
STAKKKKKK (Masuk alur cerita novel)
Annasya tiba-tiba dirinya berada di sekolah bersama Alenza, tepatnya dikantin.
"Nasya apa loe baik-baik saja? " tanya Alenza pada Annasya di hadapannya.
"Gue baik kenapa loe nanya gitu? " Annasya malah bertanya balik.
"Hanya saja gue mendengar di pesta ulang tahun kakak ipar loe ada tragedi! " Alenza menyesap jus jeruknya.
"Ya Kak Naraya kerumah sakit dia sakit perut! Tapi loe tau dari siapa? Padahal gue baru mau kasih tau, " penasaran Annasya.
"Untung gue langsung masuk cerita kalau nggak si Elmanno bakalan nyiksa gue lagi di kasur ih! " tiba-tiba hati Annasya berkata, saat sekelebat pemikiran hal itu terjadi di otaknya.
"Bhadra! " Alenza berkata membuat Annasya terkejut dan kesana-kemari mencari orang yang di sebut Alenza tapi tidak ada.
"Mana? " tanya Annasya ambigu membuat Alenza mengerutkan kening bingung.
"Apa maksud loe? loe berharap Bhadra di sini? Gue kan jawab pertanyaan loe, " Alenza cekikikan membuat Annasya menatapnya malas.
"Noh sekarang dia beneran nongol! " Alenza menunjuk belakang Annasya tapi Annasya tidak menoleh.
"Hai ciwi ciwi! " sapa Bhadra.
__ADS_1
"Hai! " sahut Annasya dan Alenza.
Bhadra begitu saja duduk sikursi itu sambil menaruh makanannya di meja, "Boleh ya gue makan sama kalian? "
"Tentu! " ucap Annasya.
STAKKKK ( keluar alur cerita)
Kini ketiga orang yang berada di satu meja terdiam malah Bhadra pun tidak memakan makanannya hanya terdiam dalam pikirannya masing-masing, hingga satu kata terucap dari mulut Alenza.
"Kini sudah berakhir untuk diperjuangkan, sejujurnya gue berbohong pada loe Nasya dengan kita mengubah alur kita bisa cepat keluar dari novel itu tapi kita harus lebih waspada dan tidak kembali merusak alur cerita! " Alenza meminum kembali jus jeruk itu.
"Bisakah mendengar ucapan gue kali ini! Gue tau kalian sudah mengubah alur cerita ini! " kembali Annasya berucao agak memekik.
"Loe bisa ngomong gitu? Loe tau akibatnya kan, loe mengalaminya kan? Hidup di dunia ini harus ada timbal baliknya!" Alenza menatap Annasya, membuat Annasya sendiri terdiam dan kembali pikiran kotor itu terbayang dalam benaknya dan sesaat tubuhnya tiba-tiba bergidik.
"Loe tau kalau gue sama dia? " lirih Ammasya membuat Bhafda menoleh pada Annasya.
"Suara petir dan hujan deras kemarin itu adalah peringatan, gue tidak tau hal apa yang kalian lakukan dan hal apa yang loe rasakan Nasya! " Alenza hendak pergi tapi Bhadra menghalanginya.
"Apa yang akan terjadi? " tanya Bhadra.
"Tidak akan terjadi hal yang berbahaya saatbkalian hanya menuruti alur cerita itu tanpa mengubahnya! " jawab Alenza.
__ADS_1
"Tidak, gue kepalang sial di dunia novel ini setidaknya gue harus menyelamatkan nasib Annasya ini!" Annasya berdiri dan berjalan menjauh dari Bhadra juga Alenza.
"Loe perlu berhentikan dia agar tidak merusak alur cerita novel ini! " seru Alenza.
"Apa yang akan terjadi jika terus dia melakukannya? " tanya tegas Bhadra.
"Coba loe baca ending dari novel ini! Loe akan paham! " Annasya menabrah bahu Bhadra dan pergi begitu saja.
Sedangkan di kantor Elmanno menahan geramnya karena dia tiba-tiba berada di sana dan tanpa Annasya menemaninya malah Stepanie yang berada di hadapannya kini.
"Sayang ayolah kita makan, waktu istrirahat akan cepat berlalu! " rajuk Stepanie.
"Kalau mau makan ya tinggal makan apa susahnya!" sahut Elmanno.
"Nanti keburu dingin!" kembali Stepanie berucao membuat Elmanno tak tahan menahan emosi di benaknya.
"Sana pergi gue banyak kerjaan!" Sentak Elmanno membuat Stepanie terkejut.
"Kamu tega sama aku, kenapa menjadi kasar? " heran Stepanie.
"Loe maksa gue makan sedangkan kerjaan gue masih numpuk! Nanti guebjuga bisa makan sendiri gak usah loe temani! " pekik Elmanno kepada Stepanie.
"Oke aku pergi, mungkin kamu banyak pikiran tentang pekerjaan tetap semangat ya sayang! " Stepanie menghampiri dan begitu saja mencium pipi Elmanno lalu pergi, sedangkan Elmanno dirinya langsung mengelap pipi bekas ciuman Stepanie.
__ADS_1
"Nasya pasti di sekolah! " lirih Elmanno dan dirinya pun beranjak hendak menemui Annasya di sekolah.