TRANSMIGRASI QUEEN AZURA

TRANSMIGRASI QUEEN AZURA
Bab 74


__ADS_3

Javier tersenyum tulus pada Nadine lalu setelahnya dia kembali merengkuh Nadine kedalam pelukannya. Bagaimana bisa dia berhenti mencintai wanita hebat seperti ini, tidak peduli seperti apa masa lalu Nadine. Javier akan selalu mencintai dirinya sepenuh hati.


"Siapa yang mengatakan kau menjijikan hm?" tanya Javier lembut.


"Kau tau Nadine, aku sama sekali tidak peduli seperti apa masalalumu dulu. Kau tau, bagiku tidak peduli seperti apa masalalumu. Aku akan tetap mencintai dirimu, tidak masalah jika kau tidak membalas cintaku. Aku akan selalu mencintai dirimu, tidak peduli seperti apa masa lalumu aku juga akan selalu mencintaimu. Aku tidak menginginkan balasan apapun atas rasa cintaku ini, yang aku inginkan hanyalah agar kau selalu bahagia. Bahkan walaupun pada akhirnya kau akan memilih pria lain sebagai pendamping hidupmu, aku akan selalu mendukungmu dan akan ikut berbahagia bersamamu. Nadine, percayalah aku akan selalu melindungimu tidak peduli sekuat apapun dirimu. Katakan padaku jika ada orang yang menyakiti dirimu, Katakan padaku jika ada orang yang membuat dirimu sedih atau terluka. Bukankah katamu aku adalah sahabatmu? Jangan sembunyikan apapun dari sahabatmu ini oke. Aku juga akan selalu bersamamu apapun yang terjadi. Jadi jangan pernah merasa rendah hanya karena masa lalumu yang buruk. Karena yang memiliki masa lalu buruk bukan hanya kau saja tapi aku juga bahkan semua orang di dunia ini. Tidak ada satupun orang yang tidak memiliki masa lalu. Kau tau Nadine, satu satunya penyesalan dalam hidupku hanyalah kenapa aku tidak mengenalmu sejak dulu. Andai saja aku mengenalmu sejak dulu, mungkin aku bisa melindungimu dari mantan suamimu itu. Mungkin kau tidak harus merasakan penderitaan seperti ini. Mungkin kau tidak harus kehilangan semua anakmu, mungkin kau tidak harus berpura-pura menjadi ibu yang buruk untuk Alicia dan Arion. hiks maafkan aku. Maafkan sahabatmu ini Nadine hiks." Ucap Javier sambil menangis tersedu-sedu. Hatinya hancur saat mengetahui kalau wanita yang sangat dia cintai ini ternyata di perlakukan dengan buruk oleh Alexander. Sungguh, Javier rasanya sangat ingin membunuh Alexander itu. Tapi dia menghargai keinginan sahabatnya ini yang ingin memberi Alexander pelajaran dengan tangannya sendiri. Javier heran, bagaimana bisa ada pria sebajingan itu di dunia ini, bahkan walaupun kau tidak mencintai istrimu bukankah kau tidak berhak memperlakukan dirinya seburuk itu. Apalagi anak-anakmu, mereka sama sekali tidak berdosa tidak peduli seperti apa kelakuan ibu mereka di masa lalu tapi mereka sama sekali tidak bersalah.


"Huft, kau tau seharusnya akulah yang menangis. Tapi kenapa sekarang justru kau yang menangis." Nadine terkekeh saat mendengar suara tangisan Javier. Sahabatnya yang satu ini memang sangat cengeng, dulu Nadine sangat membenci kehadiran Javier di sampingnya karena tingkah pria itu yang menurut Nadine sangat menyebalkan tapi sekarang Nadine merasa sangat nyaman dengan kehadiran pria itu. Dia merasa aman dan terlindungi, dia merasa hatinya terasa hangat saat pria yang berstatus sahabatnya ini memberikan perhatian seperti ini padanya.


"Kau tau aku sedang sangat sedih, aku merasa menjadi sahabat yang buruk." lirih Javier sambil mengeratkan pelukannya pada Nadine.


"Kau adalah sahabat terbaik yang pernah ku miliki Javier, terimakasih. Maafkan aku atas semua perkataan burukku padamu dulu. Tapi sungguh kau sangat menyebalkan saat itu. Tapi sekarang aku sangat bersyukur sudah mengenal dirimu." ucap Nadine tulus.


Mendengar perkataan nadine, membuat hati Javier merasa sangat bahagia. Akhirnya Nadine mau mengakui dirinya sekarang, akhirnya Nadine mau menerima dirinya dalam hidupnya. Javier senang sekali rasanya.


"Apakah kau tidak lapar?" Tanya Javier pada Nadine.


"Sejujurnya aku sangat lapar, padahal aku sudah makan siang tadi dan ini juga belum waktunya makan malam." Ucap Nadine sambil melepas pelukan Javier.


Ada rasa tidak rela dalam diri Javier saat Nadine melepas pelukannya.


"Jangan cemberut seperti itu, kau terlihat sangat mirip ikan buntal." ejek Nadine.

__ADS_1


"Dari semua jenis ikan, kenapa kau harus menyamakan aku dengan ikan buntal. Padahal tubuhku sangat seksi." ucap Javier cemberut.


hahahaha


"Kenapa sekarang kau begitu lucu hm. Oya ayo kita keluar cari makan." Ajak Nadine.


"Tidak perlu, aku akan memasak untukmu. Apa kau mau?" Tanya Javier sambil tersenyum manis.


"Kau ingin memasak? sungguh? baiklah ayo kita pergi. Masakan aku banyak makanan enak oke." ucap Nadine sambil tersenyum lebar.


"Teruslah tersenyum nadine. Aku mencintaimu, Sangat mencintaimu." Batin Javier sambil mengikuti Nadine keluar markas.


"Di apartemen milikmu saja, setelah itu apakah kau mau mengantar aku pulang? Aku tidak membawa mobil ke sini tadi." Ucap Nadine


"Tentu saja, dengan senang hati." ucap Javier lalu membukakan pintu mobilnya untuk Nadine.


Sepanjang perjalanan di isi dengan percakapan-percakapan random dari mereka berdua. Javier sangat bahagia, jika dulu percakapannya dengan Nadine hanya di isi oleh pertengkaran tapi kini percakapan mereka sudah berisi sesuatu yang menyenangkan.


Javier berharap semoga Nadine selalu bahagia dan tersenyum seperti ini. Dia akan melindungi senyum wanita di sampingnya ini tidak peduli apapun yang terjadi.


Sesampai mereka di apartemen Javier, Javier segera mencuci tangannya dan segera menyiapkan perlengkapan serta bahan-bahan yang akan di masaknya.

__ADS_1


"Kemampuan memasakmu sangat hebat, jika kau mengikuti ajang master chef kau pasti akan menang. Apalagi masakanmu sangat enak, aku akan mendukungmu jika kau mengikutinya." ucap Nadine sambil menggigit apel miliknya.


"Aku tidak berminat mengikuti hal-hal seperti itu, aku hanya ingin memasak untuk orang-orang yang aku sayangi dan aku cintai saja. Bukan untuk semua orang yang tidak aku kenal itu." ungkap Javier sambil mengiris sayuran yang akan dia masak.


"Itu sangat mengharukan, kau tau." ungkap Nadine


"Apa yang bisa aku bantu?" Tanya Nadine menghampiri Javier.


"Tidak perlu, kau cukup duduk manis saja sambil menungguku memasak." ucap Javier sambil tersenyum lembut.


"Apakah kau tidak merasa lelah?" Tanya Nadine sambil duduk di meja pantry.


"Tidak, aku sama sekali tidak merasa lelah." ujar Javier sambil menghidangkan 1 masakannya yang sudah jadi.


setelah 1 jam, akhirnya masakan Javier selesai. Nadine dan Javier memakan makanan mereka dengan tenang, terkadang mereka juga saling bercanda satu sama lain. Hari ini adalah pertama kalinya Nadine banyak tersenyum dan tertawa. Seakan semua beban di hatinya kini sudah menghilang walau belum sepenuhnya karena Nadine masih belum jujur pada Javier tentang siapa dirinya sebenarnya dan bagaimana masalalunya dahulu saat dirinya masih hidup sebagai Queen Azura. Tapi Nadine berharap semoga setelah Javier mengetahui jati diri Nadine yang sesungguhnya pria tampan itu tidak akan menghindari dirinya dan tetap mau menjadi sahabatnya sampai kapanpun.


Bersambung


Untuk hari ini sampai di sini dulu ya, bab selanjutnya akan up besok lagi. 🥰🥰🥰🥰


SELAMAT MEMBACA 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2