
"Apakah kedua anak saya sudah pulang sekolah?" Tanya Alexander pada salah seorang anak buahnya.
"20 menit lagi kelas tuan muda dan nona muda berakhir Bos." jawab sang anak buah.
"Bagus, siapkan mobil saya karena saya ingin menjemput mereka berdua saat ini juga."
"Baik Bos."
Alexander mulai melangkah ke arah mobil miliknya, sepanjang langkahnya pria itu terus tersenyum. Akhirnya hari yang dia tunggu-tunggu datang juga, dia akan kembali bersama dengan anak dan mantan istrinya itu. Alexander tidak akan membiarkan siapapun merusak kebahagiaan keluarga mereka.
"Ayo jalan."
Mobil Alexander mulai melaju menuju sekolah si kembar dengan di ikuti oleh 50 bodyguard miliknya. Alexander tidak akan mengambil resiko dengan pergi sendiri, karena pria itu mungkin saja akan mencoba menghentikan dirinya.
Setelah Alexander sampai di sekolah si kembar, banyak orang tua siswa maupun guru-guru yang menatap mereka aneh dan sedikit takut.
"Dimana anak yang bernama Alicia dan Arion?" Tanya Alexander pada salah satu guru di sekolah si kembar.
"Mereka sudah pulang bersama dengan Tante mereka tadi tuan." ucap sang guru takut-takut, bagaimana tidak takut jika di hadapannya kini terdapat puluhan pria berbaju hitam dengan badan yang kekar.
"Ayo kita pergi, lacak keberadaan mobil yang di tumpangi kedua anak saya." Perintah Alexander pada anak buahnya.
"Baik Bos."
"mobil yang di tumpangi oleh tuan dan nona muda berada 20 meter dari sini bos. Ini titik lokasi mereka saat ini." ucap pria bernama Jamal itu sambil menunjukkan lokasi Alicia dan Arion saat ini.
"Ayo jalan"
Setelah sekitar 10 menit akhirnya Alexander berhasil menemukan mobil yang di tumpangi oleh kedua anaknya itu.
"Hadang mobil itu." perintah Alexander
__ADS_1
Sedangkan di mobil kelaya, saat ini mereka di Landa kepanikan karena mobil mereka di ikuti beberapa mobil hitam bahkan ada satu mobil yang berusaha menghentikan mobilnya.
"Anak-anak pegangan yang erat ok."
"hiks aunty Cia takut, meleka penjahat ya?"Tanya Alicia panik.
"Arion telpon mommy kamu, bilang sama dia kalau mobil kita di ikuti oleh orang jahat. satu lagi share lokasi kita sama mommy kamu ok." perintah kelaya, gadis itu mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Terjadi aksi kejar-kejaran antara mobil kelaya dan puluhan mobil anak buah Alexande. Tapi jangan pikir kelaya akan kalah, walau wajahnya itu terlihat sangat polos tapi dia dulu sering mengikuti balapan liar. Dia memang tidak hebat dalam berkelahi tapi urusan balapan seperti ini dia cukup ahli yah walaupun Nadine tetap menduduki urutan pertama tapi tidak masalah bagi kelaya karena menjadi pembalap di urutan kedua pun dia sudah bersyukur.
"Aunty Rion udah hubungi mommy, katanya mommy akan segera kesini."
"Ok, sekarang kalian pegangan yang erat karena akan ada tikungan 100 meter ke depan."
"hiks aunty Cia belum mau mati, Cia kan belum melasakan semua makanan enak yang ada di dunia ini." teriak histeris Alicia, gadis kecil itu benar-benar ketakutan saat ini. Entah siapa sebenarnya yang sedang mengejar mereka saat ini, yang jelas mereka bukanlah orang baik.
"Tenang ok, aunty juga belum mau mati karena aunty belum dapat jodoh." Ucap kelaya, sebenarnya dia sedikit panik saat ini terlebih dengan teriakan Alicia yang memekakkan telinga itu.
"Cia jangan takut ok, ada kakak Rion di sini. Kakak akan lindungi Alicia dengan baik." Ujar Ario dengan senyum hangatnya.
"tenang ok, kita akan aman. Mommy kalian akan segera datang menyelamatkan kita." walaupun panik tapi kelaya tetap berusaha untuk fokus dan sesekali menghibur dua keponakan manisnya ini.
"Sial." decak kelaya kesal.
°°°°°
Disisi lain, saat ini Javier juga tengah di landa kepanikan saat salah satu anak buahnya melaporkan bahwa Alexander tengah mengejar mobil yang di tumpangi kedua anak Nadine.
"Siapkan mobil, kita akan menyelamatkan kedua anak itu." ucap Javier mulai bersiap-siap.
"Siapkan senjata juga, karena mungkin saja kita akan bertarung dengan kelompok Alexander hari ini."
"Baik Bos."
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkanmu merebut mereka Alexander, kau sudah menyia-nyiakan mereka jadi kau tidak pantas untuk kembali mendekati mereka. Aku akan melindungi mereka darimu, aku tidak akan segan menghancurkanmu jika kedua anakku itu sampai lecet karena ulahmu." ucap Javier dalam hati, bahkan kini dia sudah mulai menyebut Alicia dan Arion sebagai anaknya sedangkan dia bahkan belum bisa meluluhkan hati ibunya.
"Semua sudah siap bos." Teriak anak buah Javier.
"Baik, Kits berangkat sekarang."
Javier, bersama Bagas juga ketiga temannya yang lain yaitu Kevin, Richard, dan Frans juga ikut dalam misi penyelamatan kedua calon anak tiri Javier itu.
Awalnya mereka terkejut saat mengetahui bahwa Javier ternyata diam-diam menyukai mantan istri Alexander. Mengingat selama ini Javier selalu enggan berdekatan dengan wanita, tapi siapa sangka justru mantan istri Alexander itu mampu meluluhkan hati batu Javier.
"Apa tujuan Alexander mengejar mobil kedua anaknya?" Tanya Kevin, saat ini kevin, Bagas, dan javier berada d mobil yang sama dengan Javier yang mengendarai mobil itu.
"Untuk menculik mereka berdua" Jawab Javier, sejujurnya Javier merasa sangat geram dengan tindakan kekanakan Alexander ini. Karena hal ini bisa membahayakan kedua anak itu. Sepertinya pria itu otaknya semakin tidak waras saja.
"Kenapa?" Kevin kembali bertanya, dia merasa heran bukankah Alexander adalah ayah Alicia dan Arion lalu mengapa pria itu justru ingin menculik kedua anak itu.
"Untuk mengikat kembali Nadine menjadi istrinya, maka dia harus mengambil anaknya. Karena kedua anak itu merupakan salah satu kelemahan Nadine." Ujar Bagas menjawab pertanyaan Kevin. Sedangkan Javier sepanjang jalan terus saja mengumpat kesal. Rasanya dia sangat ingin membunuh Alexander tapi dia tidak boleh melakukan hal itu karena dirinya takut kedua calon anak tirinya itu justru akan membencinya.
"Aku heran bagaimana bisa ada ayah seperti Alexander itu di dunia ini."
"Tidak bisakah kalian berdua diam." geram Javier, kedua temannya itu mengganggu konsentrasinya saja.
°°°°
Di tempat lain, saat ini terlihat sebuah mobil berwarna putih berhenti tepat di depan mobil kelaya. Untung saja refleks kelaya cukup cepat hingga kecelakaan itu dapat di hindari.
Kelaya juga merasa lega akhirnya Nadine sampai juga di lokasi mereka, sekarang dia tidak perlu khawatir lagi. Walaupun sahabatnya itu seorang wanita tapi kemampuannya bahkan menyamai seorang pria atau bahkan mungkin melebihi kemampuan pria.
Dengan anggun Nadine keluar dari dalam mobilnya lalu menghampiri mobil kelaya dan kedua anak kembarnya. Matanya memicing sinis saat dia melihat mantan suaminya adalah dalang di balik semua ini. Nadine bersumpah dia akan membuat mantan suaminya tidak akan berani macam-macam padanya lagi setelah ini.
Alexander pun begitu, dia dan anak buahnya juga ikut turun dari mobil. Alexander bahkan saat ini sudah berjalan menghampiri mobil kedua anaknya itu. Bukankah ini sangat bagus, dia tidak hanya akan menculik kedua anaknya saja tapi sekalian mantan istrinya juga. Kalau perlu dia akan mengurung mereka bertiga di Mension mewah miliknya agar ketiga orang itu tidak akan pernah bisa meninggalkan dirinya lagi.
__ADS_1
Bersambung