
"Makacih ya telaktilannya uncle danteng." ucap Alicia sambil mengedipkan sebelah matanya. Oma dian yang melihat tindakan cicitnya itu hanya menepuk jidatnya.
"Oma bisa pinjam Cia bentar nggak?" Tanya Aletha lalu mengajak alicia mengikutinya.
"Tenapa kak letha?" Alicia bertanya bingung.
"Cia mau kan daddy-nya aku jadi Daddy Cia?" tanya aletha.
"Cia mau, kak letha juga mau kan kalau Daddy kak letha nikah cama mommy Cia?"
"Mau, kak letha mau. Kak letha juga udah ingat sama Cia. Dulu kita pernah ketemu d minimarket, Cia emang nggak ingat?" Aletha bertanya dengan penasaran.
"Cia lupa." ucap Cia cengengesan.
"Astaga. Pokoknya dulu kita pernah ketemu, dan kak Aletha juga udah ingat mommynya Cia. Kak letha juga nggak keberatan kalau mommynya Cia jadi mommy kak letha." ucap aletha sambil tersenyum menatap Alicia.
"Terlebih mommy kamu itu keren dan kuat, cantik lagi." lanjut Aletha dalam hati.
"Celius kak Aletha?" Tanya Alicia berbinar, gadis kecil itu bahkan sampai melompat-lompat kecil karena bahagia. Sedangkan Oma Dian dan Javier yang melihat Alicia dan Aletha merasa bingung dengan apa yang sebenarnya kedua bocah itu bicarakan.
"Serius? Ok jadi itu sekarang yang jadi misi kita Cia. Daddy itu susah dekat sama cewek, jadi tugas kita sekarang kita harus mendekatkan mereka berdua. Kita harus kerja sama, nanti aku juga akan minta tolong Oma aku Cia. Ini mungkin jadi pekerjaan berat buat kita berdua, tapi kalau kita bekerjasama kita pasti bisa." Ucap aletha dengan semangat yang menggebu-gebu.
"Cia cebenalnya tidak telalu mengelti, tapi Cia cetuju." Ucap Cia tersenyum bahagia. walaupun dia juga sedikit bingung dengan apa yang di katakan Aletha padanya, yang Alicia tangkap hanya Aletha setuju jika ibunya bersama ayah aletha dan Aletha akan ikut membantu ayahnya agar bisa bersama dengan ibu Cia.
"Oya, Cia punya hp nggak?" Tanya aletha masih dengan binar bahagia di wajahnya.
"Cia punya, ini." ucap Alicia lalu menunjukkan handphone mainan miliknya.
"Astaga." Aletha menepuk jidatnya, hingga akhirnya dia tertawa terbahak-bahak. Lagipula apa yang Aletha harapkan, Alicia masih bocah berusia 3 tahun.
"Handphone asli ada nggak Cia?" Mendengar pertanyaan Aletha, Alicia bingung. Bukannya handphone miliknya itu asli, kenapa Aletha bertanya seakan itu adalah handphone palsu.
"Kasian banget cih kak Aletha, dia nda tau andpon asli cama andpon acli." batin Alicia sambil menggelengkan kepalanya, gadis cilik itu memandang Aletha prihatin.
"Cia kenapa natap kak Letha gitu." Tanya Aletha bingung.
__ADS_1
"Nggak apa-apa kak letha, Cia cuma plihatin aja kalna kak letha nggak tau andpon acli sama palcu. Padahal inikan andpon acli, lihat ini ada muciknya juga." ucap Alicia lalu menekan sebuah tombol yang ada di handphone mainan miliknya, hingga akhirnya keluarlah sebuah lagu di sana. Alicia menatap Aletha sombong, dia sudah bisa membuktikan bahwa ponselnya itu adalah ponsel asli bukan KW.
"Acli kan, Cia udah bilang tadi nda pelcaya." ucap Alicia dengan sombongnya. Aletha yang sejak tadi menahan diri agar tidak tertawa akhirnya tertawa lepas sampai perutnya sakit. Benar-benar lucu calon adiknya ini.
"Astaga, dia lucu banget." Ucap aletha dalam hati, dia ingin sekali mencubit pipi chubby Alicia karena gemas.
"Ya udah, kak letha salah. Hp Cia asli bukan palsu. Sekarang yuk kita ke tempat Oma Cia, ada yang pengen kak letha omongin sama Omanya Cia."ucap Aletha lalu menarik tangan Alicia menuju ke tempat Daddy-nya dan Oma Alicia berada.
"Oma, bisa nggak Aletha pinjam Hp.nya Oma?" Tanya Aletha
"Boleh kok, ini." Oma Dian lalu menyerahkan ponselnya pada Aletha, sedangkan Alicia menatap Aletha cemberut. Bukannya tadi Aletha meminjam ponsel miliknya tapi kenapa sekarang malah Aletha meminjam ponsel Omanya dan tidak jadi meminjam miliknya.
Setelah selesai menuliskan nomor ponsel miliknya, Aletha lalu mengembalikan ponsel milik Oma Dian.
"Ini hp.nya Oma. Aletha udah nyimpan nomor ponsel Aletha di situ." Ucap Aletha dengan semangat.
"Apa andpon Cia jelek ya, makanya kak letha nggak mau pinjam andpon Cia?" tanya Alicia dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Hati mungil Cia cakit tau di PHP cama kak letha." Ucap Alicia sedih, mendengar ucapan Alicia membuat Aletha semakin tertawa terbahak-bahak. Begitupula dengan Oma Dian dan Javier. Mereka semua tertawa tanpa melihat kearah Alicia yang sekarang sudah menangis karena merasa dirinya sedang di ejek.
"Jangan nangis ya, maafin uncle karena udah tertawa tadi. Uncle tidak sengaja " ucap Javier sambil menggendong Alicia dan menepuk-nepuk punggungnya.
"Jangan teltawa lagi, Cia tidak cuka di teltawai. Ciakan bukan pelawak uncle." ucap Cia masih sesegukkan.
"Iya, Cia bukan pelawak tapi Cia anak yang manis dan juga cantik mirip peri." ucap Javier. mendengar ucapan Javier, Aletha melongo. Sejak kapan Daddy-nya yang terkenal sebagai manusia kulkas 10 pintu jadi hangat seperti itu. Terlebih Daddy-nya yang minim ekspresi itu baru saja tersenyum dan tertawa. Benar-benar keajaiban dunia yang harus di abadikan sayangnya handphone miliknya kehabisan daya.
"sudah ya jangan nangis lagi, nanti napasnya sesak." Ucap Javier sambil mengelus rambut Alicia dengan lembut. Merasakan elusan dan pelukan hangat Javier membuat Alicia tenang. Sekarang dia benar-benar yakin, Javier adalah sosok Daddy yang di kirim tuhan untuk dirinya, kakaknya dan juga ibu tercintanya. Terlebih Javier juga tampan dan wangi, sangat cocok dengan ibunya yang cantik dan mempesona itu.
"Uncle boleh tidak Cia panggil uncle Daddy, kalna Cia cekalang udah nggak ada Daddy lagi." Tanya Alicia dengan wajah sedihnya.
"Tentu boleh sayang." ucap Javier tersenyum hangat pada Alicia, mendengar ucapan Javier Alicia merasa amat senang. Dia makin memeluk erat Javier, akhirnya dia memiliki Daddy juga sekarang.
"Daddy danteng deh." ucap Alicia malu-malu
hahahaha
__ADS_1
"Anak Daddy juga cantik." ucap Javier sambil mengecup kening Alicia. Alicia yang mendapatkan perlakuan seperti itu merasa semakin malu dan makin menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Javier.
Oma Dian yang melihat ekspresi cicitnya tidak bisa mengatakan apa-apa. Dirinya masih terlalu shock, jika Nadine mengetahui hal ini mungkin saja dia bisa terkena serangan jantung karena ulah putri satu-satunya ini.
"Alicia."
Mendengar namanya di sebut Alicia menoleh dan sangat terkejut saat melihat mantan suami mommynya ada di belakangnya saat ini. Bukan hanya dia yang terkejut tapi Oma Dian juga sama terkejutnya. Sedangkan Javier dan Aletha hanya memandang pria yang baru saja memanggil Alicia dengan ekspresi bingung.
"Sayang kamu juga di sini, Daddy kangen banget sama Alicia." Ucap Alexander, dia begitu bahagia bisa bertemu putrinya di sini.
"Ayo sini nak sama Daddy, Daddy pengen peluk kamu." Ucap Alexander lalu berjalan menuju Alicia.
"Bisa serahkan anak saya." sambung Alexander menatap tajam Javier.
"Nggak mau Cia nggak mau." Alicia makin memeluk Javier dengan erat.
"Cia dia siapa?" tanya aletha penasaran.
"Dia mantan cuaminya mommy kak letha." ucap Alicia cemberut, wajah gadis kecil itu kini terlihat begitu masam.
"Dia mantan suami mommy kamu?" tanya Javier menatap Alicia.
Alicia menganggukkan kepalanya saja lalu kembali menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Javier. Alexander mengepalkan kedua tangannya, dia benar-benar merasa sangat marah saat ini. Bagaimana bisa putrinya tidak mengakui dirinya, ini membuat harga dirinya tercoreng dan hatinya sangat sakit sekali.
"Daddy vil, antal Cia pulang dong. Cia kangen mommy." ucap Alicia, Oma Dian yang melihat cicitnya yang dingin pada Alexander merasa sangat bahagia. Bukankah ini artinya tidak akan ada kesempatan lagi untuk Alexander bersama dengan cicit-cicinya.
"Sayang, kamu mau ninggalin Daddy gitu aja?" tanya Alexander sedih, sebenarnya Alicia tidak tega melihat tatapan menyedihkan Alexander itu. Tapi saat dia mengingat kembali kekerasan dan kejahatan Alexander pada dirinya, kakaknya dan ibunya membuat rasa kasian itu lenyap begitu saja. Bahkan rasa sakit di punggung dan betisnya belum hilang karena kekerasan yang di lakukan pria yang memiliki predikat sebagai ayah kandungnya ini.
"Daddy Cia itu Daddy Javiel tau, dia calon cuami balunya mommy." ucap Alicia sambil tersenyum hangat menatap Javier yang juga menatapnya.
Sedangkan Alexander terkejut mendengar hal itu, tangannya makin terkepal erat. Dia tidak akan pernah membiarkan pria itu merebut istrinya Nadine darinya. Dia akan berusaha membuat Nadine dan kedua anaknya untuk kembali padanya lagi. Nadine, Alicia dan Arion adalah miliknya dan selamanya hanyalah miliknya. Alexander bahkan lupa jika kini status antara dirinya dan Nadine sudah mantan suami istri.
Bersambung.
Part selanjutnya nanti siang atau sore ya, selamat membaca dan semoga hari kalian menyenangkan. Tetap semangat dan selalu jaga kesehatan.🥰
__ADS_1