Transmigrasi Mendadak Jadi Istri

Transmigrasi Mendadak Jadi Istri
Hukuman dari Alenza Granita


__ADS_3

"Nasya! " pekik Elmanno membuat semua orang yang berada di sana menatap Elamnno. Bahkan Annasya pun ikut terkejut dengan Elmanno yang memanggil dirinya karena hal itu tidak ada di dalam cerita.


Elmanno menepis tubuh Stepanie hingga terhunyung lalu berjalan manghampiri Annasya yang kini terdiam dan memunggunginya.


"Dia istriku tidak ada yang bisa membuatnya terluka!" pekik Elmanno.


JDDERRRRRR


kembali suara petir itu menggema, seperti suara peringatan tapi hal itu hanya dihiraukannya oleh Elmanno.


"Gue gak terima orang yang gue sayangi di bentak di caci maki oleh kalian! " kembali teriakan itu menggema.


"El apa yang kamu lakukan? " tanya Annasya, dia juga sekarang biasa berbuat sesuka hati walau masih di dlaam alur cerita karena dirinya berdekatn dengan Elmanno.


"Diamlah Sya, aku gak mau kehilangan kamu walau di dalam alur cerita sekalipun! " ucap Elmanno.


"Apa! El apakah yang kamu bicarakan itu? Kenapa jadi seperti ini El! Apa kamu sedang tidak enak badan? " Kini giliran Stepanie yang berteriak pada Elmanno sekaligus bingung dengan sikaf Elmanno yang tiba-tiba berubah.


"Inget ya loe Stepanie! Gue sudah muak dengan semua yang loe lakukan pada gue apa lagi loe berani nyakiti Annasya! " pekik Elmanjo ke. bali dna membuat semua yang berada di sana membukatkan mata mereka.

__ADS_1


JDDERRRRRRR


Suara petir itu kembali menggema di teriknya sinar matahari, Annasya merasa akan ada sesuatu yang menimpa dirinya dia pun hanya diam dengan hati yang gemuruh takut.


"El hentikan ini sudah melenceng dari alur sangat jauh! " peringati Annasya.


"Bukankah kita harus berusaha agar kita bahagia? Bukan kah emang tujuan kamu untuk mengubah tokoh utama agar bahagia dan tidak bernasib buruk?" Elmanno menatap Annasya.


"Itu memang tujuan gue El, tapi gue gak ingin membahayakan loe! " Annasya menatap Elmanno dengan gusar.


"Setidaknya hidup ku berguna dan membuat kamu senang Sarani! " Elmanno mengelus pipi Annasya.


"Oh begitu ya El, loe mengkhianati cinta kita semua perjuangan dan setia ku untuk mu itu hanya sia-sia maka lihatlah nanti, aku akan buat hidup kalian di dunia ini menjadi buruk dan suram camkan kata-kata ku!" Stepanie begutu saja pergi setelah berkata dengan penuh penekanan dan mata air yang mulai menggenang dikedua pipinya.


"Ini menjadi lebih cepat menuju tamat! " Lirih Annasya.


STTTTAAKKKKKKK ( Keluar alur cerita)


Prok prok prok

__ADS_1


Tiba-tiba saja Alenza Granita muncul di tengah-tengah mereka, Sarah dan Naraya dia malah pergi entah kemana. Annasya dan Elmanno tentu saja terkejut melihatnya.


"Apa yang baru saja kalian lakukan itu sangat menakjubkan buruk sekali! " ucal Alenza dengan nada oenuh penekanan dan amarah. Elmanno segera menyembunyikan tubuh Annasya di belakangnya.


"Elmanno kamu tau apa resikonya kan jadi bersiaplah! Mencoba melawan takdir yang telah di tetapkan itu tidak bisa di dunia novel ini!" teriak Alenza Granita.


"Oke gue akan tanggung resikonya asal tidak membuat Sarani terluka! " sentak Elmanno menggenggam tangan Annasya yang berjiwa Sarani itu.


"Cinta membuatmu semakin menderita, apa di sebut pengorbanan tapi sayang. Usaha kalian akan sia-sia! Ha ha! " Alenza Granita mengeluarkan cahaya putih di telapak tanggannya yang membuat ruangan itu silau.


"El! " teriak Annasya semakin menggengam tangan Elmanno.


"Apa pun nantinya kamu harus mengubah tokoh utama agar memiliki nasih baik sebagaimana tujuanmu Sya, aku ingin kamu bahagia dan menggapai apa yang kamu rencanakan! " Elmanno juga mengeratkan pegangannya.


"El jangan tinggalkan aku! " pekik Annasya.


Cahaya itu sangat silau sampai sekeliling mereka oun yidal terlihat. Annasya semakin cemas dan ada rasa takut kehilangan Elmanno.


"Aku mencintaimu Sarani Nabiha! " ucap Elmanno, dan kini cahaya silau itu di temani terpaan angin besar yang entah dari mana.

__ADS_1


"El jangan tinggalkan aku! " teriak Annasya menjadi.


__ADS_2