TRANSMIGRASI QUEEN AZURA

TRANSMIGRASI QUEEN AZURA
Bab 56


__ADS_3

''Bisakah kau tidak membahas hal itu Nadine?" Geram Alexander, pria itu sejak tadi diam tapi sejak Nadine membahas tentang kematian nahas yang di alami Sofia mantan istri yang masih dia cintai itu membuat Alexander menjadi marah.


"Oh, Alexander. Matamu tampak bengkak, sepertinya kau menangis cukup lama ya. Bukankah beberapa hari yang lalu kau mengatakan ingin rujuk denganku? Kau bahkan mengatakan bahwa kau mencintaiku, lalu kenapa hari ini aku justru melihatmu di sini dan malah menangisi kematian istri simpananmu itu. Apakah perkataanmu beberapa hari yang lalu hanya bualan semata karena kau menginginkan kedua anakku setelah kau di vonis mandul oleh dokter. Hmm, sepertinya aku harus memikirkan lagi permintaanmu itu. Aku tidak suka pria yang tidak setia, bahkan walau selingkuhannya itu sudah menjadi bangkai sekalipun." Ucap Nadine dengan suara lantangnya. Membuat semua orang kembali berbisik-bisik tentang mereka, terlebih tentang Alexander yang saat ini baru mereka ketahui bahwa pria itu ternyata mandul.


"KAU." Alexander merasa semakin geram dengan tingkah Nadine yang seolah sedang mempermalukan dirinya.


"Apa kau bermaksud ingin mempermalukan diriku?" Tanya Alexander sarkas.


"Kenapa kau menuduhku begitu kejam Alex, aku tau kau tidak mencintaiku tapi haruskah kau menuduhku seperti itu juga? Padahal aku hanya bertanya saja padamu, tapi kau justru malah membentakku." Lirih Nadine sambil menghapus air matanya.


"Hentikan aktingmu itu Nadine, aku tau kau hanya berpura-pura saja. Ku mohon, jangan buat keributan di sini. Kami sedang berduka, tidak bisakah kau menghormati kami?" Tanya Alexander


"sssstttt" Nadine menaruh jadi telunjuknya di bibir Alexander.


"Kau tau mulutmu sangat bau. Apakah kau sampai lupa menyikat gigimu karena terlalu sedih di tinggal gundikmu itu? Ini hanya saran, sebaiknya kalau kau berbicara dengan orang lain pakailah masker agar orang-orang tidak keracunan karena hawa mulutmu yang aromanya melebihi busuknya bangkai itu." Ucap Nadine sambil mengelus lembut pipi Alexander.


Jangan tanya bagaimana raut wajah Alexander saat ini, pria itu wajahnya memerah entah karena marah atau karena menahan malu akibat ucapan Nadine tadi.


"Bagaimana bisa kau sejahat ini Nadine?" Tanya Karen lemah


"Aku jahat? hahahaha." Nadine tertawa terbahak-bahak memandang mereka semua.


"Bukanya kalian semualah yang selama ini jahat?" tanya Nadine dengan senyum penuh ejekan memasang mereka semua.

__ADS_1


"Tapi saat ini kami sedang berduka, bisakah."


"Ah tuan muda Reynald, kakak kesayangan Sofia si wanita simpanan. Aku juga tau jika kalian sedang berduka, lalu kenapa? Itu tidak ada urusannya denganku." Ketus Nadine


"Tapi Sofia juga saudaramu." Sambung Felix


"Aku tidak memiliki saudara seorang pelacur, itu terlalu menjijikkan. Lagipula bagaimana bisa wanita terhormat sepertiku ini memiliki saudara wanita murahan seperti gundik Alexander itu. Aku tidak Sudi dan tidak akan pernah Sudi." cibir Nadine


"Nadine sayang, kamu di sini juga." sapa Oma Dian dan opa Nicholas.


Opa Nicholas menatap sinis ke arah putra menantu juga para cucunya itu. Sebenarnya dia malas datang ke sini, tapi karena permintaan cucunya Nadine akhirnya Opa Nicholas mau datang juga.


"Iya Oma, Opa. Nadine di sini pengen ngeliat itu si perempuan gila. Yah sekalian Nadine juga mau ngasih hadiah ini buat Sofia." ucap Nadine sambil menunjukkan bunga yang di pegangnya.


"Iya, bunga ini menggambarkan isi hati Nadine saat ini Oma. Nadine bahagia banget, akhirnya wanita menjijikkan itu mati juga. Bukankah setelah ini kita harus merayakannya Oma. Oya apa kalian mau ikut nanti malam aku ingin mengadakan barbeque party untuk merayakan kematian Sofia. Bagaimana?" tanya Nadine dengan mata berbinar.


"Hahaha apakah ini juga alasannya kamu hari ini memakai pakaian berwarna merah?" Tanya opa Nicholas sambil terkekeh kecil yang di balas dengan anggukan kepala oleh Nadine.


"Bagaimana bisa kau sejahat ini? Nadine yang ku kenal dulu adalah wanita yang baik dan pemaaf." geram Alexander


"baik dan pemaaf? apa kau sedang bermimpi? lagipula sejak kapan kau mengenalku Alex? Bukankah Di matamu selama ini hanya ada gundikmu itu. Setiap hari mulutmu hanya mengucapkan Sofia Sofia Sofia Sofia terus. Bahkan aku sangat yakin jika di hatimu juga masih tersimpan nama Sofia di sana. Aku heran padamu, ada sangat banyak gadis baik-baik dan cantik di dunia ini. Tapi kau justru malah memilih wanita buruk rupa dan juga murahan seperti mantan istri gilamu itu." Cibir Nadine sambil menyeringai kecil.


"Berhenti mengatakan Sofia adalah gundik, dia adalah istriku. Kau tidak tau apapun tentangnya jadi berhentilah menghinanya." Teriak murka Alexander

__ADS_1


"Oh tuhan, aku banyak menemui pria bodoh selama ini tapi bagiku kau adalah yang paling bodoh. Hey Sagara, ku rasa gelar sebagai pria terbodoh dan tertolol di dunia bukan kau lagi yang menjadi pemenangnya tapi pria di hadapanku ini. Sudah di selingkuhi selama bertahun-tahun, di bodohi dan tipu. Masih saja dia memuji bahkan menyanjung wanita menjijikkan itu." Sarkas Nadine.


"Berhenti menghina wanitaku Nadine xavia Winata." Teriak geram Alexander.


"Kenapa? kau merasa tidak terima? tapi bagaimana lagi, yang aku katakan itu adalah fakta bahkan semua orang yang hadir di sini juga tau jika mantan gundikmu itu adalah wanita murahan yang sangat menjijikan. Aku heran, bagaimana bisa kau tidak jijik berciuman dengan wanita itu selama ini. Setelah habis berciuman dengan para pelanggannya dia lalu menciummu lagi. Bahkan mungkin dia juga tidur denganmu setelah selesai meniduri semua kliennya itu."


"Kau terlalu menyedihkan, padahal kau seorang pria tapi kau sama sekali tidak memiliki harga diri. Kasian sekali. Mungkin itulah sebabnya kau menjadi mandul karena kau terlalu sering bermain dengan Sofia sehingga membuat penyakit kelamin Sofia berpindah padamu juga. Ini hanya saran, menurutku di bandingkan kau menghabiskan waktumu itu di sisi bangkai gundikmu itu lebih baik kau ke rumah sakit periksakan kondisi alat vitalmu itu. Bisa saja dia menjadi bervirus karena terlalu sering berada di dalam gua milik Sofia kan." Saran Nadine sambil menunjuk ************ Alexander.


"Akan sangat di sayangkan jika kelaminmu yang hanya sebesar jadi kelingking itu juga harus kehilangan fungsinya hanya karena virus gundikmu itu." Lanjut Nadine sambil tersenyum penuh ejekan pada Alexander.


"Bagaimana bisa kau Setega itu mengatakan hal itu pada Alexander. Kenapa kau semakin tidak sopan saja Nadine, aku tidak pernah mengajarkanmu untuk tidak sopan pada orang lain." Murka ayah Nadine.


"Mengajariku? hahaha"


"Jangan membuatku tertawa tuan winata, sejak kapan kau mengajarkan aku sopan santun selama ini? Mengakui aku sebagai anakmu saja kau enggan. Jika seandainya Opa dan Oma tidak mendesakmu agar mengakui aku, aku pastikan jika sampai matipun kalian tidak akan pernah mengakui aku sebagai anak kandung kalian." kata Nadine dingin.


Deg


mendengar hal itu, hati ayah Nadine terasa sangat sakit. Sekejam itukah dia selama ini, mungkin itulah sebabnya selama ini sang putri enggan memberikan maafnya untuk dia dan seluruh keluarganya.


Bersambung.


Lanjut besok lagi ya🥰

__ADS_1


__ADS_2