
"Namanya Aksa mom, dia teman sekelas Rion sama CIA. Tadi Aksa minta bekal sama uang jajan Rion, tapi Rion nggak kasih. Jadi Aksa dorong Rion sampai Rion jatuh. Bekalnya juga di rebut sama Aksa terus di buang di tempat sampah. Rion nggak terima, terus Rion balas dorong Aksa sampai Aksa jatuh juga. Tapi Aksa nggak terima, dia suruh Diki sama Saka buat pegang Rion terus dia mukul Rion. Cia yang nggak terima karena Rion di pukul sama mereka, akhirnya Cia balas. Terus setelah itu mamanya Aksa datang terus langsung marahin Cia habis itu Cia malah di tampar sama mamanya Aksa." ucap Arion sendu, dia merasa sangat bersalah pada sang adik karena dirinya lah adiknya sampai mendapatkan kekerasan dari ibunya Aksa. andai saja adiknya itu tidak membela dirinya pasti dia tidak harus merasakan tamparan dari ibunya Aksa.
"Apa Aksa sering ngelakuin itu sama kamu?" tanya Nadine
"Iya mom, dia sering ngelakuin itu. Maafin Rion ya mom karena Rion lemah dan nggak bisa lawan Aksa." ucap Arion dengan penuh penyesalan.
"Tidak apa-apa sayang, tapi apa Rion mau belajar bela diri supaya Rion bisa melindungi diri Arion dan juga Alicia saat situasi seperti itu kembali'terjadi."
"Mau mommy, Rion mau." ucap Arion girang, dia merasa senang akhirnya ibunya mau mengajarinya juga. Sebenarnya Arion sudah sangat lama ingin belajar beladiri agar dia bisa sekuat sang mommy, tapi dia takut meminta sang mommy untuk mengajarinya.
"cia juga mau mommy." celetuk Alicia yang tiba-tiba saja langsung memeluk leher Nadine.
"Iya sayang, Cia juga. Mommy akan mengajari kalian setelah semua pekerjaan mommy selesai oke. Sekarang mommy belum bisa, tapi setelah urusan mommy sudah beres baru kita mulai berlatih."
"Iya mommy."
"Nah sekarang ayo keluar, kita sudah sampai." ucap Nadine sambil tersenyum hangat.
"Yes mommy." ucap Arion dan Alicia serentak dan langsung membuka pintu mobil.
"Eh ponakan aunty udah pada pulang." Ucap kelaya
__ADS_1
"Aunty." teriak Alicia langsung berlari memeluk kelaya.
"Astaga." Kelaya terkejut karena tiba-tiba saja Alicia berlari dan langsung memeluknya.
"Yuk masuk dulu, setelah makan siang nanti kalian berdua main sama aunty Aya dulu ya. Mommy mau keluar sebentar." ucap Nadine pada kedua anaknya.
"Iya mommy" jawab mereka serentak
Setelah makan siang usai, Nadine langsung meminta izin pada kedua anaknya juga pada Opa dan Omanya. Dia harus segera menyelesaikan masalah antara dirinya dan juga mantan suaminya Alexander.
Nadine berharap setelah masalah dengan Alexander dan juga wanita bernama Veronica itu berakhir. Tidak akan ada lagi masalah yang akan dia dapatkan, Nadine sudah terlalu jenuh menghadapi orang-orang seperti Alexander ataupun Veronica itu. Nadine hanya ingin hidup dengan damai tanpa gangguan. Untuk masalah keluarganya, biarlah Nadine sama sekali tidak peduli lagi dengan mereka semua. Selama mereka tidak mengusik hidup Nadine maka Nadine juga tidak akan pernah mengusik hidup mereka.
Setelah sampai di markas Javier, seperti biasa Nadine langsung masuk ke dalam markas itu. Semua anak buah Javier juga tidak ada yang menghentikan Nadine karena mereka sudah tau siapa Nadine sebenarnya jadi mereka tidak berani macam-macam pada wanita itu.
"Apakah ke 7 orang itu sudah menyelesaikan tugas mereka?" Tanya Nadine pada Arnold.
"Ya, mereka sementara menjalankan tugas nona. Nona bisa langsung saja melihatnya, tapi jika nona tidak sanggup maka nona biar di sini saja. Karena sungguh nona, pemandangan di dalam sangat menjijikkan. Aku bahkan hampir muntah saat melihat pergumulan mereka. iuh" ucap Arnold sambil bergidik ngeri. Bagaimana dia tidak ngeri, jika dia harus melihat adegan dewasa dimana 7 orang pria sedang meniduri seorang pria secara bergilir. Arnold pastikan, setelah pria itu bebas dari sini pasti pria itu akan mengalami ambeien.
"Sekarang kau lebih cerewet ya, padahal biasanya kau hanya berbicara 1 atau 2 kata saja. Tapi hari ini kau berbicara lebih dari 1 kalimat." puji Nadine
"Ah, maafkan aku." ucap Arnold, dia benar-benar malu. Arnold sama sekali tidak sadar kalau dia sudah berbicara sepanjang itu dengan Nadine.
__ADS_1
"tidak perlu meminta maaf, aku justru merasa senang berbicara denganmu seperti ini." Ucap Nadine sambil menepuk bahu Arnold pelan.
Setelah memasuki ruang bawah tanah, Nadine di suguhi dengan suara-suara ******* dari ke 8 pria yang sama sekali tidak menyadari kehadiran Nadine.
"Sepertinya mereka benar-benar menikmati percintaan mereka." celetuk Nadine sambil berkacak pinggang.
"Iya nona." jawab Arnold sambil bergidik ngeri melihat adegan dewasa yang terpampang di hadapannya saat ini. Sungguh rasanya Arnold Sangat ingin muntah, perutnya seakan di aduk karena harus menyaksikan adegan menjijikkan itu.
"Bagaimana bisa di sebut menikmati jika pria bernama Alexander itu bahkan menangis histeris seperti itu. Tubuhnya bahkan tampak sangat mengerikan dengan semua bekas kissmark itu. Dia pasti merasa kesakitan karena harus di gilir 7 pria dewasa seperti itu, semoga setelah ini pria itu tidak menjadi gila." batin Arnold sambil menatap miris Alexander, sungguh dia sebenarnya merasa kasian pada pria itu. Mungkin andaikan di beri pilihan Arnold yakin jika Alexander pasti akan lebih memilih mati di bandingkan harus di perkosa 10 orang pria secara bergantian seperti itu.
"ARGHH HENTIKAN AKU MOHON, INI BENAR-BENAR SAKIT AHH. LEBIH BAIK KALIAN MEMBUNUHKU SAJA AHH." Teriak histeris Alexander menggema di ruang bawah tanah itu.
"Tidak sayang, kau benar-benar nikmat." ucap salah satu pria yang tengah menggagahi Alexander, seluruh tubuh Alexander kini penuh dengan banyak cairan para pria itu juga puluhan kissmark juga ikut menghiasi kulit putih Alexander. Aroma cairan percintaan mereka bahkan memenuhi seluruh penjuru ruang bawah tanah itu. Arnold bahkan harus memakai masker karena tidak tahan dengan aroma menyengat itu. Sedangkan Nadine tampak biasa saja, dia bahkan asik duduk sambil menikmati pemandangan menjijikkan itu dengan takjub.
"Bagaimana bisa kau menyuruh kami berhenti sedangkan kau saja menikmati permainan kami. Lihatlah bahkan sejak tadi kau tidak berhenti mendesah." ucap pria lainnya sambil terus menyusu pada Alexander. Ke 7 pria itu benar-benar melakukan tugas mereka dengan baik. Ada yang menggempur lubang anal Alexander, ada juga yang asik menikmati dada Alexander, ada juga yang asik memberikan banyak tanda pada Alexander, dan ada juga yang asik mengemut milik Alexander layaknya permen. Benar-benar pemandangan yang mengerikan.
"Bukankah mantan suamiku itu benar-benar mengagumkan Arnold!" ucap Nadine masih memandang takjub Alexander.
"Mengagumkan?" Tanya bingung Arnold, dia tidak tau bagaimana definisi mengagumkan dari peristiwa langka di depan sana.
"Ya dia sangat mengagumkan, dia mampu menahan semua gempuran dari ke 7 pria itu. Jika itu orang lain, aku yakin dia pasti sudah pingsan karena kehabisan tenaga. Aku akui tenaga mantan suamiku itu benar-benar hebat. Oya sudah berapa lama mereka melakukan itu?" Tanya Nadine
__ADS_1
"Sekita 5 jam nona." jawab Arnold sedikit meringis, dia merasa ngilu hanya dengan melihat saja bagaimana dengan Alexander yang harus merasakan langsung.
Bersambung