TRANSMIGRASI QUEEN AZURA

TRANSMIGRASI QUEEN AZURA
Bab 100


__ADS_3

"Apakah jika aku meminta papa untuk membunuh wanita itu papa akan mengabulkannya?" Tanya Javier sambil menatap sendu Justin.


"Javier." lirik Justin, hatinya pedih saat melihat tatapan penuh kekecewaan putranya itu.


"apa Mama tahu, kalau selama 35 tahun ini Javi selalu sayang sama Mama?" tanya Javier lirih, sungguh mengetahui kalau dia bukan anak kandung Justin dan anggun saja masih sangat membekas sakitnya. terlebih setelah semua fakta tentang kedua orang tuanya terungkap, sakit di hatinya menjadi berkali-kali lipat. karena ternyata orang yang sudah membuatnya menjadi anak yatim piatu justru adalah wanita yang selama ini dianggapnya sebagai ibu. wanita yang sangat dia sayangi bahkan walaupun sudah berkali-kali membuat dia kecewa.


"selama berpuluh-puluh tahun Javi anggap Mama sebagai cinta pertama Javi. walaupun Mama kerap kali membuat Javi kecewa dengan sikap tidak adil Mama selama ini, tapi itu tidak melunturkan kasih sayang Javi sama mama. bahkan walaupun pada akhirnya Javi memilih untuk tinggal sendiri di apartemen tapi Javi tidak pernah melupakan Mama sekalipun. Dulu saat Mama kasar sama Javi, Javi selalu anggap kalau mama lagi capek atau Mama lagi ada masalah makanya mama lampiasin semua rasa kesal Mama sama Javi. saat Mama pukul javi karena sudah rusakin mainan kakak, Javi akan bilang sama diri Javi sendiri kalau mama pukul javi karena Javi udah nakal. javi nggak pernah sekalipun punya pikiran jahat tentang mama. Javi selalu naruh kepercayaan penuh sama mama, Javi selalu saja berpikir positif tentang mama selama ini. nggak pernah ada sedikitpun pikiran negatif dipikiran Javi tentang mama. tapi sekarang akhirnya Javi tahu penyebab rasa sayang Mama ke Javi dan kakak berbeda karena Javi bukan anak kandung mama. aku mau tanya ma boleh?"


Javier menatap nanar pada wanita yang sudah 35 tahun dianggapnya sebagai ibu itu.

__ADS_1


"bagaimana rasanya membesarkan anak yang sudah keluarganya Mama bunuh? adakah sedikit saja rasa belas kasih di hati Mama sama aku selama ini?" tanya Javier sendu, Javier merasa miris dengan hidupnya. di luar sana banyak orang-orang yang merasa iri dengan kehidupan Javier, mereka menganggap jika Javier adalah anak paling beruntung di dunia. Karena dia memiliki ibu dan ayah yang sangat mencintai dirinya, karena sudah memiliki kehidupan yang begitu sempurna. tapi siapa sangka di balik semua kesempurnaan itu tersimpan banyak rahasia menyakitkan di dalamnya. selama ini Javier hanya berpura-pura bahagia saja, agar orang-orang tidak mengetahui bagaimana hancurnya keluarganya selama ini.


"hahaha, pasti selama ini Mama sangat bahagia sekali karena sudah berhasil membesarkan anak yang sudah orang tuanya Mama bunuh. Bahkan tanpa anak itu ketahui kalau ternyata wanita yang selama ini sangat dia sayangi dan dia anggap sebagai ibu ternyata adalah iblis yang sudah membunuh seluruh keluarganya dengan keji dan lucunya lagi adalah Mama sampai dengan detik ini tidak pernah menyesali semua dosa-dosa Mama itu. bahkan meminta maaf saja tidak pernah Mama lakukan. Entah kepadaku karena seluruh keluarganya sudah mama bunuh atau pada papa yang sudah ibu dan anaknya Mama bunuh serta Mama bohongi selama 35 tahun atau pada mbok Darmi yang suaminya Mama bunuh serta anaknya mama sekap selama 28 tahun yang bahkan tanpa seijinnya Mama juga sudah merenggut ginjal anaknya hanya untuk diberikan pada adik tercinta Mama itu. aku sampai berpikir apakah mama ini manusia atau bukan, kenapa Mama bisa setega itu terlebih pada anak kandung Mama sendiri. apa Mama tahu, bahkan seekor singa saja yang merupakan hewan buas tidak pernah membunuh anaknya sendiri. tapi mama, Mama dengan begitu kejam membunuh anak mama sendiri. darah daging Mama sendiri hanya karena dia terlahir tidak sempurna. pernahkah Mama berpikir jika mungkin saja anak mama sampai terlahir cacat seperti itu karena harus menanggung dosa Mama selama ini?" ungkap Javier sambil menatap dingin wanita yang selama ini dia anggap sebagai ibu itu.


"Mama tahu, saat mengetahui semua kejahatan Mama rasanya Javier sangat ingin menguliti Mama sampai seluruh daging Mama terlihat. setelah itu baru Javi akan menaburkan air garam dan perasaan jeruk nipis di atas luka Mama itu agar Mama tahu bagaimana sakitnya orang-orang yang sudah mama bunuh selama ini. Javi tidak akan membuat Mama mati dengan mudah, karena kematian terlalu indah untuk iblis seperti mama. tapi karena mama adalah orang yang selama ini sudah merawat javi walaupun tidak sepenuhnya. maka Javi tidak akan melakukan semua itu, tapi sebagai gantinya adik Mama tercinta itulah yang akan menanggung semua dosa-dosa Mama selama ini. Mama akan melihat dengan mata kepala Mama sendiri bagaimana sakitnya saat orang yang sangat Mama cintai itu disiksa, dikuliti, disayat dan dibunuh di hadapan mama."sarkas Javier sambil menatap benci wanita yang sudah dianggapnya sebagai ibu itu.


"aku harap papa nggak akan pernah membela wanita iblis itu hanya karena dia adalah istri papa. Tapi papa tenang aja, Javi nggak akan bunuh dia kok. kalau papa mau bunuh dia itu terserah papa aja, tapi kalau aku bisa kasih papa saran sebaiknya dia di bawah di rumah sakit jiwa saja. setelah itu papa bisa bayar dokter bahkan semua orang di sana untuk menyiksa istri papa itu secara perlahan sampai semua kawarasannya terkikis habis. buat dia merasakan rasa sakit yang melebihi kematian."kata Javier dingin sambil menepuk bahu sang ayah. melihat tatapan dingin Javier saat ini, Justin tahu kalau Javier amat sangat terluka akibat perbuatan anggun. sejujurnya dia juga sama terlukanya seperti Javier, tapi mungkin saja luka Javier melebihi lukanya selama ini.


"bukankah ideku cukup menakjubkan sayang?"tanya Justin sambil mengusap pipi anggun dengan lembut.

__ADS_1


"sebentar lagi kau akan segera bertemu dengan ibu tiri pelacurmu, ayah bajinganmu serta adikmu Veronica yang akan menyusul kedua orang tuamu terlebih dulu."ucap Justin sambil terkekeh sinis. tidak ada lagi cinta di mata pria paruh baya itu, cinta untuk sang istri kini sudah terkikis habis dan digantikan dengan kebencian mendalam.


"ah, jangan pernah berpikir jika kau akan bertemu dengan kakek dan ibu kandungmu. karena mungkin saja mereka ada di surga saat ini. sedangkan kamu, aku tidak yakin jika kamu akan masuk surga mengingat semua dosamu yang banyak itu. terlebih kau bahkan belum meminta ampun pada semua orang yang sudah kau dzalimi juga kepada Allah karena selama ini kau sudah sangat jauh darinya. jadi selamat menikmati karmamu *****." sambung Justin.


bersambung


Maaf ya jadi agak membingungkan karena tiba-tiba part ke 100.nya ke hapus.


Semalam ada sedikit masalah pas mau post lanjutan ceritanya, sampai berjam-jam gagal terus dan baru berhasil tengah malam. Padahal sebenarnya untuk part 99 n 100 ini udah author post dari jam 6 sore.

__ADS_1


Karena author pikir eror jadi author akhirnya hapus karena author pikir nggak akan ke post juga. Terus author kembali ulang up untuk bab 99, Tapi ternyata malah ke post semua. Makanya ada part yang dobel sebelumnya.


🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2