Transmigrasi Mendadak Jadi Istri

Transmigrasi Mendadak Jadi Istri
BAB 31 Pengakuan Elmanno


__ADS_3

Masih di luar alur cerita, Elmanno menatap jam di pergelangam tangannya dan menatap gedung sekolahan berharap jam dua siang ini adalah jam pulang Annasya.


"Nasya aku kangen banget! " lirih Elmanno, hingga beberapa siswa keluar dari pintu gerbang dan hal itu membuat Elmanno tersenyum senang.


" Mau pulang bareng? " tanya Bhadra pada Annasya meraka kini masih di kelas.


"Tidak! Gue naik bus aja!" tolak Annasya.


"Kenapa kalau pulang sama gue?" tanya Bhadra.


"Nggak kenapa-napa hanya saja nggak mau ngerepotin!" jawab Annasya seraya pergi dari kelas itu, tapi Bhadra gak pantang putus asa dia pun mengikuti Annasya dari belakng sambil membujuknya agar mau pulang bersamanya.


Sampai tiba digerbang sekolahan Bhadra masuh membujuk Annasya untuk pulang bersamannya dan hal itu terlihat oleh Elmanno yang sedari tadi menunggu Annasya pulang.


"Anak itu! " pekik Elmanno dan keluar dari mobil dan menghampiri keduanya.


"Ayo lah Nasya pulang bersamaku!" suara itu beberapa kali keluar dari mulut Bhadra dan kali ini terdengar jelas oleh Elmanno juga.


"Dia akan pulang bareng gue! " sahut Elmanno, Annasya dan Bhadra pun menoleh ke sumber suara dan Annasya terkejut mendapati Elmanno berada di sekolahannya.


"Ngapain loe kesini? " tanya Annasya.

__ADS_1


"Jelas mau jemput istri lah! " jawab Elmanno dan Bhadra hanya mendelik.


"Gue mau pulang pakai bus saja! " Annasya hendak pergi tapi ditahan oleh Elmanno.


"Kalau kamu gak nurut siap-siap nanti lemas lagi! " bisik Elmanno membuat Annasya melotot dan menggretakan giginya lalu melihat Bhadra di sana.


"Oke! " Annasya mengepalkan tangannya seraya berjalan menuju mobil Elmanno.


Elmanno melangkah menghampiri Bhadara, "Jangan deketin dia!"


"Apa salahnya sama loe juga disiksa melulu! " sahut Bhadra.


"Gue cinta sama dia, dan kebetulan dia istri gue wajar kalau gue ngomong gini sama loe! " Ucap Elmanno embuat Bhadra menatap tajam ke arah Elmanno.


"Kenapa loe marah? Gue cuma mengingatkan, ini memang cerita tapi tetap dalam dunia novel ini mau Annasya atau Sarani pun dia orang yang sama." Elmanno menatap balik tajam Bhadra.


"Loe benar tapi rasa loe itu akan menjadi bahaya bagi Annasya!" Pekik Bhadra tertahan, lalu pergi begitu saja dari hadapan Elmanno.


Elmanno menghiraukan ucaoan Bhadra dan begitu saja berjalan menghampiri Annasya di mobilnya.


"Bicara apa sama Bhadra sampai gue harus menunggu agak lama? " tanya Annasya.

__ADS_1


"Hal penting agar dia tidak selalu menggangu milikku! " jawab Elmanno menutup pintu itu dan segera menghidupkan mobilnya.


"Maksudnya? " Annasya masih tidak mengerti.


"Aku suruh agar dia tidak terlalu dekat denganmu, karena kamu miliku dan tidak ada yang bisa merebutnya dariku! " ucap Elmanno.


"Apa kamu benar-benar mencintaiku? " tanya Annasya.


"Apa kamu meragukan ku, cerita ini hanya fiktif karangan seseorang tapi hatiku tulus padamu bagiman cerita ini membuatmu sakit hati karena ku, aku akan membuat kamu bahagia kalau bisa cerita ini akan aku ubah! " Elmanno mulai menjalankan mobilnya.


"Dia belum sadar kalau dia bisa mengubah alur cerita!" pekik Annasya dalam hati.


"Tapi gue bukan asli dari dunia ini, dan bisa kapan saja gue balik ke dunia gue sendiri! "


CKIIITTTTT


Suara ban mobil dan jalan bergesekan terdengar memekik telinga, Elmanno menginjak rem itu mendadak membuat Annasya sangat terkejut.


"Apa yang loe lakukan? " tanya Annasya.


"Loe gak bisa pergi dariku! " Elmanno menarik tangan Annasya lalu mengangkat dagunya.

__ADS_1


"Khm! Sebaiknya kita pulang ini di jalan banyak kendaraan lewat dan mobil ini juga berhenti mendadak untung tidak ada kendaraan apapun di belakang tadi kan! " Annasya mencoba untuk sedikit meredakan amaran Elmanno, tapi Elmanno malah menyesap bibir miliknya.


"Jangan mencoba untuk meninggalkan aku! " bisik Elmanno tepat di telinga Annasya.


__ADS_2