Transmigrasi Mendadak Jadi Istri

Transmigrasi Mendadak Jadi Istri
Malam dan pagi pertama


__ADS_3

Amelia kini sudah tertidur duluan karena kejadian siang tadi membuatnya begitu lelah hingga lupa kalau sudah ada suami yang sedari tadi cemberut di sampingnya.


"Haduh gak jadi belah duren!" sahut Adam.


Adam membalikan tubuh Amelia agar dia menghadap kepadanya lalu memeluknya, "Cantik!"


Amelia merasa terganggu dia menguap dan menjulurkann tangannya keatas karena itu kebiasaannya, setelah itu dia mengucek kedua matanya dia masih belum sadar hal itu membuat Adam tambah ingin menerkam dirinya.


"Bangun dulu!" Bisik Adam tepat di telinga Amelia.


"Eeuhhhhh!" Amelia malah tidak sengaja mengeluarkan lengguhan dan Adam dengan terpaksa mencium bibir Amelia.


Amelia yang sadar akan hal itu segera membuka kedua matanya dan mendorong dada Adam kuat.


"Yak kenapa kamu disini?" pekik Amelia dan Adam hanya mengernyitkan dahinya.


"Aku ini suamimu jadi wajar saja kalau aku ada di sini bersama istriku!" kembali Adam menarik tubuh Amelia agar tidak ada jarak di antara keduanya.


Amelia menelan air liurnya dia baru sadar kalau ini malam pertamanya bersama Adam, membuat bulu puduk Amelia meremang.


"Hahah hem kita terlalu menempel Adam! Bisa kamu sedikit menjauh aku merasa sesak! " Amelia tersenyum di paksakan.


"Mel aku minta jatah ya!" rengek Adam tentu saja membuat Amelia deg deg ser hatinya, dan memalingkan pandangannya dari pandangan Adam yang sudah dipenuhi nafsu yang membara.


"Hem!" Amelia masih berfikir


"Ayolah Ya! Aku ini suami mu percayalah padaku aku ingin melihat anakku tumbuh di rahimmu!" Adam menunduk menggosokan hidungnya pada leher Amelia.


"Aduh!" Amelia merasa merinding di buatnya.


"Ya ya ya !" kembali Adam merengek seperti anak kecil yang meminta jajan pada mamahnya.


"Hem! Euh Adam geli!" Amelia mengagguk setuju, percuma dia mengelak karena tangan Adam kini tengah memainkan kedua aset milik Amelia.


"Padat dan berisi Mel, aku udah gak tahan pokoknya!" Adam segera membuka pakaiannya dan pakaian Amelia secara berutal sampai.


"Adam pelan!" ucap Amelia sambil memejamkan matanya dan menjambak rambut Adam.


"Ini yang pertama bagiku melihat goa indah wanita! Aku akan memasukannya penuh ya, maaf membuatmu sakit sedikit!" Ucapan Adam membuat peluh dingin Amelia keluar.


"Cepat lakukan!" pinta Amelia.


"Siap!" Adam segera memasukinya, dan menanamkan benihnya pada ladang Amelia.


Amelia dibuat terengah karena Adam tidak memintanya sekali tapi berkali-kali bahkan punyanya kini sudah perih tapi Adam tetap memintanya dan terus merengek pada Amelia.


"Adam satu kali ini saja ya! Aku cape!" Kini giliran Amelia yang merengek pada Adam untuk menyelesaikan malam panjang bagi sepasang pengantin baru itu.


"Aku gak janji Mel, aku bagai telah puasa lama yang merindukan makanan untuk aku santap!"

__ADS_1


"Adam satu kali lagi atau aku cekik lehermu!" pekik Amelia, walau sedikit lelah dia paksakan dirinya untuk berteriak.


"Iya iya, lagian masih ada hari esok. Maaf ya tubuhmu candu sih tiada duanya!" Adam sibuk dengan permainannya di atas tubuh Amelia.


"Aduh aku duluan ya!" ucap Amelia tertatih karena sudah sampai puncaknya.


"Silahkah sayang, nanti sebentar lagi aku nyusul!" Adam tersenyum mendengar Amelia.


Kini pagi hari menjelang, Amelia masih betah didalam pelukan Adam dia tanpa sadar menggesekan kapalanya pada dada bidang milik Adam, dan membuat Adam membuka matanya duluan.


"Mel jangan pancing aku!" Ucap Adam dengan suara khas bangun tidur itu.


Amelia yang mendengar ucapan Adam segera membuka matanya dan pertama kali yang dia lihat adalah tubuh polos dan berotot milik Adam.


"Singkirkan tangamu dari punggungku, aku mau bangun!" Meli mencoba meraih tangan Adam yang melilit tubuhnya.


"Mel katanyan kalau melakukan hubungan suami istri di pagi hari itu sangat bagus loh!" Adam berkata yang membuat Amelia mendengus kesal.


"Kata siapa singkirkan tangamu dari kedua asetku ini, liahtlah sudah tidak ada celah untuk membuat tanda lagi di sana!" kesal Amelia.


"Masih bisa di timpa!" tangan Adam merayap nakal menuju bagian bawah.


"Hentikan tangamu itu!" pekik Amelia.


"Tidak bisa ini jadi sudah bergerak alami! Sekali aja ya aku pengen merasakannya di pagi hari pertama!" Adam mengangakat kedua alisnya.


"Tuh kan bahkan tubuhmu saja menginginkannya!" goda Adam.


"Sial!" Pekik Amelia.


Malam mereka sangat indah bahkan pagi harinya pun, Amlia di suruh bekerja malam dan pagi oleh Adam hingga waktu menujukan pukul delapan dan tanpa sadar mereka masih saja melakukannya.


"Hah!" kedua nafas mereka memburu saat permainan itu telah usai.


"Udah ya Dam aku mohon, ini perih banget loh nyut nyut gitu rasanya!" rengek Amelia agar Adam menghentikannya.


"hem!" Adam memejamkan kedua matanya merasakan lelah ditubuhnya.


Amelia segera bangun dan segera melarikan diri, tapi sayang kini dia terluka dan untuk berjalan saja di rasa susah.


"Aw!" Amelia memegang miliknya yang dirasa sakit itu, kedua kakinya gemetar dibuatnya.


"Mel kamu kenapa?" Adam segera bangun dan mendekati Amelia.


"Ini semua gara-gara kamu!" Ucap Amelia.


"Ia maaf, maaf biar aku gendong kamu deh ke kamar mandi!" Adam menggendong Amelia dan mereka polosan.


"Tidak bisakah untuk memakai celana mu dulu," ucap Amelia yang merasa malu melihat pisang yang menggantung itu.

__ADS_1


"Bukankah kita akan melakukannya di dalam kamar mandi?" tanya Adam.


"Yak Adam sialan!" teriak Amelia.


"Euh kamu itu kalau marah makin membuat aku gemas!" sahut Adam.


Dikamar mandi pun Amelia tidak bisa terbebas dari cengkraman Adam, mereka melakukannya lagi dan bukan hanya sekali.


Setelah ritual mandi Amelia mengenakan baju yang sangat tebal yang membuat Adam susah untuk membukanya, dia terlalu cape dan rasanya ingin tiduran aja seharian karena kebetulan tidak ada pekerjaan hari ini untuknya.


"Sayang ayo kita serapan!" Ajak Adam pada Amelia yang hendak tidur dikasur.


Bahkan dirinya saja sampai lupa kalau perutnya minta di isi karena lelahnya dia.


"Kamu masak?" tanya Amelia.


"Hem!" Adam mengangguk dan ditubuhnya masih menngenakan apron.


Amelia pun berdiri dan hendak bangun, "Aw!"


Adam yang mendengar dan tau hal itu langsung menggendong Amelia menuju meja makan.


"Adam kamu keterlaluan ih!" ucap Amelia.


"Kamu juga menikmatinya, aku tidak bisa mengendalikannya!" sahut Adam.


"ck!" Amelia berdecak, dan Adam tertawa melihat hal itu.


Makanan tersaji sangat rapi di meja, membuat Amelia takjub dibuatnya.


"Beneran kamu yang masak ini semua?" kembali Amelia bertanya.


"Ia, bukannya hanya kita di apartemen ini!" ucap Adam. Mendudukan Amelia di kursi makan.


"Ternyata kamu bisa masak juga" Amelia tersenyum dan Adam pun senang di puji oleh Amelia. Adam semakin sayang pada Amelia dia tidak mau kehilangan wanitanya itu.


"Maaf ya, kamu masak sendiri!" ucapan Amelia membuat hati Adam bergetar, baru kali ini dia di hargai oleh perempuan yang dia cintai.


Amelia yang lahap memakan makanan itu, seketika terhenti karena Adam tidak kunjung makan dan hanya memperhatikannya saja.


"Makan!" ucap Amelia.


"Lebih enak makan kamu!" sahut Adam.


"Isi perutmu biar ada tenaga!" ucapan sepontan Amelia di artikan lain oleh Adam.


"Siap! Tapi setelah makan kita bobok ya!"


"Ck!"

__ADS_1


__ADS_2