TRANSMIGRASI QUEEN AZURA

TRANSMIGRASI QUEEN AZURA
Bab 99


__ADS_3

"Kenapa kau berubah menjadi wanita yang tamak anggun! Katakan padaku." Lirih Justin sambil terisak, hatinya benar-benar sakit saat mengetahui kalau ternyata wanita yang sudah dia nikahi inilah yang sudah menghancurkan keluarga sahabatnya serta membunuh ibu kandungnya.


"Wanita seperti apa yang kau pilihkan untukku ini ma." Ucap Justin dalam hati.


"Andai saja ibunya masih hidup, mungkin Justin akan memarahi ibunya saat ini karena telah salah memilihkan calon istri untuknya.


"Katakan apa salahku padamu anggun? Kenapa kau sampai hati merenggut semua orang yang aku sayangi. Apakah karena harta?" Tanya Justin sarkas.


Dia memandang tidak percaya pada wanita yang sudah dia nikahi 38 tahun yang lalu itu. Bagaimana wanita itu bisa begitu tega membunuh banyak nyawa hanya untuk kepuasannya semata.


"Kalau di tanya, itu di jawab Tante jangan diam aja kayak patung." ucap Nadine lalu membuka lakban di mulut anggun dengan kasar.


"AW, DASAR WANITA SIALAN KAU. AKU TIDAK AKAN PERNAH MERESTUI MU MENIKAHI JAVIER DAN KAU JUGA PEMBANTU SIALAN, SEHARUSNYA AKU JUGA MEMBUNUH MU 35 TAHUN YANG LALU." teriak anggun sambil menatap Nadine dan mbok Darmi dengan sinis.


plak


"Aku tidak menyangka kalau selama ini aku telah memelihara iblis seperti mu di rumahku anggun." Sarkas Justin.


"Kenapa mas malah tampar aku, seharusnya yang mas tampar itu mereka bukan aku mas. Aku ini masih istri kamu kalau kamu lupa mas, aku masih ibu dari anak kamu." ucap anggun tajam.

__ADS_1


"ha ha ha, kau tau anggun saat ini rasanya aku tidak hanya ingin menampar mu saja. Tapi aku juga sangat ingin membunuh mu. Sudah berapa nyawa yang selama ini kau lenyap kan HM? 8 atau 9 atau lebih dari itu?" Tanya Justin sarkas.


"Dulu ku pikir Veronica adalah wanita terjahat yang pernah aku kenal. Tapi ternyata aku salah, karena kau bahkan jauh lebih jahat dibandingkan dengan adikmu itu. Aku jadi ragu, apakah kau benar adalah putri kandung Tante Alin. Kau terlalu jahat bahkan kejahatan ayahmu masih tidak ada apa-apanya dibandingkan kamu. Tapi yang membuat aku kagum adalah, bagaimana bisa kau begitu hebat menyembunyikan semua ini dariku selama 35 tahun lamanya. Ah atau mungkin akulah yang terlalu bodoh, karena sudah tertipu dengan wajah polos dan lugu mu itu yang ternyata hanya kamuflase agar kau bisa menutupi semua kebejatan dan kejahatan mu selama berpuluh-puluh tahun lamanya." sambung Justin sambil menatap tajam anggun. Rasanya dia sangat ingin menguliti wanita yang masih berstatus sebagai istrinya itu. Tapi sayangnya orang-orang pasti akan curiga jika tiba-tiba wanita jahat itu menghilang.


"Seharusnya kau itu berterima kasih padaku karena sudah membantumu memiliki perusahaan itu sepenuhnya. coba bayangkan jika keluarga sahabat tercinta mu itu masih hidup kau pasti tidak akan pernah bisa memiliki perusahaan itu sepenuhnya untukmu." ucap anggun sinis.


wanita itu masih saja belum menyadari semua kejahatannya selama ini. entah bagaimana lagi agar wanita itu sadar kalau perbuatannya selama ini sudah merugikan banyak orang.


"apakah aku pernah mengatakan kalau aku menginginkan perusahaan itu sepenuhnya menjadi milikku anggun? tidak pernah bukan, aku selama ini sudah cukup bersyukur dengan kehidupan yang aku jalani dan yang aku peroleh. Tapi kenapa kau selalu sama sekali tidak bisa bersyukur? pernahkah aku katakan padamu kalau aku menginginkan perusahaan itu untukku sendiri? tidak anggun, aku tidak pernah menginginkannya. ah, apakah ini juga alasan dulu kau menentang aku mengangkat Javier sebagai CEO di perusahaan keluargaku? karena Javier adalah anak dari sahabatku yang sudah kau bunuh." ucap Justin.


"iya aku tidak suka karena perusahaan itu seharusnya untuk putraku tapi karena putraku sudah meninggal dunia seharusnya perusahaan itu jatuh di tangan cucuku Aletha. aku terlalu bodoh dulu, seharusnya aku mengalihkan semua saham milik sahabatmu itu atas nama adikku Veronica. jadi adikku tidak akan rugi bahkan walau dia harus diceraikan oleh lelaki biadab seperti suaminya itu." kata anggun dingin sambil menatap sengit ke arah Sofyan dan putrinya.


"hahaha seharusnya aku memang mengikuti saran dari adikku itu untuk membunuhmu serta Javier. dengan begitu semua akan aman dan baik-baik saja." sinis anggun.


"ternyata berbicara denganmu itu sia-sia saja karena sampai kapanpun kau tidak akan pernah menyesali semua perbuatan jahatmu itu." ucap Justin, rasanya semua yang terjadi hari ini masih serasa mimpi untuk Justin. dia masih tidak menyangka kalau ternyata wanita yang sudah dia nikahi, wanita yang pernah sangat dicintai itu adalah seorang pembunuh keji.


"apa ada lagi kejahatan yang wanita itu lakukan yang mbok Darmi ketahui?" tanya Justin pada mbok Darmi.


"tidak ada tuan, hanya itu saja yang saya ketahui tentang nyonya anggun." ucap mbok Darmi.

__ADS_1


"mmmmmmm mmmm"


"maaf om saya harus membekap mulut istri Om lagi. karena saya rasa dia akan kembali menyumpahi Om dan juga Javier saat ini." ucap Nadine santai.


sedangkan anggun menatap Nadine dengan tetapan tajamnya seakan dia ingin membunuh Nadine lewat tatapan matanya itu.


"tidak apa-apa, justru lebih bagus jik mulutnya itu memang ditutup agar dia tidak bisa berbicara sembarangan lagi." ucap Justin sambil tersenyum miris.


dia masih tidak menyangka kalau ternyata dirinya benar-benar bodoh sampai bisa tertipu oleh kebohongan anggun selama 35 tahun lamanya. tapi mau bagaimana lagi anggun melakukan semua rencananya itu dengan begitu matang sampai bahkan polisi saja tidak bisa menemukan adanya bukti pembunuhan atas meninggalnya keluarga sahabat serta ibunya dulu. wanita yang sudah dia nikahi itu terlalu pandai menutupi semua jejak kejahatannya selama ini. bahkan tutur katanya juga lembut sehingga Justin sama sekali tidak menyadari kalau ternyata wanita yang sudah dinikahi itu adalah ular paling berbisa di dunia ini.


"sekarang apa yang akan kamu lakukan sama istri Om itu?" tanya Nadine pada Justin


Nadine merasa kasihan pada pria paruh baya itu, padahal dia sudah sangat baik pada anggun tapi justru anggun menusuknya dari belakang dengan melenyapkan semua orang yang pria itu sayangi. Justin tertipu bukan karena dia bodoh dan naif tapi karena memang wanita itulah yang terlalu hebat dalam menyembunyikan semua kebohongan serta kejahatan yang selama ini.


"entahlah saya juga bingung apa yang harus saya lakukan pada wanita jahat. rasanya bahkan kematian juga terlalu mudah untuk menebus semua kejahatannya selama ini." ujar Justin sambil terkekeh kecil, rasanya Justin sangat ingin memaki dirinya sendiri saat ini. Rasanya Justin sangat ingin memukuli dirinya sendiri karena dia merasa dirinya sudah gagal menjadi seorang suami yang baik untuk istrinya. dia gagal mendidik istrinya agar tidak menjadi wanita yang tamak dan jahat. dia sudah gagal dalam mengawasi istrinya agar tidak melakukan perbuatan-perbuatan tercela. iya benar-benar sudah gagal mending dalam melindungi ibu serta sahabatnya adalah dan keluarga sahabatnya itu dari istrinya sendiri. rasanya Justin sangat malu pada Javier saat ini, karena perbuatan istrinya Javier harus kehilangan ibu ayah nenek serta kakeknya. sekarang Justin tidak tahu apakah setelah yang kebenaran ini terungkap jawab yang masih akan menganggapnya sebagai ayahnya lagi atau tidak.


Bersambung


Maaf ya, sebenarnya part ini author udah up dari sore tapi nggak pernah berhasil.

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2