TRANSMIGRASI QUEEN AZURA

TRANSMIGRASI QUEEN AZURA
Bab 76


__ADS_3

"Tidak jangan mendekat, mau apa kalian." Alexander semakin histeris saat kedua pria itu mendekatinya.


"Oh sayang, bagaimana bisa kau menyuruhku menjauh sedangkan wajahmu tampak sangat menginginkan belaianku. Tenang saja, kau tidak akan kecewa atas servisku nanti. Aku akan memuaskanmu melebihi wanita-wanita yang pernah memuaskanmu dulu.";Ucap boy sambil tersenyum mesum menatap Alexander.


"Ya itu benar, kau jangan takut oke. Setelah ini aku jamin kau akan merasa ketagihan. Jadi bisakah kita mulai." ucap Juno sambil membelai pipi Alexander.


"Wah, kenapa kau memalingkan wajahmu sayang? Apakah kau jijik aku menyentuh wajahmu? tenang saja aku sudah mencuci tanganku hingga bersih." sambung Juno sambil membuka baju yang di pakainya.


"Kenapa melihatku seperti itu hm? Terpesona dengan perut seksiku ini? Ingin memegangnya sayang?" Tanya Juno sambil melepas gespernya. Alexander yang melihat itu semakin pucat, dia memberontak dengan keras. Tapi ikatan di tangan dan kakinya seakan membelenggu gerakannya.


"Tenang saja sayang, sebentar lagi aku akan melepas rantai di kakimu itu. Jadi bersabar sedikit ok." Ucap Boy yang juga ikut melepas gesper dan celananya. Kini kedua pria berotot kekar itu sudah tidak mengenakan apapun lagi. Hal itu membuat Alexander mata melotot sempurna, dia benar-benar merasa jijik dan takut pada dua pria di hadapannya ini.


"AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN JIKA KALIAN BERANI MACAM-MACAM DENGANKU. JADI JANGAN BERANI MENDEKATIKU ATAU AKU AKAN MELEDAKKAN KEPALA KALIAN BERDUA." Teriak murka Alexander.


"uhhh aku sangat takut dengan ancamanmu itu, apakah kau berharap aku akan mengatakan itu? sayangnya tidak, kau tau saat ini kau tidak berdaya jadi bagaimana bisa kau akan membunuhku sedangkan membebaskan dirimu dari tempat ini saja kau tidak bisa." ejek Juno sambil melepaskan baju kemeja Alexander dengan sekali tarikan hingga membuat semua kancing baju Alexander terlepas semua.


"APA YANG KAU LAKUKAN SIALAN! DASAR PRIA MENJIJIKAN." Teriak Alexander sambil berusaha menjauh dari jangkauan Juno dan Boy. Tapi sayang, semua itu sia-sia.


"ARGHH LEPASKAN AKU SIALAN!" teriak Alexander, dia terus memberontak. Rasanya Alexander begitu jijik atas apa yang kedua pria ini lakukan padanya bagaimana tidak, kedua pria itu terus mencumbu tubuh bagian atas Alexander. Mereka juga bergantian mencium bibir Alexander hingga bibir Alexander menjadi bengkak. Alexander ingin menggigit bibir kedua pria itu, tapi rahangnya di tekan dengan keras hingga dia tidak bisa melakukan hal itu. Air matanya sejak tadi terus berjatuhan.


"Ternyata kau cukup manis juga, uhhh lihatlah payudara mungilmu ini. Dia terlihat begitu menggemaskan, aku menyukainya." ucap boy sambil terus menjilati dada Alexander.


"Argh ku mohon lepaskan aku, jangan lakukan ini. Aku pria normal, ku mohon kasihanilah aku. huhuhu." Tangis Alexander semakin pecah, Alexander benar-benar tidak tahan dengan semua ini. Di sisi lain Alexander merasa nikmat tapi di sisi lain dia juga merasa jijik dengan semua ini.

__ADS_1


"uhhh dia benar-benar menggemaskan." puji Juno saat melihat bagian bawah Alexander.


Juno dak Boy terus mencumbui Alexander tidak peduli permohonan dan juga rontaan Alexander. Justru bagi mereka berdua semakin Alexander memberontak, Alexander terlihat semakin seksi. Mereka terus menerus melakukan percintaan itu hingga mereka merasa puas. Sekitar lebih dari 3 jam ke dua pria itu meniduri Alexander hingga membuat Alexander benar-benar tidak berdaya. Lubang duburnya bahkan di penuhi oleh benih-benih dari kedua pria itu.


Alexander menatap kosong ke depan, rasanya seluruh harga dirinya kini benar-benar di hancurkan hingga tidak tersisa. Dia merasa dirinya benar-benar hina karena sudah di perkosa oleh pria. Bahkan lubang duburnya terasa begitu sakit dan nyeri akibat perbuatan kedua pria itu. Bahkan seluruh tubuhnya di penuhi oleh banyak kiss Mark. Miliknya juga terasa ngilu akibat ulah kedua pria itu.


Alexander merasa dirinya benar-benar ingin mati saja sekarang ini. Dirinya sudah benar-benar di hancurkan Tampa sisa oleh mantan istrinya itu.


Andai saja ibu dan ayahnya tau semua ini, maka harga diri Alexander akan semakin hancur.


di sisi lain, Nadine yang melihat wajah terpuruk Alexander benar-benar merasa puas. Tapi semua penyiksaan ini belum berakhir, masih ada 7 orang pria yang belum mengambil jatah dari Alexander. Nadine akan menyiksa mental pria itu sedikit demi sedikit hingga tidak tersisa.


"Sepertinya kau benar-benar puas." ucap Javier hingga membuyarkan lamunan Nadine.


"Ternyata dia benar-benar tampan." ucap Nadine dalam hati


"Kenapa menatapku seperti itu? Apakah kau terpesona dengan ketampananku?" Tanya Javier sambil tersenyum menyeringai.


"ckkk kau terlalu percaya diri." sungut Nadine kesal.


"baiklah maafkan aku, Tapi ngomong-ngomong apakah sejak tadi kau menonton pertunjukan pornografi yang ketiga orang itu tampilkan?" Tanya Javier, ada sedikit rasa tidak suka di hati Alexander. Tapi dia bisa apa, wanita di hadapannya ini terlalu keras kepala.


"Aku hanya ingin memastikan apakah Alexander menikmati percintaannya dengan Juno dak Boy atau tidak. Makanya aku menonton, tapi tenang saja aku tidak melihat dengan jelas milik ketiga pria itu. Karena jarakku dengan mereka lumayan jauh." Ucap Nadine sambil membenarkan bajunya yang tampak sedikit kusut.

__ADS_1


"Baiklah, aku percaya padamu. Jadi bagaimana reaksi Alexander tadi?" Tanya Javier.


"Dia sepertinya sangat menikmatinya, buktinya dia terus menjerit kenikmatan sejak kedua pria itu mencumbu dirinya." ucap Nadine sambil tersenyum manis.


"Sayang sekali kau terlambat datang, coba kau datang sejak tadi pasti kau bisa melihat bagaimana erotisnya mereka bertiga bercinta. Mereka bahkan melakukannya dengan banyak gaya." puji Nadine, mendengar hal itu Javier justru merasa merinding. Membayangkan saja dia tidak mau apalagi harus melihatnya secara langsung. Itu terlalu mengerikan dan menjijikan. Bagaimana bisa Nadine sanggup menonton live streaming itu dengan begitu bahagia. Memang wanita di hadapannya ini sangat berbeda dengan yang lain.


"Aku lebih baik tidak melihatnya, percayalah jika aku melihat percintaan mereka mungkin nanti malam bahkan sampai beberapa hari ke depan aku tidak akan bisa makan dengan lahap lagi." ucap Javier bergidik ngeri.


"Setelah melihat apa yang Nadine lakukan pada Javier, aku jadi takut mempermainkan hati wanita lagi setelah ini." Ucap Frans, sahabat Javier yang paling playboy.


"Ya kau memang sudah seharusnya sadar." ucap Kevin.


"ckkk, kau juga sama sepertiku Kevin. Bahkan kau jauh lebih playboy di bandingkan aku." sungut Frans sebal.


"Tapi sekarang tidak lagi, sejak Ria meninggalkan aku waktu itu. Dia membawa semua cintaku bersamanya jadi bagaimana bisa aku bisa bersama dengan wanita lain sedangkan hati dan pikiranku terus tertuju padanya. Sekarang aku tidak ingin bermain wanita lagi, lihat karena terlalu asik bermain wanita sekarang wanita yang aku cintai meninggalkan aku dengan semua cintanya." Lirih Kevin.


"Ckkk kau memang bodoh, dan kau Frans apa kau tidak takut masih memainkan hati wanita. Coba saja kau lihat Alexander. Dia menyakiti hati wanita yang tulus mencintai dirinya, lihat apa yang terjadi padanya saat ini. Dia di perkosa oleh 10 pria gay. Kalian tau, marahnya seorang wanita yang tersakiti itu akan sangat mengerikan jadi jika kalian berdua tidak ingin merasakan hal yang sama seperti Alexander sebaiknya jangan pernah menyakiti wanita lagi. Setia saja pada 1 wanita, jangan suka mengoleksi wanita seperti kalian mengoleksi jam tangan." nasehat Bagas sambil sesekali melirik ke arah Nadine. Sungguh menurut Bagas, Nadine terlalu mengerikan. Dia akan menjadi pasangan yang sangat pas untuk Javier. Entah apa yang akan terjadi jika kedua orang yang menurut Bagas gila itu bersatu. Bagas bahkan takut membayangkannya.


Bersambung


Mungkin hari ini cuma bisa up 2 kali saja..


Kalau tidak sibuk, besok akan up lebih dari 2 part.

__ADS_1


SELAMAT MEMBACA.🥰🥰🥰🥰


__ADS_2