TRANSMIGRASI QUEEN AZURA

TRANSMIGRASI QUEEN AZURA
Bab 95


__ADS_3

Setelah cukup sulit menghentikan Sofyan yang membabi buta menghajar Veronica. Javier lalu menyuruh anak buahnya untuk membawa Veronica ke rumah sakit. Wanita itu harus sehat kembali, karena masih dia masih belum membayar lunas semua perbuatan menjijikkannya dulu pada Javier.


"Awasi wanita itu selama di rumah sakit, jangan biarkan wanita itu sampai kabur. Jika kondisi wanita itu sudah membaik bawa dia ke markas." perintah Javier pada anak buahnya.


Anggun yang melihat sang adik akhirnya di bawa juga ke rumah sakit merasa hatinya sedikit lega. Setidaknya sekarang adiknya sudah aman tanpa dia ketahui akan ada hukuman yang jauh lebih mengerikan yang sudah menanti adik kesayangannya itu.


"Ibumu benar-benar gila Javi, apakah kau sungguh anak kandungnya?" Tanya Nadine pada Javier.


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanya javier sambil menyentil kening Nadine.


"Itu karena bentuk perhatian ibumu padamu dan pada adiknya sangat berbeda. Dia sangat melindungi adiknya itu sedangkan denganmu tidak seperti itu. Oya apakah ibumu juga memperlakukan kakakmu seperti dirimu? maksudku perhatian ibumu, apakah pada ibumu dan pada kakakmu sama?" Tanya Nadine sambil mengelus keningnya.


"Tidak, kasih sayang ibuku padaku dan pada kakakku sangat berbeda. Dulu saat kakak jatuh dan lututnya berdarah, mama akan pergi memarahi orang yang sudah membuat kakakku terluka. Tapi jika aku yang terluka mama akan mengatakan, aku tidak boleh cengeng karena aku adalah anak lelaki. Tapi bukankah kakakku juga seorang anak laki-laki? Saat nilai aku bagus mama nggak pernah sekalipun muji aku berbeda sama kakak aku, apapun pencapaian yang kakak aku raih mama pasti akan selalu muji dia. Saat aku bertengkar sama kakak, mama pasti akan marahin bahkan pukul aku karena katanya aku udah nakal." ucap Javier sambil tersenyum kecut. Hatinya kembali perih saat mengingat semua perlakuan sang ibu di masa lalu yang sangat berbeda antara dirinya dan juga kakaknya.


"Apakah aku boleh jujur Javi?" Nadine mengamati wajah Javier dan juga ayah Javier. Entah mengapa Nadine merasa tidak ada kemiripan sama sekali antara Javier dan juga sang ayah apalagi pada sang ibu.


"Apa?"

__ADS_1


"Entah kenapa aku merasa kau sama sekali tidak memiliki sedikitpun kemiripan dengan ayah dan juga ibumu itu. Apakah kau sungguh anak kandung mereka? Karena biasanya seorang anak, walaupun sedikit pasti dia akan memiliki kemiripan dengan orang tua kandungnya. Tadi aku juga melihat foto keluarga kalian, kau juga tidak mirip sama sekali dengan kakek dan juga nenekmu." ucap Nadine heran.


"Kau juga berpikir seperti itu? Sebenarnya ada sangat banyak orang yang berpikir jika aku tidak memiliki sedikitpun kemiripan dengan orang tuaku. Bahkan saat aku kecil dulu, aku sering di kira bayi yang tertukar karena yah aku sama sekali tidak mirip dengan kedua orang tuaku." ucap Javier sendu


"Apakah kau pernah melakukan tes DNA dengan kedua orang tuamu?" Tanya Nadine kembali, entah kenapa masih ada rasa penasaran di hati Nadine. Mulai dari tidak adanya kemiripan antara Javier dan juga kedua orang tuanya juga tentang perlakuan sang ibu yang sangat berbeda pada Javier.


"INI SEMUA KARENAMU ANAK SIALAN, KAU SAMA SAJA SEPERTI KEDUA ORANG TUAMU YANG MENJIJIKAN ITU. DASAR ANAK PEMBAWA SIAL KAU." Teriak murka anggun Tampa menyadari jika perkataanya sudah mengusik anak dan juga suaminya sendiri.


"Apa maksud perkataan kamu anggun? Javier sama seperti kedua orang tuanya yang menjijikan? Bukankah kita adalah orang tua Javier lalu mengapa kau mengatakan hal itu?" Tanya Justin pemasaran, jantung Justin berdetak kencang. Ketakutan demi ketakutan mulai menghantui Justin.


"YA DIA SAMA SEPERTI KEDUA ORANG TUANYA, SAMA-SAMA MENJIJIKKAN. SEHARUSNYA DULU AKU MEMBUANG ANAK SIAL ITU KE PANTI ASUHAN BUKAN MALAH MERAWATNYA SELAYAKNYA ANAK KANDUNGKU SENDIRI." Murka anggun, dia masih belum menyadari ucapannya saat ini. Yang mungkin saja ucapannya itu akan menjadi bumerang untuknya sendiri.


"YA KAU BUKAN ANAK KANDUNGKU, ANDAI SAJA SAAT ITU ANAK YANG AKU LAHIRKAN TIDAK MENINGGAL DUNIA AKU TIDAK AKAN PERNAH MENGADOPSI MU UNTUK MENGGANTIKAN PUTRAKU ITU."


"Apa maksud kamu dengan anak kita meninggal anggun? Katakan anggun apa maksud kamu?" Tanya Justin lirih, kesedihannya sudah tidak terbendung lagi. Bagaimana bisa istrinya menyimpan rahasia sebesar ini darinya dan dia sama sekali tidak tau. Selama 35 tahun dia di bohongi oleh istrinya sendiri.


"Ya mas, dia bukan anak kita. Anak kita meninggal saat aku melahirkan dia. Jadi aku mengambil Javier agar bisa menggantikan ana kita karena saat itu aku tidak ingin membuatmu sedih dengan kehilangan anak kedua kita." imbuh anggun sambil memegang tangan Justin.

__ADS_1


"Dan kamu rahasiakan ini semua dari aku anggun? Selama 35 tahun kamu merahasiakan ini semua dari aku? Kamu anggap apa aku ini anggun, aku suami kamu." Tegas Justin, emosi dan rasa kecewa benar-benar memenuhi hatinya saat ini.


"Aku hanya nggak mau kamu sedih mas, makanya aku lakuin semua ini. Aku cinta sama kamu mas." imbuh anggun sambil menangis tersedu-sedu.


"Kalau kamu mencintai aku kamu nggak akan tega membohongi aku selama ini anggun. Terlebih kamu membohongi aku selama 35 tahun. Jadi ini alasannya perlakuan kamu sangat berbeda antara kedua anak kita ? jadi ini juga alasan kamu nggak pernah ada rasa peduli sedikit pun saat Javier di lecehkan oleh adik kamu karena dia bukan anak kandung kamu anggun?" Tanya Justin sambil menangis tersedu-sedu, hatinya seperti diiris belati tajam. Terlalu perih dan menyakitkan, dia tidak pernah menyangka istrinya akan Setega ini padanya.


"Lalu anak siapa Javier anggun? Siapa orang tua kandung Javier sebenarnya?" Tanya Justin sambil mengguncang tubuh anggun.


Sedangkan Javier, dia bahkan tidak bisa berdiri dengan tegap lagi saat ini. Kenyataan yang di dengarnya hari ini benar-benar menghancurkan dia sampai titik terdalam. Dia tidak pernah menyangka akan ada fakta semenyedihkan ini dalam hidupnya. Selama ini dia berpikir ibunya tidak pernah membelanya hanya karena dia nakal dan tidak sehebat sang kakak. Tapi ternyata alasan sesungguhnya adalah karena dia bukanlah anak kandung ayah dan ibunya. Lalu anak siapa dia sebenarnya.


"Javier anak siapa ma? Apa orang tua kandung Javier masih hidup?"


Mendengar pertanyaan Javier anggun menjadi bingung dan wajahnya menjadi pucat Pasih.


Bersambung


Maaf ya hari ini cuma bisa up 1 part saja, soalnya hari ini author benar-benar sibuk. Hampir nggak ada waktu buat nulis jadi nggak bisa up lebih dari 1 bab untuk hari ini.🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


Mungkin nanti besok author baru bisa up lebih dari 1 bab kayak biasanya🥰🥰🥰


SELAMAT MEMBACA🥰🥰🥰🥰


__ADS_2