
Masih di dalam alur cerita, Elmanno kini berada di kantor bersama Stepanie yang senantiasa setia menemani.
"Sayang hari ini padahal hari minggu kenapa ke kantor?" tanya Stepanie memegang bahu Elmanno dengan lembut.
"Ada kerjaan yang tertunda dan harus di selesai nanti hari senin, kamu kalau suntuk pulang duluan saja!" ucap Elmanno pada Steoanie dengan lembut.
"Tidak aku akan menemanimu, walau sedikit bosan tidak apa-apa lah! " Stepanie memutar bola matanya jengah dan hal itu terlihat dari sudut mata Elmanno.
"Baiklah! " ucap Elmanno.
Beberapa jam berlalu tobalah jam makan siang Annasya kini terlihat tengah bersiap untuk mengantarkan bekal buat Elmanno ke kantor, dia merasa kasuan pada suaminya itu yang harus bekerja di akhir pekan.
"Loe mau kemana? " tanya Naraya.
"Mau nganterin makan siang buat Mas Elmanno! " jawab Annasya.
"Cumah loe bawa makan ke sana, di sana oasti ada Stepanie udah jangan repot-repot bagaimana oun loe akan kalah dama Stepanie karena dia orang yang Elmanno sangat cintai" ucaoan Naraya tentu saja membuat hati Anmasya sakit luar biasa, walau ini masih berada di dalam alur cerita dan pastinya Elmanno nggak akan seperti itu, tapi tetap saja hatinya merasa sakit apalagi dia bersama Stepanie.
__ADS_1
"Baiklah! " ucaoan yang tidak di inginkan Annasya itu oun akhirnua terlontar dia sangat kesal danenginginkan keluar alur cerita karena dia sangat ingin kekantor Elmanno dan melabrak Stepanie di sana.
Kaki Annasya berjalan ke dapur dan kembali menata makanan itu di piring, seketika air mata yang tidak di inginkan Annasya itu keluar dati pelupuk matanya yang indah.
"Loe itu cengeng banget sih, gitu aja nangis sana samoerin kalau berani!" Sindir sang mamih mertia tentu saja mamih Sarah.
"Emang itu yang gue inginkan, gue bakalan jambak tuk rambut smaa muka yang so cantik iti. Taoi dayang ini masih di dalam alur cerita gue gak bisa ngapa ngapain. " dalam hati Annasya yang geram.
"Mas El! " teriak Naraya dari ruang tamu, membuat Annasya segera mengelap air matanya.
"Hah, karena gue gak suka kakak bawa wanita yang mau nyelakai gue! " sentak Naraya menatap sinis pada Stepanie.
Anansya dan mamih Sarah terlihat berjalan dan menghampiri mereka sedangan Elmanno dalam hati dia sangat cemas, karena Stepanie yang terlalu dekat dengannya sedangak. di hadaoannya ada Annasya.
"Heh Nasya noh liat, mana bisa loe berada di samping Elmanno dia selalu nepel kaya parasit gitu. Bahkan samoai di marahi papih pun Elmnano gak mempan! Aneh gue Heh Stepanie Loe pake guna guna ya buat kibulin Elmanno! " tuduh Naraya membuat Stepanie mengeoalkan tangan lalu sesaat menhembuskan nafas panjangnya menenagkan dirinya sendiri.
"Bukan guna-guna hanya saja, si Nasya ini emabg bukan tandingan aku dia masih kecil dan tidak secantik dan semolek aku bakhan aku lebih perhatian dari pada Nasya, karena dia selalu sibuk dengan belajarnya emang begitu ya anak sekolahan belajar yang rajin ini malah ngayal jadi suami mas El! " Steonie malah mengejek Annasya.
__ADS_1
"Mas Annasya itu cuma milik dan cinta sama gue, loe itu bumerang bagi hubungan kita! " sentak Stepanie.
"Heh kamu! Bicara dirumah orang lain itu yang sopan! Tidak tau tatakrama gak salah sekarang keputusanku untuk tidak mendukungmu dengan Elmanno!" teriak mamih Sarah pada Stepanie.
"Kenapa mih, walau pun begitu Elamnno akan tetap mendukungku ia kan, Mas liahtlah padahal dulu aku selalu melakukan apapun untuk mamih dna ini balasannya sekarang itu terlalu jahat Mas! " Rengek Stepanie pada Elmanno.
"Mudah-mudahan cuman ada orang kaya gini di novel saja ya! " haro Annasya dlaam hatinya.
"Mas ayo kita menikah aku akan menjadi ibu yang berkuasa di sini dan aku bisa memulihkan oikiran mamih dan naraya yang sudah tercemar dengan otaknya Annasya! " Stepanie menyandarakan kepalanya dibahu Elmanno padahal sedari tadi Elamnno mencoba untuk managan diri agar bisa mengendalikan Emosinya.
"Apa maksud loe, mau merebut kedudukan gue di rumah ini? Ngayal kamu! " teriak mamih sarah semakin jengkel pada Stepanie.
"Semua memang berawal dari kehadiran Nasya, biar Nasya kembali keluar dari rumah ini! " Kali ini Annasya berbicara lalu begitu saja pergi.
"Nasya! " teriak Elmanno
JDERRRRRRRR
__ADS_1