
Di sebuah acara pernikahan terlihat seorang perempuan tengah memakai kemeja putih yang di baluti dengan jas hitam, dirinya terlihat sangat sibuk mengintruksikan kepada bawahannya untuk mengerjakan pekerjaan itu agas seseuai dnegan yang di ingunkan pelanggan. Ya! Dia wanita berwajah mirip seperti Alenza yang berperan sebagai ketua di tim wedding organizer itu.
"Itu bunga nya segera tata di depan!" ucapnya mengarahkan pada seorang laki-laki yang tengah membawa bunga besar di tangannya dan dia pun menerut pada perintahnya.
"Acara akan di gelar besok pastikan tidak ada yang tertinggal satu pun!" kembali ucapnya.
Hingga malam menjelang akhirnya gedung itu sudah selesai di hias, wanita dengan perawakan semampai berjalan menuju mobolnya di berniat untuk pulang setelah memastikan semuanya sudah selesai dan besok siap untuk acara pernikahan kliennya.
Di jalan dia sibuk membuka jas hitanmya di rasa membuat nya sesak dan gerah karena kebetulan klien itu yang mendadak ingin menikah di gedung yang meweh, dengan waktu pengerjaan yang lumayan singkat tapi bisa di atasi.
"Para orang kaya emang gitu, nikahnya kapan dan menghubungi tim WO dengan waktu yang mepet, Huh untung semua bisa di atasi!" ucap wanita itu, lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Di jalan wanita itu sangat ingin cepat keapartemennya karena hari mulai larut malam. Dan dia sudah merindukan kasurnya untuk segera di tiduri tapi tiba-tiba saja seseorang di depan menghalangi jalan.
"AWAS!" Perempuan itu berteriak dan menginjak rem mendadak, seketika decitan ban dna jalan terdengar peremouan itu bernafas dengan tersengal dirinya sangat terkejut dilihatnya ke depan dan melihat seorang laki-laki tengah terbaring di jalan.
"Ya ampun mampus aku!" peremouan itu segera keluar dan di sana juga sudah ada beberapa orang menolang laki-laki itu.
"Ih nenk kalau mengemdarai mobil itu ya hati-hati!" sentak seorang bapak-bapak pada perempuan itu.
Perempuan itu melihat sosok laki-laki dihadapannya yang tertabrak olehnya dia segera menolong dengan bantuan pertama, kebetulan dia juga pernah mempunyai ilmu kedokteran. Dirasa laki-laki itu sadar dengan terbatuk perempuan itu menghiraukan cacian padanya dia hanya fokus pada laki-laki di hadapannya.
"Cepat bantuin saya bawa dia ke mobil, saya akan membawanya ke rumah sakit!" ucap perempuan itu, dan akhirnya laki-laki itu di bopong ke mobil perempuan itu.
"Kamu bisa ikut saya?" perempuan itu menunjuk ibu-ibu yang sedari tadi mengomel padanya karwna telah menabrak.
"Oke saya ikut, akan aku pastikan kamu bertanggung jawab!" sahut ibu itu menyetujui.
"Baiklah arahkan saya untuk membawa dia ke rumah sakit terdekat!" Perempuan itu dan ibu tadi serta laki-laki yang tertabrak olehnya telah berada di mobil dan siap menuju rumah sakit.
__ADS_1
RS budi harapan, mobil perempuan itu telah sampai di sana. Peremouan itu keluar mobil dna mencari seseorang untuk membawa laki-laki itu di periksa!
Beberapa jam berlalu laki-laki itu telah mendapat penanganan, serta ibu-ibu itu juga pamit pulang karena hari mulai larut malam dan tidak lupa dia pun meminta maaf pada perempuan itu karena sudah meneriaki dan berburuk sangka kepadanya.
"Apakah anda walinya?" tiba-tiba saja seorang perawat membuat perempuan itu terkejut, karena dia hampir tertidur karena kelelahan.
"Saya bukan siapa-siapanya, kebetulan saya tidak sengaja menabraknya. Tapi kalau soal biaya rumah sakit biar saya yang tanggung semuanya." sahut perempuan itu.
"Anda bisa menghubungi keluarganya? Dan anada juga bisa mengisi formilir di depan!" beritahu perawat itu dan perempuan itu hanya mengangguk.
Dia berjalan menuju laki-laki yang telah dia tabrak itu, hanya cidera ringan saja hanya saja dia tengah mabuk jadi dia tidka sadarkan diri karna terlalu minum alkohol itu banyak. Perempuan itu tau dari dokter yang sudah memeriksanya.
"Heh, kau membuatku tambah repot saja! Kalau ada masalah jangan di bawa ke jalan kalau mau bunuh diri jangan libatkan orang lain!" peremouan itu terlibat kesal dia berniat merogoh seluruh saku celana dan baju untuk mencari sesuatu seperti identitas laki-laki itu atau sebuah ponsel.
Hingga akhirnya dia menemukan sebuah ponsel dengan merek yang sangat terkenal dan keluaran terbaru bahkan dia sangat berhati-hati untuk memegangnya saja.
"Mamah, papah, sayangku, Ikhsan-" Perempuan itu membaca beberapa nama kontak yang ada di ponsel milik laki-laki yang tengah terbaring dihadapannya
"Aku hubungi mamahnya saja!" keputusan perempuan itu, dan akan memenekan tanda memanggil itu tapi tiba-tiba saja tangan laki-lakinm itu merebutnya ternyata dia sudah sadar.
"Jangan hubungi siapa pun!" ucapnya lirih.
"Kamu sudah sadar, baiklah kalau begitu saya akan mengurus administrasinya dan maaf membuat anda cedera. Saya pamit undur diri." Perempuan itu beranjak pergi tapi laki-laki itu membuat langkahnya terhenti.
"Kembali lagi kemari jangan pulang kamu!" sentak laki-laki itu, perempuan itu menghela nafas hari ini apakah hari sial untuknya?
Hingga tiba di meja resepsionis, perempuan itu memutuskan untuk membawa kertas formulir ke ruang rawat laki-laki itu karena dia tidak tau tentangnya.
Di ruang rawat perempuan itu duduj di samoing ranjang dna mulai bertanya pada laki-laki itu.
__ADS_1
"Namamu siapa?" tanyanya.
"Adam!" jawab laki-laki itu.
"Umur?"
"Dua puluh delapan!"
"Tempat tinggal?"
"Apartemen!" jawaban laki-laki yang bernama Adam itu membuat perempuan itu menoleh.
"Maksudnya bukan hunian!" sahut perempuan itu.
"Hah rese!" Adam menekuk mukanya.
"Baiklah di mana apartemenmu berada?" kembali perempuan itu bertanya.
"Pengen tau aja!" ucapan Adam membuat perempuan itu geram.
"Baiklah Anda bisa isi sendiri, saya capek! Lagian anda tidak terluka parah juga,biar semua biaya saya yang tanggung!" perempuan itu mengodorkan kertas dan balpoin lalu segera pergi dari ruangan itu.
"Nama wali!" teriak Adam, dan perempuan itu menghentikan langkahnya saat mau membuak pintu kamar itu.
Perempuan itu menghela nafas panjangnya, ternyata Adam membuatnya emosi. Perlahann perempuan itu berbalik dan berkata, "Amelia Kalista! Itu bukan nama wali anda tapi itu nama orang yang akan membayar pengobatan anda. Terserah mau di buat wali juga!"
Tidak ada sahutan dari Adam, perempuan itu yakni Amelia segera keluar dari ruang rawat menuju tempat pembayaran dia sudah sangat lelah dan penat.
Melihat kepergian Amelia, Adam tersenyum. Laki-laki yang wajahnya mirip seperti Rio didunia novel itu merasakan debaran dihatinya saat bertemu dengan wanita yang wajahnya juga mirip seperti Alenza di dunia novel.
__ADS_1