TRANSMIGRASI QUEEN AZURA

TRANSMIGRASI QUEEN AZURA
Bab 51


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah Nadine, Javier agak sedikit lesu. Javier masih sangat awam tentang percintaan, pemuda itu agak bingung bagaimana caranya menyenangkan seorang wanita.


"Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Javier pada dirinya sendiri. Saat ini pria itu sedang termenung di balkon kamarnya.


"Apa sebaiknya aku konsultasi sama Kevin ya."


"ahhhh baiklah sepertinya memang begitu."


Javier lalu segera mengambil kunci mobilnya dan pergi ke rumah Kevin. Bisa gila dia lama-lama jika terus memikirkan apa yang harus dia lakukan selanjutnya untuk mendapatkan gadis pujaannya. Javier merasa takut jika Nadine akan semakin ilfil dengan sikapnya, jadi dia butuh saran sekarang.


Setelah 1 jam perjalanan akhirnya Javier sampai di apartemen Kevin.


*Skip apartemen Kevin*


"Lo kenapa? Muka kok kusut banget kayak baju belum di setrika." sungut Kevin.


"Vin kenapa ya Nadine ko kayak makin ilfil ya sama gue." Tanya Javier frustasi, sepertinya semangatnya yang sebelumnya menggebu-gebu mulai layu karena penolakan-penolakan Nadine.


"Coba ceritain gimana cara Lo deketin dia."

__ADS_1


"gue gombalin dia seperti saran Frans, gue juga maksa dia buat jadi istri gue. Gue bahkan langsung minta restu ke Oma dan Opanya tapi Nadine justru makin marah sama gue. Dia bahkan bilang gue nggak usah datang gangguin hidup dia lagi karena dia merasa risih sama gue. Gue harus apa Vin. Gue pusing, gue cinta sama Nadine Vin. Gue pengen dia jadi milik gue, gue cemburu saat mikirin dia bakal nikah sama cowok lain." ujar Javier lirih, mata pria itu bahkan sampai berkaca-kaca karena terlalu takut kekhawatirannya akan terjadi.


"huft, tau nggak apa bedanya cinta sama obsesi?" Tanya Kevin halus, Kevin tidak ingin menyinggung sahabatnya yang baru saja merasakan cinta ini. Tentu saja dia bersikap seperti itu mengingat ini adalah cinta pertama Javier.


"enggak."


"Kalau Lo cinta sama dia, Lo nggak akan pernah paksa dia buat balik cinta sama Lo. tau nggak cinta terhebat itu ketika kita mampu mengikhlaskan wanita yang kita cintai untuk menggapai kebahagiaannya walau pada akhirnya kita akan merasakan sakit karena harus melihat wanita yang kita cintai itu menikah dengan orang lain. Kalau Lo cinta sama Nadine, Lo nggak boleh paksa dia buat ngikutin apa yang Lo mau. Pelan-pelan aja, kalau misal seandainya dia tetap nggak cinta sama Lo berarti dia bukan jodoh Lo vier. Sedangkan untuk obsesi, Lo akan paksa dia untuk nerima Lo tampa peduli dia suka sama Lo apa enggak. Tau nggak cewek itu kadang nggak suka cowok yang bawel, cukup Lo kasi dia perhatian aja pasti luluh. Di saat dia lagi susah Lo ada buat dia tampa mengharapkan imbalan. Vier kadang cewe bakal ilfil kalau kita terlalu bertindak berlebihan. Cukup jadi diri Lo yang dulu aja, jadi diri sendiri itu lebih baik di bandingkan Lo harus berpura-pura jadi orang lain. Nadine tipe cewe yang karakternya sama kayak Lo, emang Lo suka kalau cewek selalu nempelin Lo kayak perangko setiap hari dan selalu kasi gombalan nggak berbobot ke Lo?" Kevin berharap semoga sahabatnya itu bisa kembali seperti dirinya yang dulu, sahabatnya ini terlalu polos untuk masalah percintaan jadi saat dia di beri saran orang lain maka dia akan langsung mengikutinya tampa memikirkan dampak yang akan terjadi nantinya.


"Lo ngerti kan?" tanya Kevin


"Sekarang gue ngerti kenapa Nadine ilfil sama gue, bahkan dia kayak jijik sama gue. Gue kok kayak cowok murahan ya Vin. Gue rasa gue sama aja kayak cewek-cewek yang dulu pernah gue tolak dulu. Jadi sekarang gimana? Nadine udah terlanjur ilfil sama gue. Apa dia masih mau ya kenal sama gue setelah ini." Javier terlihat benar-benar putus asa sekarang. Ternyata dia salah, sangat salah dengan sikapnya yang seperti memaksa Nadine untuk bersama dengannya.


"Coba deh Lo renungin semuanya, sifatnya hampir sama kayak Lo. Coba Lo pikir deh, kira-kira hal apa yang akan bisa bikin Lo luluh kalau seandainya ada yang deketin Lo. Setelah itu coba Lo praktekin ke Nadine. Gue pernah dulu punya mantan yang kayak Nadine, dia susah banget di luluhin. Bahkan gue harus benar-benar berjuang buat dia, tapi di saat dia udah jadi milik gue. Gue justru melalukan sesuatu hal bodoh yang bikin dia pada akhirnya justru pergi ninggalin gue." ucap Kevin sendu.


"umm." angguk Kevin, mata Kevin bahkan sampai berkaca-kaca. Hatinya perih saat mengingat kembali kebodohan yang sudah dia lakukan di masa lalu.


"Gue harap kalau seandainya Nadine jadi milik Lo nantinya, Lo jangan pernah sia-siakan dia. Hargai dan selalu jadiin dia prioritas utama dalam hidup Lo."


"iya pasti."

__ADS_1


"Gue percaya sih sama Lo jav, Lo bukan cowok gampangan yang mudah terjebak sama cewe. Jadi sekarang yang jadi pr Lo, jangan pernah maksa Nadine lagi. Kalau bisa jadiin dia teman Lo aja, tapi jangan terlalu berharap lebih. Saat dia butuh sandaran Lo ada buat dia, di saat dia lagi butuh bantuan Lo juga ada buat dia, nggak perlu terlalu lebay kayak kemarin-kemarin biar Nadine juga nggak lari. Lo juga kenapa minta saran sama manusia minus kayak Frans, Lo tau sendiri dia itu bahkan jauh lebih buaya dari gue. Dia juga penggombal cewe kelas kakap tapi sayangnya nggak ada cewek yang mau sama dia. Yah gimana, nggak semua cewek itu suka di gombalin apalagi kalau ceweknya yang kayak Nadine."


"Iya gue ngerti sekarang, mungkin gue jangan ganggu dia dulu kali ya. Biar Nadine nggak semakin ilfil sama gue. Sekalian gue merenung gimana cara biar bisa buat dia luluh tampa harus bersikap berlebihan."


"itu baru sahabat gue, kalau Lo butuh saran cinta ya ke gue aja nggak usah ke si Frans. Apalagi sama Richard dan Bagas. Mereka masih minim pengalaman."


"iya thanks ya bro." ucap Javier sambil tersenyum tipis.


"Sekarang gimana perasaan Lo pas habis curhat." tanya Kevin sedikit menggoda Javier


"sedikit lega, setidaknya sekarang gue tau kesalahan gue kemarin-kemarin. Gue juga jadi bisa berpikir kedepannya mau gimana. Hah, ternyata cinta gini banget ya. Dulu gue pikir gue nggak akan pernah jatuh cinta selama hidup gue. Gue selalu berpikir kalau semua cewe itu sama, jahat dan nggak setia. Ternyata gue salah ya."


"yups Lo salah banget, sama kayak cewek yang juga berpikir kalau semua cowok itu brengsek karena udah pernah di sakitin satu cowok. Padahal di dunia ini masih banyak cowo baik dan setia."


"ngomong-ngomong gue lapar, pesan makan dong Vin." ucap Javier


"ngerepotin aja sih Lo, ya udah sana masak sendiri di dapur bahan makanan gue lengkap. gue habis belanja tadi, Lo bisa masak kan. Jadi ya udah sana masak sendiri." ujar Kevin santai.


"emang sahabat gak ada akhlak, tamu bukannya di suguhi makanan justru di suruh masak." cibir Javier tapi pria itu tetap pergi ke dapur dan memasak untuk makan malam dirinya dan Kevin. Javier merasa lega sekarang, ternyata dirinya sudah melakukan kesalahan. Sikapnya yang terlalu aneh dan berlebihan itu justru membuat gadis yang dia cintai justru semakin menjauh bahkan membencinya.

__ADS_1


Bersambung.


Semoga part ini kalian suka ya, kalian pernah nemu nggak cowok modelan Javier ini. nggak pernah jatuh cinta tapi sekalinya jatuh cinta justru menggebu-gebu. Minta saran ke teman justru sarannya sesat😂


__ADS_2