TRANSMIGRASI QUEEN AZURA

TRANSMIGRASI QUEEN AZURA
Bab 96


__ADS_3

"Kenapa mama diam aja, ma jawab aku ma. Sebenarnya aku ini anak siapa? Siapa orang tua kandung aku." lirih Javier, dia menatap nanar wanita yang selama ini sudah di anggapnya ibu itu.


"Jawab anggun, jangan hanya diam kayak patung. Siapa orang tua Javier, tolong anggun jawab pertanyaan saya." Tegas Justin sambil menatap sinis sang istri.


"ARGHHH, tega kamu anggun." murka Justin sambil melemparkan sebuah gelas ke arah sebuah foto keluarga yang tampak sangat bahagia. Tapi siapa sangka, di balik senyum sang istri di foto itu dia menyimpan banyak sekali rahasia yang tidak di ketahuinya.


"Mbok, mbok Darmi." Justin lalu berteriak memanggil asisten rumah tangga mereka yang waktu itu menemani anggun saat kelahiran javier dulu. Karena saat Javier lahir, Justin sedang berada di luar kota saat itu. Orang tua Justin juga memilih tinggal di Bali setelah sang ayah menyerahkan jabatan sebagai CEO untuk Justin. Jadi otomatis yang paling mengetahui tentang asal usul Javier adalah mbok Darmi.


"Iya tuan." mbok Darmi berlari terpogoh pogoh kearah Justin. Ada sedikit ketakutan di wajah tua wanita itu, sebab dia sangat tau apa yang sudah terjadi pada sang nyonya 35 tahun yang lalu serta kejahatan apa saja yang sudah sang nyonya lakukan 35 tahun yang lalu. Memikirkan hal itu mbok Darmi masih tidak habis pikir bagaimana bisa ada seorang ibu sejahat anggun itu.

__ADS_1


"Ada apa tuan?" Tanya mbok Darmi takut takut.


"Apa mbok tau siapa orang tua kandung Javier? juga apa mbok tau dimana anak saya dimakamkan 35 tahun yang lalu?" Tanya Justin pada mbok Darmi, mbok Darmi yang mendengar pertanyaan Justin merasa ketakutan. Dia ingin jujur tapi dia takut sang nyonya akan melakukan sesuatu yang buruk pada keluarganya. Mbok Darmi sangat tau bagaimana perangai sang nyonya, dia menyembunyikan semua kebejatannya di balik sifat lemah lembutnya itu sehingga orang yang tidak mengenalnya pasti akan berpikir jika dia adalah seorang wanita berbudi luhur. Seorang istri serta ibu yang baik, tapi bagi mbok Darmi sang nyonya tak lebih dari seorang iblis.


"Tidak perlu takut mbok, keluarga mbok akan aman. Wanita itu tidak akan bisa menyakiti keluarga mbok Darmi." ujar Nadine sambil tersenyum hangat pada mbok Darmi.


"Saya sudah memindahkan anak mbok Darmi ke rumah sakit lain sehingga anak mbok Darmi sekarang telah berada di tempat yang aman. Jadi walaupun wanita itu ingin menyakiti anak mbok Darmi, tapi wanita itu tidak akan bisa karena dia tidak tau tentang keberadaan anak mbok Darmi saat ini." sambung Nadine santai, mendengar hal itu anggun menatap Nadine dengan sinis. Kebenciannya pada Nadine semakin menjadi, seharusnya saat cucunya Aletha menceritakan tentang wanita yang dekat dengan Javier, anggun langsung mencari tau tentang wanita itu agar hal seperti ini tidak perlu terjadi. Andai saja Aletha sang cucu ada di dekatnya sekarang, dia bisa menjadikan gadis remaja itu sebagai tameng untuk melindungi dirinya tapi sayang sang cucu sudah di bawa pergi oleh salah satu anak buah Javier entah kemana anak itu di bawa anggun tidak tau.


"Ini foto anak mbok sekarang." Ujar Nadine sambil menunjukan sebuah foto pada mbok Darmi.

__ADS_1


"hu hu hu, itu anak saya. Selama ini saya hanya melihat dia dari foto yang nyonya anggun berikan pada saya. Apakah benar anak saya sudah baik-baik saja saat ini non?" Tanya mbok Darmi sendu, kesedihan begitu terpancar dari wajah wanita tua itu.


"Dia akan baik-baik saja, mbok bisa bertemu dengan anak mbok Darmi setelah ini." ucap Nadine sambil mengelus tangan keriput mbok Darmi. Nadine sangat kasian dengan wanita tua di hadapannya ini, dia terpaksa menutupi semua kejahatan anggun selama bertahun-tahun akibat anaknya di sekap oleh wanita iblis itu. Andai bukan karena ancaman, sudah sejak lama mbok Darmi membongkar semua kejahatan anggun pada Justin.


"Terimakasih banyak non, terimakasih banyak." Isak mbok Darmi, dia bersyukur sang putri sekarang berada di tempat yang aman. Mbok Darmi rasanya tidak ingin kehilangan anak lagi, dulu mbok Darmi sudah pernah kehilangan suaminya akibat ulah anggun. Saat itu mbok Darmi ingin mengatakan semua rahasia yang telah anggun simpan selama bertahun-tahun pada Justin tapi sayang sebelum rahasia itu di beberkan anggun lebih dulu melenyapkan suami mbok Darmi dan menyekap anak mbok Darmi. Sejak saat itu anggun menjadikan anak mbok Darmi sebagai Sandra agar mbok Darmi tidak akan pernah membongkar rahasianya apapun yang terjadi.


"Apa maksud kamu Nadine?" Tanya Javier bingung.


"Selama ini anak mbok Darmi ini di culik dan kemudian di sekap. Hal itu di lakukan oleh sang penculik agar mbok Darmi tidak akan pernah membongkar kejahatannya." ungkap Nadine sambil menyeringai sinis pada anggun yang saat ini wajahnya sudah seputih kertas.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2