
"Mommy Cia anak mommy yang cantik udah pulang ini." Teriak Alicia sambil berlari memasuki rumahnya.
"Cia jangan lari-lari nanti kamu jatuh." Teriak Oma Dian sambil berjalan menyusul sang cicit yang kini berlari memasuki rumah mereka. Di belakang Oma Dian terdapat Javier dan Aletha.
"Mommy."
Bruk
"auch huaaa mommy Cia jatuh. Cakitna kaki Cia." Teriak alicia histeris.
"Astaga, kan tadi Oma sudah bilang Cia jangan lari-lari nanti jatuh. Cia nggak dengerin Oma, sekarang Cia jatuhkan." Omel Oma dian kesal. Cicitnya ini terlalu hiperaktif, tidak pernah bisa diam sehari saja.
"Cia nggak apa-apa? ada yang luka?" Tanya Javier menghampiri Alicia.
"Daddy kaki Cia nyut nyut, lihat cekalang beldalah" Lirih Alicia dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.
"Sini biar Daddy gendong, lain kali kalau di bilangin Oma jangan lari-lari Cia harus dengar. Mengerti?" Nasehat Javier sambil mengusap pipi Alicia yang di penuhi air mata.
"Ini cemua calah tangganya Daddy. Tangganya nggak lihat lihat Cia, padahal kan Cia mau lewat tadi." Ucap Alicia cemberut, gadis kecil itu malah menyalakan tangga sekarang.
"Kok jadi tangganya yang salah." ucap Oma Dian menghampiri sang cicit yang masih menangis terisak akibat lututnya kembali terluka karena terjatuh.
"Iya Oma tangganya calah, udah tau Cia mau lewat kok dia nggak minggil sih." Alicia berujar sewot, gadis kecil itu menatap tangga yang membuatnya terjatuh dengan sinis.
"Udah ya, jangan nangis lagi. Daddy sedih lihat Cia nangis kayak gini." Ucap Javier sambil mengelus pucuk kepala Alicia dengan sayang. Padahal mereka baru saja bertemu hari ini tapi Javier justru sudah merasakan rasa sayang pada bocah gembul berpipi chubby dan cerewet itu.
"Ini kenapa?"
__ADS_1
"Mommy, Cia jatuh mommy. Cakit cekali lasanya mommy. Lihat kaki Cia beldalah ini." Lapor Alicia dengan air mata bercucuran. Hidungnya dan pipinya bahkan sudah memerah karena menangis.
"Kenapa bisa jatuh hmm?" Tanya Alicia sambil mengambil Alicia dari gendongan Javier. Javier yang melihat Nadine ada di hadapannya merasa sangat terkejut.
Ternyata dunia sesempit ini, bagaimana bisa wanita yang sudah menghajarnya Sampai babak belur justru adalah ibu dari putri angkatnya itu. Bagaimana bisa Alicia yang manis memiliki ibu garang seperti Nadine, sungguh Javier tidak mengerti.
"Jadi kamu ibu Alicia?" Tanya Javier dengan mata memicing tajam, percayalah Javier masih merasa dendam pada Nadine akibat di tuduh sebagai pria mesum dan bahkan di hajar begitu saja. Rasa malu Javier saat itu bahkan masih terasa sampai saat ini.
"Iya saya ibunya Alicia, anda siapa ya?" Tanya Nadine memicing, entah kenapa dia merasa seperti pernah melihat Javier tapi dia lupa melihat pria itu dimana.
"Apa anda lupa kalau beberapa minggu yang lalu anda habis memukul saya di depan minimarket bahkan lebih parahnya lagi anda menuduh saya sebagai pria mesum dan pedofil."Ucap Javier dingin, wajah pria itu makin terlihat masam.
"Ah, jadi anda pria mesum itu. Lalu mau apa anda datang ke rumah saya?" Tanya Nadine memandang Javier penuh rasa curiga.
"Anda tidak menyukai putri saya dan berniat menikahi dia kan?" Ucap Nadine sambil melototi Javier.
"APA ANDA MENYUKAI PUTRI SAYA?" Teriak Nadine menggelegar lalu menurunkan sang putri dari gendongannya dan Langsung memukul wajah tampan Javier begitu saja.
BUK
"auch" Karena tidak siap Javier akhirnya tersungkur setelah menerima bogeman Nadine. Javier merasa rahangnya bergeser karena tinjuan Nadine itu.
"Benar-benar wanita bar bar, tidak ada sopan santun." ucap Javier memandang sinis Nadine.
Saat Nadine akan kembali melayangkan bogeman mentah ke wajah tampannya, Javier dengan cepat menahan tangan Nadine. Saat Nadine akan menendang Javier tiba-tiba saja Oma Dian berteriak heboh.
"Astaga, Nadine STOP." Teriak Oma Dian lalu membantu Javier berdiri. Oma Dian membolak balik wajah Javier memeriksa apakah ada luka serius di wajah tampan pria yang ingin di jadikan calon Daddy oleh cicitnya Itu.
__ADS_1
"Nak Javier kamu nggak apa-apa kan? Ada yang luka?" Tanya Oma Dian begitu heboh, matanya bahkan sampai melotot tidak percaya saat melihat bibir pria itu tampak sobek.
"Astaga, bibir kamu luka. Ini pasti sakit ya." Oma Dian kembali heboh, dia bahkan tidak sadar jika telah menekan luka itu terlalu kencang hingga membuat Javier meringis.
"Oh ya ampun, maafin Oma sayang. Oma nggak sengaja." ucap Oma Dian sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Oma, Oma nggak selingkuh sama pria pedofil itu kan?" Tanya Nadine memicing. Mendengar hal itu Oma Dian sontak terkejut hingga matanya melotot. Oma Dian menatap cucu perempuan satu-satunya itu dengan pandangan tidak percaya.
"Siapa yang selingkuh Nadine?" Tiba-tiba saja Opa Nicholas datang menghampiri Nadine. Dia merasa heran siapa yang sudah bertamu di rumah mereka dan membuat keributan.
"Ini Opa cowok ini godain Oma Dian." Ucap Nadine santai sambil menunjuk Javier yang melongo tidak percaya menatap Nadine. Oh tuhan, setelah dirinya di sangka pria pedofil mesum sekarang dia di tuduh sebagai simpanan nenek-nenek.
"APA?" teriak Opa Nicholas shock, dia menatap tajam Javier.
"Aku nggak selingkuh bi, nah ini namanya Javier rencananya aku mau jodohin dia sama cucu kita yang judes itu biar nggak sendiri terus kalau ke kondangan." ucap Oma Dian menyengir lebar.
Mendengar perkataan sang Oma, Nadine hampir saja terkena serangan jantung. Bagaimana bisa sang Oma berpikir mau menjodohkan dirinya terlebih dengan pria setengah waras seperti Javier ini.
"Ini bukan calah Oma kok mommy, ini calah Cia. mommy ingat kan tadi Cia ke mall mau beli Daddy. Tapi telnyata di sana nggak jualan Daddy mommy, sampai akhilna Cia jadi cedih. Tapi itu tidak lama-lama kok mommy, kalena setelah itu Allah mengilim Daddy vil buat Cia. Daddy vil tadi tolongin Cia waktu jatuh, telus Cia lasa Daddy vil itu cocok buat mommy soalnya Daddy vil kan danteng cocok sama mommy yang duga cantik. Kayak pangelan dan putli kelajaan di film belbi yang Cia nonton waktu itu. Cuma bedanya Daddy vil nggak bawa kuda tapi bawanya mobil. Mommy Cia cuka cama Daddy vil, Cia mau Daddy vil jadi daddynya Cia." Ucap Alicia penuh semangat.
"Mommy cini deh Cia bicikin mommy." sambung Alicia sambil mendekatkan bibirnya di telinga Nadine.
"Mommy Daddy vil itu uangnya banyak loh, tadi Cia lihat di dompet Daddy vil ada kaltu walna hitamna. Waktu itu mommy bilang kalau Olang yang ada kaltu walna hitamna itu belalti Olang kaya dan banyak uang. Mommy Cia hebatkan kalna udah nemuin Daddy kaya laya buat mommy." bisik Alicia, gadis cilik itu merasa dirinya benar-benar hebat karena sudah berhasil menemukan calon suami kaya raya untuk sang mommy.
Sedangkan Nadine merasa shock setelah mendengar perkataan putrinya itu, dia memang menyukai uang tapi haruskah putrinya ini melakukan hal ini padanya. Nadine merasa baru saja di jual oleh putri kandungnya sendiri.
Bersambung.
__ADS_1
Maaf ya agak telak up.nya😔