupanya! " tiba-tiba saja Sahara menghampiri mereka.


"Iya, kenapa? " Annasya menatap Sahara.


"Masih nanya kenapa lihatlah meja itu penuh dengan gelas kosong kamu bereskan semua! " perintah Sahara.


"Bibi bukankah itu sudah ada petugasnya ya, kenapa harus Nasya yang membersihkannya? " tanya Bhadra heran.


"Eh Bhadra, kebetulan yang lain pada sibuk semua ya kali Nasya bisa bantu kan! " ucap Sahara lalu menatap Annasya.


"Dasar nenek lampir emang! Gue tau loe bakalan racunin gue tapi gue gak bakalan kena itu! " ucap hati Annasya.


"Gak apa-apa Bhad lagian gue juga dieum aja!" sahut Annasya dan mulai melangkah ke meja yang banyak gelas kosong itu.


"Dia itu anak baik Bhadra jadi tidak akan merasa terbebani! " Sahara menepuk bahu Bhadra.


Acara demi acara pun telah selesai kini tinggal acara akhir yaitu acara bersulang, semua orang tengah memegang gelas yang berisi minuman begitu juga dengan Annasya.


Annasya mengerjap-ngerjapkan matanya seraya menatap Bhadra. Elmanno yang melihat kode mata Annasya pada Bhdra pun di artikan lain dan semakin membuatnya amarah.


Bhadra menggerkan kakinya tapi nihil dia tidak bisa menggerakannya, Beberapa kali dia mencoba untuk menggerkan semua anggota tubuhnya tapi tetap tidak. Karema Bhadra tidak bisa, Annasya pun celingukan mencari Elmanno lalu Annasya pun menggerakan kakinya dan keajaiban datang Annasya bisa menukar gelas mkliknya dengan gelas orang lain.


Erik segera mengambil gelas itu sebelum mereka mengambilnya lalu menyodorkannya pada Naraya dengan berkata, " Ini untuk mu! "


Naraya dengan senang hati menerima gelas itu, dan kebetulan gelas itu adalah gelas milik Annasya yang sudah di tukar tadi oleh Annasya sendiri.


Bhadra melirik Annasya, "Nasya kok bisa gue berjalan dan gerakin tubuh gue padahal ini masih di dalam alur cerita? " bisik Bhadra.


"Pokoknya ada sesuatu hal yang bisa merubah alur cerita ini! " ucap Annasya.


"Bahkan Loe juga bisa bicara sesuka hati loe! " terkejut Bhadra.


"Hm, diam lah dan kembali ke alur cerita! " titah Annasya.


Acara sulang pun kini tengah di lakukan semua orang yang berada diruangan itu menaikan gelas mereka masing-masing Elga terlihat memegang alat pengeras suara.

__ADS_1


"Acara ini khusus buat anak perempuan saya, Naraya semoga kamu menjadi pribadi yang baik dan kuat serta berbaik budi kepada orang lain menjadi seseorang yang sukses yang bisa membuat mamih dan papih bangga! Dan ada satu orang yang belum berada disini, Annasya sini Nak! " ucap Elga seraya menatap Annasya yang tidak jauh darinya.


"Pih! " ucap Sahara.


"Diam yang lebih pantas berada di samping Elmanno bukan dia! tapi istrinya Annasya!" bisik Elga pada Sahara dengan penuh penekanan.


"Sini Nak! " Kembali Elga memanggil Annasya dengan alat pengeras suara itu, Annasya pun dengan ragu maju ke depan.


Elga buru-buru menarik tangan Annasya dan menempatkannya disamping Elmanno, Stepanie tentu saja dia kesal mau mundur malu mau diam aja tidak dianggap.


"Baiklah mari kita bersurang! " terika Elga seraya lebih meninggikan gelasnya begitu juga semua orang yang berada di sana.


Annasya menatap Naraya seraya tersenyum karena Naraya meneguknya sekali tandas, begitu juga dirinya dia jadi tidak khawatir dengan minuman yang kini dia minum. Sedangkan Sahara dan Stepanie saling menatap dan tersenyum melihat Annasya menghabiskan minumannya.


"Mampus loe Nasya! " ucap hati Stepanie dengan senyum jahatnya.


"Setelah ini dia bakalan kapok dan keluar dari keluarga kami, dan membiarkan Stepanie bersama Elmanno lagi dan aku bisa menjadi mertua yang beruntung mendapatkan menantu model papan atas pasti semua teman-temanku pada iri, aduh gak sabar nunggu si Naraya kesakitan dan terkapar lemas! " Ucap hati Sahara dibalik senyam-senyumnya itu.


Semua acara telah dilaksanakan Erik yang melihat gelagat Naraya yang terus memegang kepalanya tersenyum seraya menghampiri dan merangkulnya.


"Honey are you okey? " tanya Erik.


"Kok kepalaku mendadak jadi pusing pening begini ya? " Naraya terus menekan kepalanya, Sahara dan Elga juga segera menghampiri Naraya.


"Raya kamu baik-baik saja? " tanya Sahara dengan cemasnya.


"Mih kok badanku semuanya terasa aneh ya? " Ucap Naraya.


"Pih, Mih biar aku yang bawa Naraya ke kamar ya! " Erik merangkul bahu Naraya.


"Gak boleh, biar papih saja! " sahut Elga tegas.


"Tapi-"


"Gak apa-apa biar papih saja yang membawanya ya, kamu jangan khawatir! " ucap Sahara mengusap bahu Erik.

__ADS_1


"Sial rencana gue bakalan gagal! " amarah Erik dambil mengepalkan tangannya.


HAI READER JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA...


__ADS_2