
Masih di luar alur cerita Annasya dan Elmanno kini berada di kamar, Annasya menatap aneh pada Elmanno yang kini berada di sampingnya karena sedari masuk rumah tidak ada sepatah kata pun yang terucap untuk dirinya.
"El apa loe baik-baik saja? " tanya Annasya sedikit ragu.
"Hem! " sahut Elmanno sambil mengangguk.
"Ada hal yang ingin gue bicarakan sama loe! " Annasya merekatkan pelukannya pada bantal.
"Apa? " Elmanno akhirnya menatap Annasya.
"Kejadian hari ini, ada yang aneh dna janggal! Apa loe merasakannya juga? " tanya Annasya.
"Tentu! " jawab singkat Elmanno.
"Menurutmu apa yang aneh dengan kejadian hari ini? " Annasya malah bertanya demikian yang membuat Elmanno tersenyum.
"Intinya kita tidak bisa menentang alur cerita Sya, walau akunyang melakukannya itu akan sia-sia! " gumam Elmanno menunduk tapi masih terdengar oleh Annasya.
"Memang, novel yang sudah terbit dan di bukukan mana bisa di ubah kan! Itu menurut pandangan saja sudah seperti itu, sayang nya gue yang ingin mengubah takdir pemeran utama malah susah untuk itu! Padahal si Annasya ini terlalu bodoh mencintai Elmanno dan rela di siksa oleh mertua, gue cuma ingin mengubah itu doang. Ya! Karena setiap orang berhak bahagia dan hiduo sesuai yanh dirinya inginkan tanoa dorongan siapa pun! " Annasya cemberut.
__ADS_1
"Nasya! Kita memang berbeda alam tapi bisakah kalau sekarang aku mengatakan satu hal kepadamu! " Elmanno menatap teduh mata Annasya.
"Apa? " Annasya penasaran.
"Apa pun yang terjadi aku akan senantiasa selalu mencintaimu Sya," ucap Elmanno membuat jantung Annasya berdegup tidak karuan.
"Ha ha Ya! El tapi kenapa kamu mencintaiku? " pertanyaan uang membuat Elmanno bingung sendiri.
"Entah karena yang aku inginkan, yang aku pikirkan itu ya kamu. Semenjak kamu berubah sikaf menjadi Sarani, aku merasa kamu yang membuat aku nyaman dan selalu terpikirkan, bawelnya, arogannya, bahkan malu-malu kucingnya itu yang nggak mau aku kelonin yang selalu terbayang dipikiranku. Rasa tidak mau kehilangan pun begitu saja muncul dalam diriku Sya! " Elmanno bersandar di bahu Annasya.
"Aku merasa nyaman dan bahagia saat di dekatmu!" Elmanno meraih jemari Annasya lalu menciumnya.
"Gak apa-apa jangan katakan sekarang perasaan mu Sya!" ujar Elmanno yang tau kalau Annasya belum mencintainya.
"Iya, iya! " Annasya terkekeh, ada rasa lega di hati karena Elmanno seperti semula bermanja padanya saat dalam luar alur cerita.
"El sebelumnya kamu kan yang nolongin gue saat di apartemen Stepanie?" Annasya menauykan jemarinya ke jemari milik Elmanno.
"Iya, tapi apa daya si anak itu yang hanya bisa menolongmu. Maafkan aku! " Elmanno menengadah menatap wajah Annasya yang berada di atasnya.
__ADS_1
"Oh begitu yah! " Annasya kembali gugup lalu membuang muka karena jarak muka mereka yang sangat dekat sekali.
"Sini liat aku! " Elmanno meraih tengkuk Annasya.
"Mau apa loe! " ketus Annasya pada Elmanno.
"Pengen ini! " Elmanno mengusap bibir Annasya.
"Iya bilangnya pengen ini doang nanti tau-taunya semuanya, serakah memang!" Annasya mencoba untuk menjauhkan badannya tapi Elmanno malah memeluknya erat.
"Oh jadi kamu pengen juga yah! " Goda Elmanno.
"Apa maksud loe, pengen apa?" Annasya menatao intens pada Elmanno.
"Di jilat di celupin gitu Yang!"
"Dasar memang otak ngeres,!" Annasya bangkitbdati duduknya.
"Itu iklan kue Sya! "
__ADS_1
"Alasannya memang benersih! "