Transmigrasi Mendadak Jadi Istri

Transmigrasi Mendadak Jadi Istri
Elmanno yang jahat kembali


__ADS_3

Semua pandangan Annasya putih, bahkan Elmanno pun tidak terlihat dan tangan mereka pun kini tidak saling memegang.


"El loe dimana? Gue takut! " lirih Annasya, dirinyabkhaeatir sekaligus ketakutan kedua tangannya menyilang memegang pundak sambil tertunduk.


"Kenapa jadi begini! " kembali lirihan Annasya.


"El! " teriak Annasya.


"El! Kamu di mana! "


"Elmanno! " pekikan Annasya sekuat tenaga, hingga sesuatu mendoring tubuhnya terhemoas entah kemana.


"Eeeeeellllllllllll! " Suara Annasya memanggil Elmanno , dan semua menjadi gelap.


"Elmanno! " teriak Annasya, tiba-tiba dirinya kini berada di kamar dan tidur berdampingan dengan Elmanno.


Annasya menyapu seluruh sudut kamar itu dengan pandangannya hingga sosok di sampingnya yakni Elmanno terduduk sambik mengucek matanya, khas orang bangun tidur.

__ADS_1


"El! " Annasya terbangun seraya memeluk Elmanno dengan erat. Rasa khawatir tadi yang dia rasakan memudah kala Elmanno kini berada di dalam dekapannya.


"Pagi-pagi buat keributan saja, lepaskan tubuhmu! " Suara Elmanno membuat Annasya terkejut.


"El apa kamu baik-baik saja, bukan kah ini di luar alur cerita! Gue juga bisa ngomong dan gerak sendiri tapi kenapa loe kasar sama gue! " Annasya menatap Elmanno dengan tatapan bingung.


"Loe yang kenapa-napa orang lagi tidur enak malah teriak-teriak, loe mulai gila? " sahut Elmanno dan malah membuat Annasya semakin khawatir dengan pemikiran dia kalau Elmanno tidak akan mengingat hal yang berada di kuar alur cerita saat-saat mereka bersama.


"El! " lirih Annasya.


"Heh, pising gue lama-lama deket sama loe! " Elmanno turun dari ranjang dengan nada kesal nya, dan Annasya semakin yakin kalau Elmanno kini sama seperti Alenza yang dia buat hilang ingatan.


"Loe itu berisik melulu, kenapa loe manggil manggil gue! Mau godain gue lagi? Coba loe goda sedikit pun gue gak tertarik sama loe!" Elamnni berjalan menuju kamar mandi.


"Ternyata si Alenza Granita ini, membuat Elmanno lupa kalau dia pernah cinta sama gue! Bagaimana oun caranya gue bakalan buat dia kembali ingat!" lirih dalam hati Annasya sambil pandangannya menatap punggung Elmanno yang semakin dekat dengan pintu kamar mandi. kakinya kini berlari menghampiri Elmanno.


Grreeepp

__ADS_1


"Lepas! Ada apa dengan loe!" Elmanno mencoba untuk menyingkirkan tubuh Annasya yang tiba-tiba memeliknya dari belakang.


"Gue baik-baik saja! Padahal loe yang suka peluk gue duluan! " sahut Annasya.


"Mana ada, itu halusinasi loe saja kali! Kalau loe masih meluk gue, gue gak akan segan memanggil petugas rumah sakit jiwa untuk membawa loe kesana! " Pekik Elmanno.


BRRAKKKK


"Itu hukuman buat suami jahat macam loe! Enak saja gue dikira gila heh! Sesuai tokoh novel memang Elmanno yang jahat kembali muncul!" ucap Annasya setelah mendorong Elmanno sampai pintu kamar mandi terbuka paksa oleh tubuhnya.


"Yak Annasya!" teriak Elmanno.


"Ternyata lebih asik ngisengin dia ya! Dari pada dulu suka minta kikuk kikuk, tapi sedikit sedih juga dia jadi jahat nggak lembut lagi! " Annasya berjalan menuju luar kamar dan hendak ke kamar mandi yang khusus untuk pembantu.


"El kok gue jadi kangen di peluk sama loe ya! " tiba-tiba lirihan itu begitu saja terucap dari mulutnya.


"Hah!" Annasya membuka kamar mandi itu dan segera memulai ritual mandinya di sana.

__ADS_1


"Dunia novel memang lebih mengerikan! " Setelah mengucapkan itu dia langsung mengguyur bandannya.


__ADS_2