TRANSMIGRASI QUEEN AZURA

TRANSMIGRASI QUEEN AZURA
Bab 90


__ADS_3

"Tapi bukankah Tuhan saja maha pemaaf, Lulu kenapa kau tidak bisa memaafkan adikku? Kau sendiri tau kalau Veronica adalah adikku satu-satunya. Saat kita menikah dulu, kau berjanji akan menyayangi adikku seperti adik kandungmu sendiri. Lalu kenapa sekarang kau justru membuangnya Justin. Apa yang terjadi pada Javier dulu, dia sudah membayar semuanya. Sekarang Javier juga sudah baik-baik saja. Adikku juga sudah menyesali semua perbuatannya dulu. Tidak bisakah kita melupakan semuanya dan memulai hidup damai seperti dulu lagi? Adikku sudah berjanji kalau dia tidak akan menggangu Javier lagi, jadi ayo kita lupakan semuanya." Jelas anggun sambil terisak.


Mendengar pernyataan sang istri membuat hati Justin terasa panas. Justin tidak habis pikir kenapa bisa istrinya itu bisa sebodoh itu. Dimana kasih sayangnya sebagai seorang ibu pada putranya. Justin juga tau kalau Veronica adalah adik anggun tapi di sini status Javier adalah anak kandung anggun dan dia adalah korban dari kebiadaban adiknya itu. Seharusnya sebagai seorang ibu, dia lebih marah dan kecewa pada Veronica. Tapi kenapa dia seolah menutup mata untuk Javier.

__ADS_1


"Tapi sayangnya aku bukanlah Tuhan, jadi jangan pernah memintaku untuk memaafkan apalagi sampai melupakan perbuatan biadab adikmu itu. Javier adalah putra kandungku sedangkan wanita yang kau bela itu hanyalah adik ipar ku. Jadi tentu saja aku akan berada di sisi putraku, lagipula siapa Veronica itu. Dia bukanlah siapa-siapa dalam hidupku, bagiku dia hanya seorang wanita jahat yang sudah merusak putraku. Apa kau tau anggun, dulu saat aku melihat kondisi putraku saat dia baru saja di lecehkan oleh adik iblismu itu, hatiku sakit. Aku menjaga anak-anakku dari semua orang jahat di luar sana. Tapi siapa sangka justru orang yang paling aku percayai, orang terdekatku yang sudah aku anggap sebagai adik kandungku sendiri justru dialah yang sudah menghancurkan putraku. Apa kau lupa bagaimana traumanya Javier dulu? Dia bahkan takut padamu juga, dia takut pada semua wanita. Kau pasti tidak lupa berapa banyak psikiater yang aku sewa untuk menyembuhkan mental putraku itu. Lalu tiba-tiba hari ini kau mengatakan agar aku melupakan semua yang sudah terjadi dulu dan memaafkan adik TIRIMU itu? bahkan walau hari ini kau membunuhku aku tidak akan pernah memaafkannya." Teriak murka Justin, matanya bahkan sampai berkaca-kaca. Hati Justin selalu sakit saat mengingat bagaimana hancurnya putranya saat itu. Bagaimana terpuruknya putranya saat itu, Javier bahkan sampai beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri akibat depresi yang di deritanya itu. Lalu bagaimana bisa Justin memaafkan orang yang sudah menjadi penyebab putranya hancur seperti itu, Justin bukanlah Tuhan dia hanya manusia biasa yang teramat sangat mencintai putranya.


"Sekarang katakan padaku anggun, siapa yang jauh lebih berharga bagimu. Putra yang kau lahirkan dari rahimmu atau adik tiri yang ibunya pernah menghancurkan hidup ibumu karena sudah merebut ayahmu dari ibu kandungmu. Ternyata benar kata orang jika buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Ibu adik tirimu itu adalah seorang ******, tidak heran jika anaknya juga bertingkah layaknya ******. Bahkan dia jauh lebih menjijikkan di bandingkan ibunya dulu." Cibir Justin sinis, dia sudah tidak tahan lagi dengan semua rasa sakit di hatinya. Kekecewaan terhadap sang istri kini kembali menguasai hatinya. Luka akibat kekecewaannya dulu kini kembali terbuka lagi.

__ADS_1


"CUKUP JUSTIN, JANGAN KAU HINA LAGI IBUKU SEPERTI ITU." teriak anggun murka.


"Bukan wanita itu yang aku maksud, tapi mama Melati. Ibu yang sudah melahirkan adikku Veronica. Jangan menghina dan menjelekkan dia lagi. Walaupun dulu pekerjaannya hanyalah seorang wanita penghibur tapi dia jauh lebih baik di bandingkan wanita yang sudah melahirkan aku itu. Karena mama Melati yang sudah merawatku dulu, bukan wanita itu. Dia hanya melahirkan aku saja tapi tidak pernah merawatku, dia hanya sibuk dengan pekerjaannya saja yang sebagai dokter itu tanpa peduli padaku yang juga sangat membutuhkan kehadirannya di sisiku. Berbeda dengan mama Melati yang selalu ada untukku, dia memberikan aku cinta seorang ibu yang sebelumnya tidak pernah aku peroleh. Lalu salahkah aku jika aku sangat menyayangi putri yang sudah dia lahirkan?" Tanya anggun sarkas, dia menatap sinis sang suami. Dia merasa sangat tidak menerima penghinaan yang di lontarkan sang suami pada ibu yang sudah sangat berjasa padanya.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka kalau kau sepicik ini anggun, bagaimana bisa kau bahkan tidak mengakui ibu yang sudah melahirkan dirimu kedunia ini. Bagaimana bisa kau dengan tega menggantikan posisi ibu yang sudah melahirkan mu demi wanita yang sudah menghancurkan perasaan ibumu sampai di jurang paling dalam. Apa kau tau anggun, andai dulu aku tau kalau kau sepicik ini. Aku tidak akan pernah menerima perjodohan yang sudah di layangkan oleh kakekku dulu. Andai saja aku tau bagaimana durhakannya kau pada ibu kandungmu dulu, aku tidak akan pernah membiarkan hatiku jatuh cinta padamu. Kau tau anggun, tidak peduli sejahat apapun ibu yang sudah melahirkan dirimu. Dia tetap ibumu, ingatlah bahwa Tampa dia kau tidak akan pernah ada di dunia ini. Kau juga seorang wanita, kau juga pernah merasakan bagaimana tidak enaknya sangat kau mengidam dulu. Kau ingat bukan bagaimana sulitnya kau menjalani kehamilanmu dulu, kau bahkan sampai harus di infus karena tidak ada satupun makanan dan minuman yang bisa masuk ke tubuhmu. Setiap kau makan atau minum kau akan kembali memuntahkan semua itu. Saat kau melahirkan dulu, apakah kau masih ingat bagaimana sakitnya itu? Kau sampai menangis karena tidak bisa menahan rasa sakit akibat kontraksimu saat itu. Setelah bayi kita lahir kau bahkan sempat mengalami koma akibat pendarahan hebat yang kau alami. Setelah melahirkan, kau juga mengalami baby blues. Apa kau juga ingat bagaimana repotnya dirimu saat merawat bayi kita yang baru lahir? Bahkan saat itu waktu tidurmu sampai terganggu karena anak kita. Coba kau bayangkan ibumu, dia juga mengalami semua itu. Dia memang sibuk dengan pekerjaannya anggun, tapi bukan berarti dia tidak pernah merawatmu. Bukankah dia pernah merawatmu dengan kedua tangannya sendiri sampai usiamu 2 tahun dulu baru setelah itu dia kembali bekerja sebagai seorang dokter. Aku tidak menyalahkan ibu mertua yang sangat sibuk di rumah sakit saat itu, karena dia juga memiliki tanggung jawab. Selain itu, apakah kau tidak tau kalau dulu setelah usiamu 5 tahun ayahmu tidak pernah lagi memberikan nafkah pada ibumu? Dia terlalu sibuk memberikan nafkah untuk gundik peliharaannya. Hingga saat usiamu yang ke 10 tahun akhirnya ayahmu benar-benar membuang ibumu yang malang itu layaknya sampah hanya karena istri keduanya. Seandainya aku memperlakukanmu seperti halnya ayahmu dulu memperlakukan dirimu, apakah kau akan bisa setangguh ibumu? Tidak anggun, kau tidak akan mampu setangguh dia. Dia bekerja untukmu, untuk pendidikanmu, untuk pakaian yang kau pakai juga mainan yang kau beli setiap harinya. Apakah kau pikir ayahmu yang sangat kau agung agungkan itu dulu pernah menafkahi mu? Tidak dia sama sekali tidak memberikan uang untukmu sama sekali. Karena uangnya dia habiskan untuk keluarga barunya. Apakah kau tau apa penyebab ibumu akhirnya memilih bunuh diri anggun? Baiklah akan aku katakan, sebenarnya awalnya aku akan menyimpan rahasia ini sampai aku mati. Tapi karena hal ini, kurasa aku tidak bisa menyimpannya lagi. Ibumu bunuh diri bukan hanya karena ayahmu, tapi juga karenamu yang lebih memilih ibu tirimu di bandingkan dia. Padahal dia sudah berjuang dengan keras membesarkan mu sendirian. Kau adalah kekuatannya saat itu, jadi di saat kekuatannya meninggalkannya bagaimana bisa dia tetap bertahan menghadapi kerasnya dunia ini. Sekarang aku sadar, kalau kau sama jahatnya seperti Ayah bajinganmu , ibu tirimu yang murahan itu, dan juga adik iblismu itu. Ku pikir kau berbeda dengan mereka bertiga, rupanya kau sama saja." Hardik Justin, dia menatap penuh kecewa pada sang istri.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2