Transmigrasi Mendadak Jadi Istri

Transmigrasi Mendadak Jadi Istri
Mainan Mahal


__ADS_3

Sarani menunjukan novel itu, novel dengan judul derita istri kecil membuat semua yang berada di sana bingung kenapa Ruslan malah memberikan novel sed ending itu pada sarani.


Iya mungkin hal itu yang dipikirkan oleh orang orang asing ,tapi beda di pandangan Sarani.


"Cinta yang datang hadir begitu saja, tidak tau tempat bahkan galaxi sekali pun cinta itu pasti akan datang jika sudah waktu dan takdirnya. Aku sangat senang bisa bertemu denganmu kini, akhirnya cinta kita bersatu dialam semesta ini. Alam yang rekayasa tuhan bukan rekayasa penulis!" ucap Ruslan menatap teduh sang istri.


Sedangkan Amelia dan Adam saling menatap.


"Apa kamu merasa aneh?" Tanya Adam.


"Iya aku kok merasa benci sama kamu Dam!" sahut Amelia.


"Benci kenapa?" tanya Adam seraya menatap Amelia.


"Entahlah, tapi kenyataannya aku memang sayang sama kamu!" Amelia menatap buku yang di pegang Sarani.


"Aku bahkan semakin sayang sama kamu!" Adam memeluk Amelia erat.


"Ini di tempat umum jangan macam-macam kamu!" Amelia menyingkirkan tangan Adam di pinggangnya.


"Gak bakalan ada yang lihat!" Sahut Adam.


"Sebuah novel yang memepertemukan kalian, seperti itukah?" tanya MC dan masih menoleh tidak percaya pada ucapan Ruslan.


"Mungkin kedengarannya aneh, tapi novel ini yang mempertemukan kami!" Ucap Ruslan tersenyum pada Sarani dan Sarani pun balik tersenyum pada Ruslan.


"Memang ya, cinta itu aneh dan benar dia bisa datang kapan saja dan di mana saja. Entah bagaimana awal pertemuan kalian semoga untuk kedepannya selalu di berikan berkah, langgeng selalu dan cepat di karunia anak yang sholeh sholehah amminnn!" ucap Mc itu seraya tersenyum pada semua tamu undangan.


"Tidak terasa semua acara resepsi pernikahan untuk ananda Ruslan dan nanda Sarani telah dipenghujung acara, semoga pasangan pengantin baru ini selalu bahagia. Dan bisa langsung gol tanpa di cicil cicil hahahah!" canda MC itu membuat semua oarang yang di sana tertawa kecuali yang di bawah umur mereka hanya tidak peduli.


"Haha canda pengantin ya! Belah duren!" sambungnya.


"Bodoh sekali kalau tidak langsung gol, malahan nggak ada yang ganggu malah gue tekor duabelas juta!" gumam Adam dan terdengar oleh Amelia.


"Apa maksud kamu!" sentak Amelia.


"Apa?" Adam malah bertanya.


"Siapa yang rugi dua belas juta?" tanya Amelia.


"Nggak! Nggak ada yang rugi!" Adam melepaskan pelukannya dari pinggang sanh istri.


"Tadi kamu bil-"


"Yak! Aku beliin Rio mainan kamu tau harganya duabelas juta ya rugi lah!" Adam cemeberut.


"Mainan aoa duabelas juta?" Amelia pun tak kalah terkejutnya.


"Iron man edisi terbaru!" jawab Adam acuh.

__ADS_1


"Apa! Udah keluar ya! Aku harus segera mendapatkannya juga!" Amelia buru-buru mengambil ponsel dari tasnya.


"Hah! Kamu!" Adam cengo dengan apa yang di dengarnya barusan.


"Apa!" sentak Amelia pada Adam.


"Kamu suka avengers?" tanya Adam.


"Demen!" sahut Amelia.


"Akhirnya dapat juga!" kemudian ucap Amelia kegirangan membuat beberapa orang di sekeliling menatap.


"Lihat aku dapat ini, ini adalah captain america yang di buat di san diego comic con, maian ini merupakan rokoh marvel funko pop pertama yang dibuat! Akhirnya aku kebagian!" Amelia memeluk ponselnya.


Adam yang tau avangers tapi tidak telalu mementingkan hal tersebut hanya menggelangkan kepala, pasalnya Amelia memakai no rekeningnya untuk transaksi tadi.


"Dua puluh enam juta uangku habis hanya untuk mainan saja!" Adam hanya tersenyum dibuatnya.


"Hah, aku beli dengan uang ku sendiri!" ucap Amelia.


"Ya terserah!" sahut Adam, Amelia belum tau kalau akun dionline shop milik Amelia Adam mengganti nomor rekeningnya.


Akhirnya acara pun telah selesai jam kini menunjukan pukul setengah dua belas malam, para tamu dan saudara ada yang pulang dan ada yang masih menginap di hotel. Sepasang pengantin baru itu kini tengah sibuk dengan anak di tengah tengah mereka.


"Mamih papih aku sangat bahagia!" ucap Rio.


Sarani tertegun dia menatap Ruslan lalu membalas pelukan Rio.


"Iya sayang, sekarang ada mamih nanti mamih akan mengatar mu sekolah bagaimana?" Sarani melepaskan pelukannya


"Aku mau!" Rio kegirangan.


"Mamih, Papih lagi apa tadi sore aku ke sini tapi pintu tidak kunjung di buka!" Rio menatap Sarani dan Ruslan bergantian.


"Mamih dan Papih sedang-"


"Kami sedang tidur mungkin karena lelah, maaf ya!" sahut Ruslan memotong pembicaraan Sarani yang kebingungan mencari alasan.


"Tapi kata om Adam, mamih sama papih lagi bikin dedek bayi buat Rio. Emang benar ya?" tanya polos Rio.


Sedangkan Sarani dan Ruslan memalingkan pandnagannya.


"Kapan dia ketemu kamu?" tanya Ruslan.


"Tadi sore pas aku ketuk pintu sampai sekuat kuatnya tapi sama mamih dan papih tidak kunjung di buka juga, tiba-tiba saja ada om Adam malahan dia membelikan Rio maianan ini!" Rio memperlihatkan maiana barunya.


"HAH!" Terkejut Ruslan dan Sarani.


"Ini maianan mahal Rio!" ucap Sarani dan mengambil mainan itu.

__ADS_1


"Tapi kata om Adam gak apa-apa asal jangan di rusak gitu!" bicara Rio dan mengambil kembali mainan itu dari tangan Sarani.


"Ini pasti keluaran baru!" ucap Ruslan.


"Aku ngambilnya di dalam kotak kaca loh!" ucao Rio.


"Pasti harganya gak main-main!" gumam Sarani dan masih terdengar oleh Ruslan.


"Paling sepuluh jutaan!" jawab Ruslan.


"APA!" kaget Sarani. "Mainan gini nyampai puluhan juta!"


"Iya bahkan Rio punya maianan yang lebih mahal dari ini, tuh yang di bawa di tangan satunya itu harganya dua puluh juta!" sahut Ruslan.


"Kamu yang belikan?" tanya Sarani.


"Papih ku yang belikan!" Ruslan tersenyum.


Ruslan merogoh ponselnya dirasa ada yang menelepon dan benar saja.


"Adam? Dia pasti akan bilang, dia orang nya gak mau rugi!" Ruslan segera menggeser tanda hijau bulat itu.


"Apa!" Ruslan mengangkat telpon.


"Rio ada disana?" tanya Adam di sebrang telepon sana.


"Iya!" sahut Ruslan.


"Heh Ruslan, loe harus banyak berterima kasih sama gue. Sore dan malam pertama kalian aku selamatin. Sekarang aku akan bawa Rio kesini!" Terdengar ucapan Adam.


"Kenapa? Aku nggak nyuruh kamu!" Ruslan mengernyitkan dahinya.


"Istriku ingin ketemu sama Rio, mereka berdua pecinta avengers!" sahut Adam.


"Ini udah malam, dan-" Ruslan melirik Rio dan Sarani yang telah tertidur.


"Dia sudah tidur!" sambung percakapan Ruslan.


"Baiklah nanti besok saja, Heh lan udah gol belum dulu gue sekali hentak langsung bobol tuh gawang!" canda Adam.


"Tentu saja, langsung gol bahkan baru di tengah babak lawan udah kalah!" Ruslan menatap sedih pada Sarani.


"Sial lo, udah gue tutup dulu mau usg anak dulu!" ucap Adam.


"USG?" bingung Ruslan, malam-malam begini usg?


"USG rutin oleh calon papahnya Hahah!" Tawa Adam.


"Dasar!" Ruslan segera mematikan sambungan telepon itu.

__ADS_1


__ADS_2