
"Lalu apa rencanamu?" Tanya Javier pada Nadine.
"Bukankah dia ingin menculikku, jadi biarkan dia menculikku. Besok aku akan ke restoran dan aku akan membiarkan dia menculikku saat itu. Tugasmu hanya menyelamatkan aku saja. Tapi jangan selamatkan aku tepat setelah aku di culik, tapi selamatkan aku sehari setelahnya. Biarkan Alexander merasa bahagia terlebih dahulu baru setelah itu kau datang menyelamatkan aku." Ucap Nadine.
Mendengar penuturan Nadine, membuat Javier melongo tidak percaya. Mungkin hanya Nadine saja wanita yang membiarkan dirinya sendiri di culik. Wanita di hadapannya ini memang sepertinya tidak memiliki sedikit pun rasa takut di hatinya.
"Apa kau sudah gila? bagaimana jika aku terlambat menyelamatkanmu dan mantan suamimu itu sudah lebih dulu memperkosamu. Apa yang akan kau lakukan Nadine." Geram Javier, dia merasa kesal dengan rencana wanita di hadapannya ini. Menurut Javier itu terlalu beresiko. Semua hal buruk itu bisa saja terjadi, terlebih Alexander itu termaksud kategori pria gila. Bagaimana bisa javier membiarkan wanita yang dia cintai memasukan dirinya sendiri dalam bahaya.
"Aku percaya kau tidak akan terlambat datang menyelamatkan aku." ucap Nadine dengan santainya.
"Huh, aku tidak tau harus mengatakan apalagi padamu." ucap Javier frustasi
"Lakukan saja seperti yang aku perintahkan, aku percaya kau tidak akan terlambat datang menyelamatkan aku."
"Lalu apakah aku boleh langsung membunuh Alexander?" Tanya Javier pada Nadine.
"Tidak, membiarkannya mati tidak akan membuatnya jera. Lebih baik biarkan dia hidup tapi jiwanya selalu menginginkan kematian. Bukankah itu lebih baik, dia ingin mati tapi tidak bisa mati. Dia hidup tapi seolah mati. Kau pasti paham apa maksudku." ucap Nadine sambil menyeringai licik.
Jika membunuh denga keji, Javier memang pemenangnya. Tapi jika berbicara tentang merusak mental seseorang nadinelah pemenangnya.
__ADS_1
"Baiklah, tunggu sebentar akan aku ambilkan sesuatu untukmu." ucap Javier
"Ini, pakailah anting ini. Di dalamnya sudah aku pasang alat pelacak, itu adalah anting Aletha tapi kau bisa memakainya untuk besok. Agar aku bisa tau di mana kau di bawa, karena aku yakin Alexander tidak sebodoh itu. Dia pasti tidak akan membiarkanmu membawa ponsel milikmu agar keberadaanmu tidak mudah di lacak." ucap Javier sambil memberikan sepasang anting pada Nadine.
"Baiklah aku akan memakainya, terimakasih." ucap Nadine tulus.
FLASHBACK END
"Bagaimana rencana yang sudah ku susun? Menarik bukan? Tentu saja menarik, kalau tidak menarik tidak mungkin kau ada di sini sekarang. Jadi bagaimana rasanya di sekap Alexander? Bagaimana rasanya saat mengetahui rencana yang sudah susah payah kau susun gagal begitu saja. Justru rencana itu seakan berbalik menyerangmu. Sekarang tidak ada yang bisa menyelamatkanmu. Itulah sebabnya jangan suka bermain main denganku Alexander. Aku bukanlah tipe wanita yang hobi bercanda untuk sesuatu yang sangat serius seperti ini." Ujar Nadine jujur.
"WANITA ******, BERANINYA KAU MEMPERMAINKAN AKU." Teriak Javier murka.
"LEPAKAN AKU, JANGAN MENYENTUHKU."
"Oh, apakah kau marah padaku? kasian sekali. Baiklah mungkin aku harus segera memberikan sebuah hadis istimewa untukmu. Hadiah ini akan terus membuatmu teringat padaku dan aku jamin kau akan sangat menyukai hadiah yang sudah aku persiapkan untukmu ini." ucap Nadine
"ARGGHH LEPASKAN AKU. WANITA MURAHAN, AKU TIDAK AKAN MELEPASKANMU SETLAH INI. AKU BERSUMPAH AKAN MEMBUNUHMU NADINE." Murka Alexander.
Wajahnya bahkan sampai memerah karena terlalu emosi. Dia terus meronta ingin membebaskan dirinya dari ikatan Nadine, tapi sayang hal itu sia-sia.
__ADS_1
"Jangan terlalu banyak memberontak, itu hanya akan memeras tenagamu saja. Lebih baik kau simpan saja tenagamu itu untuk sesuatu yang akan memuaskan dirimu nanti. Karena sekeras apapun kau memberontak, kau tidak akan terlepas yang ada kau akan semakin kesakitan. Jadi lebih baik pasrahkan saja pada takdir. Ah ya, anggap ini sebagai pelajaran untukmu agar kedepannya tidak pernah mempermainkan wanita yang tulus mencintaimu lagi. Satu lagi, aku berharap semoga setelah ini kau tidak akan pernah berlaku sombong lagi." Nasehat Nadine.
"Oya aku sampai lupa, sebelum aku memberikan hadiah utama untukmu aku akan memberikan hadiah tambahan untukmu." ucap Nadine lalu mengambil ponsel dalam tasnya dan menyalakan video kehancuran organisasi Alexander.
"Bagaimana menurutmu? Kau suka hadiahnya? kau pasti suka, aku yakin itu."
"Ini bacalah hal ini juga." ucap Nadine lalu memperlihatkan sebuah berita tentang kehancuran perusahaannya dan perusahaan keluarganya.
Sontak hal itu semakin membuat Alexander terkejut bukan main. Bagaimana bisa perusahaan dan juga organisasi miliknya hancur dalam waktu sehari seperti ini.
Alexander rasanya masih belum mempercayai semua ini. Semua berita yang sudah dia saksikan itu seolah mimpi buruk untuknya.
"Kau pasti bohong, tidak mungkin perusahaanku hancur. Tidak mungkin organisasi yang sudah ku bentuk hancur. Kau pasti menipuku untuk membalas dendam karena aku sudah menculikmu. Iyakan." Lirih Alexander, tatapan matanya kosong. Alexander merasa sangat shock melihat semua itu, rasanya semua hal itu sulit untuk dia percayai.
"Sayangnya itu bukanlah berita bohong, itu ada berita fakta. Baiklah akan ku tunjukan yang lainnya." Ucap Nadine lalu mulai menyodorkan dirinya sebuah video detik detik kehancuran perusahaannya dan perusahaan keluarganya.
"Kau tau, kenapa perusahaan kalian hancur seperti itu? Itu karena kau sudah berani bermain-main denganku. Bukankah aku sudah mengingatkanmu sebelumnya, jangan pernah usik lagi hidupku dan kedua anakku atau aku akan memberikan pembalasan yang tidak akan pernah kau bayangkan sebelumnya. Terlebih kau berencana ingin membunuhku dan memperkosaku. Menurutmu apakah setelah aku mengetahui semua itu aku masih akan menerimamu? Apakah aku masih bisa memaafkanmu dengan dalih kemanusiaan? sayangnya, aku tidak senaif itu. Aku akan membalasmu dengan pembalasan yang akan selalu kau kenang selama sisa hidupmu. Apakah selama ini kau pikir aku adalah wanita lemah? Sayangnya kau terlalu bodoh karena sudah berani menyepelekan musuhmu. Kehancuranmu ini adalah akibat dari keteledoranmu dalam menyelidiki siapa sebenarnya musuhmu. Seberapa kuat dia dan seberapa mampu dia akan membalas semua kejahatanmu padanya. Selama ini aku selalu diam, karena aku masih menghargai dirimu sebagai ayah kandung dari kedua anakmu. Tapi setelah hari ini, aku tidak bisa memenuhi janji itu lagi. Dengan berat hati aku terpaksa melanggar semua janjiku padamu, karena aku tidak ingin kau akan menjadi duri dalam hidupku juga kedua anakku di masa depan." Ucap Nadine panjang lebar.
Nadine selama ini sudah terlalu baik padanya, berkali-kali Nadine memberikan kesempatan untuk Alexander tapi sepertinya kesombongan telah membutakan mata Alexander. Memang benar, kalau yang dapat menghancurkan kita itu adalah kesombongan dan keangkuhan. Sama seperti yang terjadi pada Alexander saat ini. Dia terlalu sombong dan angkuh, sehingga membuat dirinya dan seluruh keluarganya pada akhirnya hancur.
__ADS_1
Bersambung